Warga Eks Timor-Timur Peringati Hari Intergrasi ke 44 di Kebun

Warga eks Timor Timur (sekarang Timor Leste-Red) yang selama ini tinggal di Sukabitetek, Desa Leon Tolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu melaksanak

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang.com//Teni Jenahas
DI TENDA DARURAT--Warga Eks Timor Timur memperingati Hari Intergrasi ke 44 di Kebun yang terletak di di Desa Rimbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Rabu (17/7/2019). 

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS

DI TENDA DARURAT--Warga Eks Timor Timur memperingati Hari Intergrasi ke 44 di Kebun yang terletak di di Desa Rimbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Rabu (17/7/2019).

TEMPAT TIDUR--Tempat tidur Ratu Azia Borromeu di tenda darurat.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Warga eks Timor Timur (sekarang Timor Leste-Red) yang selama ini tinggal di Sukabitetek, Desa Leon Tolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu melaksanakan kegiatan peringatan Hari Integrasi ke 44 di sebuah kebun di Desa Rimbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Rabu (17/7/2019).

Selain memperingati Hari Integrasi, warga eks Timor Timur juga mengenang jasa perjuangan sekaligus mengenang 15 tahun meninggalnya Raja Alexandrino Borromeu selaku tokoh apodeti penandatanganan petisi Balibo dan memperingati 2 tahun meninggalnya Permaisuri Maria Sequiera da Carvalho Borromeu.

Kegiatan ini sebagai salah satu aksi protes dari warga eks Timor Timur kepada Pemerintah Republik Indonesia yang kurang memperhatikan mereka, terutama kepastian tempat tinggal.

PS Malaka Selalu Juara Grup Dalam Sejarah Ikut ETMC

Daftar Lengkap Nama Menteri Kabinet Jokowi Jilid II, Ada Grace hingga Yusril, Basuki Menteri PUPR 

BREAKING NEWS: Bunuh Diri ke-11 Terjadi Lagi di Sikka, Ini Kronologinya

Aksi ini dipelopori Ratu Alas, Azia Borromeu. Sejak kemarin, mereka membersihkan lokasi dan membangun tenda darurat beratapkan terpal dan dinding daun kelapa.

Sejak tadi malam, tenda tersebut digunakan sebagai tempat tinggal Ratu Azia Borromeu. Ratu Azia rela tidur di tenda darurat di tengah hutan demi memperjuangkan rakyatnya yang saat ini ketiadaan tempat tinggal.

Ditemui Pos Kupang.Com di Rimbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Rabu (17/7/2019), Ratu Azia Borromeu menyampaikan inti kegiatan tersebut sambil menangis.

Ratu Azia mengatakan, selama 20 tahun sejak jajak pendapat, tempat tinggal mereka tidak ada kepastian. Selama ini mereka tinggal di Sukabitete, Desa Leon Tolu di tanah pemerintah. Nasib mereka tidak diperhatikan Pemerintah RI. Mereka dibiarkan merana tanpa tempat tinggal yang pasti.

Sebagai manusia yang memiliki harga diri apalagi seorang anak raja di Timor Timur, Ratu Azia memilih untuk berjuang bersama rakyatnya.

Ratu Azia lebih dahulu keluar dari Sukabitete dan membangun tenda darurat di kebun tepatnya di Desa
Rimbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Sejak tadi malam Ratu Azia sudah tinggal di tenda tersebut.

Ia membangun tenda untuk menampung warga eks Timor Timur yang saat ini ketiadaan tempat tinggal.

"Saya ini seorang ratu dan anak raja. Saya rela tinggal di tempat seperti ini karena kami sudah diusir. Kami tidak punya tempat tinggal lagi. Saya bangun tenda ini supaya saya punya rakyat yang datang bisa tinggal di sini," kata Ratu Azia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved