Jimmi Sianto Antar Bocah Korban Kekerasan oleh Ayah Kandung ke RSU Johannes Kupang

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto menjemput balita korban penganiayaan oleh ayah kandung dari Puskesmas Batakte ke RSU Prof. W. Z.Johannes Kupang

Jimmi Sianto Antar Bocah Korban Kekerasan oleh Ayah Kandung ke RSU Johannes Kupang
Istimewa
Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto bersama drg. Ayu dan Marthinus Selan saat membawa balita korban kekerasan ke IGD RSU Prof. WZ. Johannes Kupang, Selasa (1672019). 

Jimmi Sianto Antar Bocah Korban Kekerasan oleh Ayah Kandung ke RSU Johanes Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto menjemput balita korban penganiayaan oleh ayah kandung  dari Puskesmas Batakte ke RSU Prof. W. Z. Johannes Kupang. Jimmi mendapat informasi tersebut dari salah satu dokter bernama drg. Ayu Larasati.

Jimmi menyampaikan hal ini saat menggelar rapat Komisi V DPRD NTT dengan Manajemen RSUD Prof. WZ. Johannes, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) NTT dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) NTT
Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Komisi V DPRD NTT, Rabu (17/7/2019).

Menurut Jimmi, dirinya mendapat informasi bahwa ada balita yang menjadi korbam KDRT yang dilakukan oleh ayah kandung.

"Setelah mendapat informasi itu, saya langsung respon dan menghubungi dokter tersebut. Saat itu saya langsung ke Puskesmas Batakte dan jemput anak itu bersama ibunya ke RSU Prof. WZ. Johannes Kupang," kata Jimmi

Dijelaskan, turut mengantar balita korban kekerasan itu, selain drg. Ayu, juga bersama
Marthinus Selan dari Kantor Rehab Sosial Anak Perlindungan Khusus Kemensos Naibonat,Kabupaten Kupang.

Seorang Bocah Kabupaten Kupang Dianiaya Ayah Kandung Hingga Kaki dan Tangan Patah

"Saat ini balita itu dirawat di RSU Prof. WZ. Johannes Kupang. Dia dirawat di Ruang Kenanga," katanya.

Dikatakan, setelah balita itu mendapat perawatan intensif di rumah sakit, Jimmi swlaku pimpinan Komisi V DPED NTT langsung menggelar rapat dengan instansi terkait guna penanganan lanjutan.

"Penanganan lanjutan yang di bahas, yakni penanganan kesehatan, penanganan gizi buruk, ekonomi keluarga dan juga pendidikan anak-anak dari keluarga yang bersangkutan," kata Jimmi.

Ini Kronologi Kasus Pria 30 Tahun di Ngada Setubuhi Bocah 7 Tahun

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved