Rektor Unwira Kupang : Mahasiswa KKN Harus Belajar dan Berdayakan Masyarakat

usai melepas 397 mahasiswanya yang akan menjalani masa KKN di dua puluh desa di Kabupaten Kupang selama satu bulan.

Rektor Unwira Kupang : Mahasiswa KKN Harus Belajar dan Berdayakan Masyarakat
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Rektor Unwira Pater Philipus Tule SVD saat melepas mahasiswa KKN di halaman Kampus Unwira Penfui Kupang, Senin (15/7/2019). 

Rektor Unwira Kupang : Mahasiswa KKN Belajar dan Berdayakan Masyarakat

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Rektor Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Pater Philipus Tule, SVD, menegaskan bahwa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Unwira harus belajar dari masyarakat sekaligus harus mampu memberdayakan masyarakat di tempat KNN.

Hal itu disampaikan Pater Philipus kepada POS-KUPANG.COM, di halaman Kampus Unwira Penfui, Senin (15/7/2019) usai melepas 397 mahasiswanya yang akan menjalani masa KKN di dua puluh desa di Kabupaten Kupang selama satu bulan.

Dua puluh desa tersebut antara lain, Manulai I, Tablolong, Lifuleo, Tesabela, Sumlili, Besmarak, Oben, Oemasi, Oenif, Usapi sonbay, Toobaun, Teunbaun, Niukbaun, Nekbaun, Soba, Kuaklalo, Oeletsala, Tunfeu, Oeltuah, Baumata timur.

Ia menegaskan, KKN merupakan bagian dari proses pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di kelas harus diuji dengan kerja nyata, sehingga mahasiswa harus turun ke masyarakat.

"Ada banyak teori yang kadang-kadang tidak sesuai dengan di lapangan. Karena itu temuan-temuan di lapangan bisa mengugat teori, hipotesis dan kita membuat hipotesis baru," ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata dia, mahasiwa juga harus membawa sesuatu yang baru kepada masyarakat yakni ilmu pengetahuan atau teori-teori baru. Menurutnya banyak masalah di masyarakat dipicu oleh kurang berkualitasnya sumber daya manusia (SDM).

Hal itu kemudian, membuat banyak program pembangunan di masyarakat tidak berjalan baik. "Yah karena itu tadi, di masyarakat kekurangan orang-orang muda dan cerdas yang mampu menangkap inovasi-inovasi baru," jelasnya.

Selain belajar dan mempekenalkan ilmu pengetahuan atau inovasi-inovasi baru kepada masyarakat, mahasiwa diminta memberdayakan masyarakat.

Suasana acara pelepasan mahasiswa KKN di halaman Kampus Unwira Penfui Kupang, Senin (1572019).
Suasana acara pelepasan mahasiswa KKN di halaman Kampus Unwira Penfui Kupang, Senin (1572019). (POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI)

"Banyak hal di masyarakat yang perlu diberdayakan. Sesuai dengan motto kita, Unwira, supaya mereka punya hidup yang berkelimpahan. Tidak saja dari aspek sosial, ekonomi dan lain sebagainya tapi juga aspek etika. Lembaga ini hadir di NTT dan mendukung program-program pembangunan di NTT," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UNWIRA), Dr. Watu Yohanes Vianey, M.Hum, menjelaskan, pihak Unwira sudah kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk KKN dimaksud sehingga semua persiapan dilakukan secara baik.

Bahkan, kata dia, sebelumnya sudah dilakukan konsolidasi terkait 20 desa yang menjadi lokasi KNN. "Jadi kita sudah survey ke lokasi, apa saja masalah atau persoalan di masyarakat, apa yang bisa kita kembangkan dan inovasi apa yang kita tawarkan," ungkapnya.

Ketua Panitia KKN, Yohanis Nurak Siwa, mengatakan, satu bulan sebelum kegiatan, masing-masing kelompok menyusun tiga program kerja, yaitu berkaitan dengan program unggulan Unwira (Pendidikan, Ekonomi, Inovasi Teknologi dan Kesehatan), latar belakang pendidikan mahasiswa dan program wajib di desa di mana mahasiswa ditempatkan.

Ia menjelaskan, untuk program wajib, yakni program dari desa setempat, mahasiwa diwajibkan memilih paling kurang dua program.

Kejari TTS Pemulihan Kekayaan Daerah Senilai 756 juta, Ini Kata Bupati TTS

Polisi Tahan Terhadap Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU

Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU Diancam 15 Tahun Penjara

"Nah mereka akan terlibat mambantu program desa, misalnya pendataan penduduk dan lain-lain," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved