Ada 'Perempuan Cantik' Datang di Woang. Ini Yang Dilakukan Masyarakat Adat Gendang Woang !

Kayu yang dibawa dari hutan guna menjadi tiang utama di rumah gendang disambut ibarat perempuan cantik.

Ada 'Perempuan Cantik' Datang di Woang. Ini Yang Dilakukan Masyarakat Adat Gendang Woang !
POS-KUPANG.COM/ Aris Ninu
acara adat pembangunan rumah adat di Gendang Woang, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai.

Ada 'Perempuan Cantik' Datang di Woang. Ini Yang Dilakukan Masyarakat Adat Gendang Woang !

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG- Kayu yang dibawa dari hutan guna menjadi tiang utama di rumah gendang disambut ibarat perempuan cantik.

Sambutan perempuan cantik dari hutan ini dilakukan masyarakat adat Kampung Woang, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Senin (15/7/2019).

Penyambutan kayu guna menjadi tiang utama di Rumah Gendang Woang dinamai ritual adat Roko Molas Poco menyambut kayu dari hutan
"Tiang ini diambil dari Hutan Wae Ces dengan harapan kayu ini bisa memberikan kesejukan bagi Warga Gendang Woang. Dengan harapan warga gendang yang terdiri dari 5 panga yaitu Panga Tambor, Wae Tua, Ruteng Runtu, Tanggu dan Paang Agu Ngaung dapat hidup dalam kebersamaan dan penuh kedamaian," ungkap Pius Kardiman, Wakil dari Panga Tanggu kepada POS-KUPANG.COM di Kampung Woang, Senin (15/7/2019) siang.

Ia menjelaskan, makna molas atau cantik adalah pemikat dari perempuan dan dengan tiang utama Molas Poco ini diharapkan warga gendang memposisikan Mbaru Gendang sebagai rumah bersama untuk membangun kebersamaan, membicarakan tentang kesejahteraan dan menyelesaikan persoalan sosial secara bersama melalui musyawarah.

Ini Tanggapan LPA Provinsi NTT Terkait Kekerasan Seksual di NTT

Pada tempat yang sama, Saverinus Jemaat, Wakil dari Panga Wae Tua mengatakan, siri bokok adalah simbol persatuan dan penopang kebersamaan untuk mencegah terjadinya persoalan-persoalan yang dapat memecah belah kehidupan sosial warga gendang dan kebersamaan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Maka itu, paparnya, lingko harus ditumbuhkan berbagai tanaman yang dapat mencukupi kebutuhan pangan dan ekonomi.

Ritual ini diisi dengan kegiatan penjemputan kayu "Molas Poco" yang melibatkan semua warga gendang di Paang Woang di atas kayu itu duduk seorang perempuan cantik menggunakan payung lambang keteduhan jiwa dan badan.

Trik Bikin Pasangan Makin Mencintaimu, Kepoin Melalui Zodiaknya, Dijamin Jitu

Kegiatan pembangunan rumah Gendang Woang diinisaisi oleh Lembaga Adat Gendang woang yang diketuai oleh Pius Jehadut. 

Pius mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan Mbaru Gendang Woang melibatkan semua warga, karena Mbaru Gendang ini adalah rumah bersama. 

Semua warga terlibat dalam ritual Molas Poco. Di mana warga memikul kayu itu secara bersama.

"Tiang utama mbaru gendang ini dipikul bersama sebagai lambang pemersatu bahwa kalau kita kuat dalam kebersamaan maka persoalan apapun dapat kita selesaikan," ungkap Pius. 

Dia mengharapkan ke depan orang dapat membangun kehidupan secara bersama- sama.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved