Tarian Caci Perlu Dilestarikan Turun-temurun

arian Caci asal Manggarai perlu dilestarikan secara turun-temurun. Pelestarian ini dalam bentuk menjaga keasliannya. Harapan ini disampaikan Anggota

Tarian Caci Perlu Dilestarikan Turun-temurun
pos kupang/robert ropo
Yohanes Rumat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Tarian Caci asal Manggarai perlu dilestarikan secara turun-temurun. Pelestarian ini dalam bentuk menjaga keasliannya.
Harapan ini disampaikan Anggota DPRD NTT asal Manggarai Raya, Yohanes Rumat, Senin (15/7/2019)

Menurut Yohanes, sebagai anggota DPRD Provinsi NTT , dirinya mengharapkan agar Tarian Caci dijaga keasliannnya melalui upaya-upaya pelestarian.

"Upaya pelestarian bisa dilakukan seperti pelaksanaan festival-festival. Tarian ini sudah menjadi budaya yang memiliki ciri khas tersendiri," kata Yohanes.
Dijelaskan, dengan adanya festival, maka tarian ini bisa dilestarikan. Asalkan ciri khas atau keasliannya perlu dijaga. 

"Jadi kalau adanya festival caci ,maka saya kira itu salah satu upaya pelestarian budaya sehingga bertahan turun- temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perlu juga diperhatikan soal keaslian tarian ini sehingga tetap terjaga," katanya.

BREAKING NEWS: Di Kabupaten Sikka-NTT, Empat  Bulan Berumah Tangga, Utami Ibu Muda Gantung Diri

Dikatakan, tentu tarian ini memiliki makna tersendiri, karena perlu dijaga keasliannya.

"Adanya festival caci, maka itu sebagai momentum melestarikan budaya antraksi. Karena itu pementasan tarian ini biasanya disesuaikan dengan musim dan punya makna tersendiri di setiap pementasan," ujarnya.

Anggota Komisi V DPRD NTT ini mengatakan, tarian ini juga memiliki dampak lain dalam dunia pariwisata, sehingga harus menjadi tontonan yang memberi kesan tersendiri bagi masyarakat Indonesia dan Dunia.

"Kalau sudah memberikan kepuasan dan daya tarik bagi wisatawan maka secara ekonomi juga harus berdampak dengan cara para penikmat tarian caci. Artinya bahwa festival ini harus mengeluarkan biaya,sehingga semangat pemilik budaya ini tetap hidup dari masa ke masa," ujarnya.

Yohanes juga mengharapkan para tua adat harus mampu meregenerasikan tarian ini kepada orang muda perempuan maupun laki-laki. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved