Minggu, 26 April 2026

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan, Minggu 14 Juli 2019:Mengoreksi Diri, Bukan Menghakimi Orang Lain

Karena ukuran yang kita pakai untuk menilai dan menghakimi orang itu juga yang akan dipakaikan Tuhan Allah untuk kita (Matius 7:1-2)

Editor: Ferry Jahang
Dok Pribadi
Pendeta Messakh Dethan 

Renungan Harian Kristen Protestan, Minggu 14 Juli 2019
Oleh : Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA

Mengoreksi Diri, Bukan Menghakimi Orang Lain

MENURUT R.E. Nixon (R.E. Nixon dalam New Bible Commentary, Third Edition, Guthrie, dkk, Inter Varsity Press, Leicester-England, 1970) teks kita Injil Matius 7:1-5 masuk dalam bagian perikop khotbah Yesus di bukit.

Lebih khusus lagi teks Matius 7:1-5 ini dimasukan dalam bagian yang berbicara tentang bagaimana sikap orang beriman kepada sesamanya (Matius 7:1-6)

dan kepada Tuhan Allah sebagai pencipta dan pemelihara (Matius 7:7-11) dan diakhriri dengan Golden Rule (Matius 7:12).

Kecenderungan kita adalah semangat untuk menilai dan menghakimi orang lain. Padahal ketika kita menghakimi orang kita juga akan dihakimi oleh Tuhan Allah sendiri.

Tuhan Yesus mengingatkan karena itu jangan cepat-cepat kita menghakimi orang lain dan juga karena ukuran yang kita pakai untuk menilai dan menghakimi orang itu juga yang akan dipakaikan Tuhan Allah untuk kita (Matius 7:1-2)

1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Lebih gawat kita menilai orang lain menurut kata orang, menurut gosip. Kita tidak pernah bertemu dengan orang itu.

Namun ketika kita mendengar bahwa si A jahat, si A sombong, Si A "begini-begitu", maka kita telan mentah-mentah dan langsung juga memberikan vonis.

Ukuran yang kita pakai dan kita alami sendiri dan kita yakini benar saja Yesus tidak ijinkan apalagi ukuran menilai orang berdasarkan gosip dan desas-desus orang itu lebih keliru lagi.

Pepatah Jerman yang terkenal bisa relevan dengan situasi ini: "Sie hören nur die hälfte verstehen ein viertel und erzählen das doppelt" artinya Anda hanya mendengar sepotong saja, memahami sebagian saja dan kemudian menerangkannya dobel atau berlebihan.

Ini kelemahan kita manusia, kita sering melebih-lebihkan cerita tentang suatu hal melebihi faktanya atau kadang juga menilai orang lain melebih fakta yang sebenarnya.

Dan lebih parah kita menghakimi seseorang menurut cerita orang lain, yang belum tentu benar.

Dan kadang kita lebih suka mengurus masalah orang lain dari pada masalah kita sendiri. Dan ini juga yang dikritisi Tuhan Yesus dalam bacaan lain dalam Injil Lukas 13:1-5.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved