Seorang Pria Meninggal di Sebuah Rumah Tahanan Imigrasi Melbourne-Australia
Kematian seorang lelaki berusia 23 tahun di sebuah pusat semacam rumah detensi imigrasi (Rudenim) Melbourne, Australia, Jumat (12/7/2019) malam.
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Seorang Pria Meninggal di Sebuah Rumah Tahanan Imigrasi Melbourne-Australia
POS-KUPANG.COM - Polisi Victoria telah mengonfirmasi kematian seorang lelaki berusia 23 tahun di sebuah pusat semacam rumah detensi imigrasi (Rudenim) Melbourne, Australia, Jumat (12/7/2019) malam.
Petugas dari unit gawat darurat sempat dipanggil ke Pusat Akomodasi Transit Imigrasi Melbourne di Broadmeadows sekitar pukul pada jumat jam 23.30 waktu setempat, tetapi pria itu dinyatakan meninggal tak lama setelah itu.
Pada Sabtu (13/7/2019) pagi, seorang juru bicara Kepolisian Victoria mengonfirmasi kematian itu dan mengatakan kematiannya tidak mencurigakan.
Seorang tahanan di pusat itu mengatakan kepada The Age bahwa petugas MITA (Medicaid Information Technology Architecture) melakukan pompa jantung (CPR- cardiopulmonary resuscitation) sampai paramedis tiba, tetapi pria itu tidak bisa diselamatkan.
Tahanan, yang tinggal di sebuah kamar dekat pria yang meninggal, mengatakan ia dibangunkan oleh petugas yang melakukan pompa jantung (CPR).
"Para petugas melakukan CPR sekitar 10 menit sebelum paramedis tiba dan kemudian mereka mengambil alih selama sekitar 45 menit atau lebih, tetapi mereka tidak dapat menemukan nadinya," katanya.
"Sangat menyedihkan. Semua orang kaget. Saya tidak tidur sepanjang malam," katanya.
Maklum, lelaki yang meninggal itu menunggu untuk dibebaskan dari tahanan.
"Dia sangat, sangat pendiam. Tetapi dia memberi tahu kami bahwa visanya sudah ditandatangani lima bulan lalu dan dia akan segera keluar. Tapi itu tidak pernah terjadi."
Kematian itu terjadi hanya seminggu setelah The Age melaporkan bahwa seorang gadis berusia dua tahun, yang mengalami cedera kepala di MITA ditolak aksesnya ke rumah sakit selama lebih dari tujuh jam.
Tharunicaa, putri pencari suaka Tamil Priya dan Nades, dipukul kepalanya dengan papan tulis yang dijatuhkan di pusat Broadmeadows pada 4 Juli.
Meskipun kecelakaan di ruang kegiatan pusat itu terjadi sekitar jam 4 sore, dia tidak diizinkan dibawa ke rumah sakit sampai jam 11.30 malam.
Freelance Jurnalis Selandia Baru Rebekah Holt, yang meliput masalah yang berkaitan dengan pencari suaka, menerima beberapa pesan dari tahanan yang tertekan di MITA semalam.
"Sayangnya, saya tidak terkejut sama sekali bahwa sesuatu seperti ini telah terjadi ... Saya pikir itu hanya masalah waktu sebelum saya melaporkan bunuh diri di MITA," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rumah-tahanan-imigrasi-melbourne-australia.jpg)