Sabtu, 11 April 2026

Penenun Berharap Pemda Ngada Bantu Pasarkan Hasil Tenunan

Penenun berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk memasarkan hasil tenun mereka.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Foto: POS KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
 Model Cilik Tampak Gunakan Tenun ikat Ngada saat ajang Festival Inerie 2019 di Lapangan Kartini Bajawa, Selasa (9/8/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Sejumlah penenun di kabupaten Ngada yang turut meriahkan Festival Inerie 2019.

Penenun berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk memasarkan hasil tenun mereka.

Seorang anggota kelompok tenun Krya Tololela, Skolastika Dhone, mengatakan salah satu kendala yang mereka hadapi selama ini adalah minimnya pemasaran terhadap hasil tenun mereka.

Pemprov NTT Bahas KSO Lippo Plaza dan Pantai Pede

Skolastika mengatakan, pihaknya selama ini mendapatkan dukungan dan bimbingan dari organisasi nirlaba Indecon, dan mereka memasarkan hasil tenun mereka di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.

"Pendampingan yang dilakukan oleh Indecon akan berakhir di bulan September 2019. Tahun ini sudah selesai," ujar Skolatika, Selasa (9/8/2019)

Skolastika berharap, pemerintah bisa membantu mereka memasarkan hasil tenun mereka, dan bisa mencari jalan agar pendampingan dari organisasi lain bisa terus berjalan.

Sebelumnya, Sekretaris Jendral perkumpulan Warlami, Suroso, mengatakan, pemasaran dalam sebuah produk adalah satu hal yang sangat penting.

Bantuan pemasaran dari pihak pemerintah terhadap para penenun wajib dilakukan, karena tidak semua penenun mahir dalam hal memasarkan hasil produk.

Namun belum sampai pada tahap pemasaran.

Aleks Longginus, Roby dan  David Dijagokan  Pimpinan PDIP Sikka, Simak Penjelasannya

Suroso berharap agar pelatihan-pelatihan kepada para penenun harus tetap dilakukan. Sehingga hasil produk bisa menjawab kebutuhan pasar.

Ia menegaskan bahwa pelatihan pewarnaan benang yang sedang mereka lakukan ini sangat penting, dan dirinya mengapresiasi Fstival Inerie yang digelar ini.

Ia menghimbau agar kegiatan semacam ini tetap dilakukan, tidak hanya dilakukan sekali saja. Karena itu, dampingan lanjuntan harus tetap diusahakan oleh pihak pemerintah usai festival ini. (*)


Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved