Pemerintah Kaji Pemanfaatan Panas Bumi di Flores

Pemerintah Pusat sedang melakukan kajian mendalam untuk memanfaatkan potensi panas bumi di Pulau Flores

Pemerintah Kaji Pemanfaatan Panas Bumi di Flores
POS-KUPANG.COM/ Geradus Manyela
Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Drs. Viktor Manek, M.Si

Pemerintah Kaji Pemanfaatan Panas Bumi di Flores

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Geradus Manyela

POS KUPANG.COM | JAKARTA- Pemerintah Pusat sedang melakukan kajian mendalam untuk memanfaatkan potensi panas bumi di Pulau Flores sebagai energi terbarukan untuk menunjang pembangunan ekonomi di NTT, khususnya di Pulau Flores.

Bahkan ada keinginan untuk menjadikan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Drs. Viktor Manek, M.Si dalam siaran pers yang diterima Pos Kupang.Com, Senin (8/7/2019).

Viktor mengatakan, pihaknya mengikuti beberapa pertemuan pendahuluan untuk menyiapkan master plan program Flores Geothermal Island, yang merupakan inisiatif Kementerian ESDM.

"Program energi ini sejalan dengan berbagai program Bapak Gubernur, untuk mengembangkan berbagai sektor pembangunan di NTT, seperti perikanan, kelautan, pariwisata dan sebagainya. Semua itu tentu membutuhkan enegeri. Kita mengharapkan, pemanfaatan panas bumi di Flores ini akan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan energi di NTT, terutama Pulau Flores," kata Viktor.

Viktor menjelaskan, kewajiban juga untuk memastikan pemanfaatkan panas bumi itu benar-benar membawa dampak nyata bagi ekonomi rakyat di NTT.

Festival Inerie 2019, Dra. Sri Hartini, M.Si: Ada Masalah Kebudayaan di Kabupaten Ngada

"Saya kira ini yang menjadi perhatian pemerintah, sehingga berusaha serius untuk menyiapkan master plan yang saling terintegrasi. Kalau kita bisa merealisasikan, maka persoalan listrik yang selama ini menjadi masalah akan teratasi," jelasnya.

Menurut Viktor, untuk saat ini masih tahapan kajian awal dan belum sampai pada tahap penyusunan master plan.

Pada saatnya, tentu semua pemangku kepentingan diharapkan memberikan kontribusi, sehingga pemanfaatan panas bumi ini benar-benar membawa manfaat bagi pembangunan ekonomi, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ini Yang Dilakukan Direktur Panas Bumi di PLTP Mataloko

"Kalau pemanfaatan panas bumi baik untuk kesejahteraan rakyat, sudah pasti akan mendapat dukungan. Kita juga menyadari, sebaik apapun program pemerintah, tetapi kalau tidak memiliki dukungan energi, maka industri ataupun kegiatan ekonomi tidak bisa berjalan baik," kata Viktor.

Dia menuturkan, program panas bumi ini harus menyentuh masyarakat lokal, sehingga keberadaan energi ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan ekonomi, baik secara langsung atau tidak.

Viktor menambahkan, program Flores Geothermal Island ini telah ditetapkan dengan SK Menteri ESDM Nomor 2268 K/30/MEM/2017 tanggal 19 Juni 2017. Setidaknya, ada 17 lokasi sumber panas bumi di Pulau Flores, dengan sumber daya mencapai 402,5MWe.

"Ada harapan besar, pada 2020 master plan sudah selesai dan bisa dilaksanakan pada satu tahun berikutnya," jelasnya.(*)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved