Haji 2019
Haji 2019! Nabung Rp 5000 per Hari, Penjual Rujak Asal Lombok Ini Akhirnya Naik Haji
Pedagang rujak asal Kelurahan Selong, RT 13, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Nusa Tengga Barat (NTB), berangkat haji
POS-KUPANG.COM - LOMBOK TIMUR -Pasangan suami istri lansia Sahyun (75) dan Kaiah (71), asal Kelurahan Selong, RT 13, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Nusa Tengga Barat ( NTB), merasa bersyukur dan berbahagia karena tahun ini mereka akan berangkat menunaikan ibdah haji ke tanah suci Makkah dari hasil berjualan rujak.
Ditemui di rumahnya yang sederhana di Kota Selong, Sahyun menyebutkan, dirinya tak menduga akan dipanggil namanya bersama istri untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
“Saya tak menyangka kalau saya akan dipanggil namanya untuk pergi haji, ini seperti mimpi mungkin karena memang sudah takdir saya juga,” ungkap Sahyun seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/7/2019).

Selama 7 tahun sudah Sahyu berjualan rujak buah. Dia selalu berusaha untuk menabung walau jumlahnya kecil, hanya Rp 5.000 per hari, dan berharap suatu saat nanti, tabungan itu bisa untuk menunaikan ibadah haji.
“Dari hasil jualan itu, saya selalu meniatkan untuk menabung sebagai biaya untuk naik haji, walau sedikit per hari saya tabung 5 ribu rupiah," tutur Sahyun sambil mengusap air mata bahagia.
Perjalanan sebagai penjual rujak memang tidak selalu mulus dialami oleh Sahyun.
Suatu ketika, rujak Sahyun pernah difitnah mempunyai jampi-jampi penglaris. Karena saking larisnya, anak-anak menangis minta untuk dibelikan rujak Pak Sahyun.
“Duka yang saya paling ingat itu, pernah dibilang saya pakai jampi-jampi karena laris, anak-anak kalu melihat rombong rujak saya menangis minta untuk dibelikan,” tutur Sahyun sambil minum kopi di rumahnya.
Sementara itu Kaidah, istrinya yang setia menemani hidup Sahyun selama ini, setiap hari bertugas membuat bumbu rujak dan pergi ke pasar membeli buah.
“Kalau saya tugasnya membuat bumbu rujak, ngulek-ngulek sambel, dan pergi ke pasar membeli buah, seperti jambu, bengkoang, mangga juga, papaya dan buah yang lainnya," kata Kaidah yang berada di samping suaminya.
Sebelum berjualan rujak, bapak empat anak ini pernah menggeluti bermacam-macam pekerjaan, mulai dari buruh, berjualan es, berjualan bakso, namun hal itu dirasanya bukan jalan terbaik untuk mengais rizki.
Hingga tahun 2012, ia beralih menjadi tukang rujak sampai saat ini.
“Sebelum berdagang rujak, pekerjaan saya serabutan, mulai dari tukang gergaji kayu, nyangkul di sawah orang, berjualan bakso sampai es, udah saya kerjakan, tapi itu tidak lancar, sehingga saya merasa nyaman berjualan rujak sampai sekarang,” tutur Sahyun.
Pahlawan keluarga
Sementara itu, Rihayah (40) anak sulung dari Sahyun dan Kaidah, menyebut bapaknya adalah pahkawan bagi hidupnya.
Karena mereka lah yang sudah membesarkan dirinya bersama adik-adiknya yang lain.
“Bagi kami, bapak adalah pahlawan kami, dia yang membesarkan kami, setiap hari dia mendorong gerobak rujaknya, berangkat dari rumah menuju tempat pangkalnnya yang berada di taman kota Selong,” kata Rihayah dengan terharu biru.
Selama ini dia tidak mengetahui bahwa kedua orang tuanya menabung untuk haji dari hasil berjualan rujak.
“Kami tidak tahu kalau bapak itu nabung untuk naik haji. Kami sangat kaget melihat dia, ternyata namanya sudah dipanggil dari Jakarta untuk menunaikan ibadah haji,” kata Rihayah.
Dikabarkan, pasangan suami istri ini dijadwalkan akan berangkat haji pada kloter terakhir.
Terlihat seperti biasanya dalam tradisi masyarakat Lombok, di depan rumahnya, sebuah tenda klansah atau tenda berata[kan daun kelapa sudah dipersiapakan sebagai lokasi zikir dan doa keberangkatan pasangan Sahyun dan Kidah.
Terlihat juga baliho besar yang dipasang di depan gang rumah Sahyun bertuliskan ucapan selamat menunaikan ibadah haji Bapak Sahyun dan Kaidah, semoga menjadi haji yang mabrur.
Jamaah Calon Haji Asal NTT
Sebanyak 965 Jamaah Calon Haji (JCH) asal NTT dinyatakan siap berangkat menunaikan ibadah haji 1440 H/2019. Hal itu disampaikan
Kepala Kanwil Kementerian Agama NTT, Drs. Sarman Marselinus saat dihubungi POS-KUPANG.COM, (4/7/2019).
Pemberangkatan jamaah calon haji (JCH) asal NTT melalui embarkasi Surabaya akan terbagi dalam tiga kelompok terbang yakni kloter 65, 66 dan 67. Tiga Kloter tersebut, akan diberangkatkan pada tanggal 28-29 Juli 2019.
Kloter 65 dan 66, masing-masing 445 jamaah sedangkan 47 jamaah calon haji NTT lainnya akan bergabung dengan jamaah asal Surabaya di kloter 67. Sebelumnya terdapat 28 JCH yang mutasi ke luar NTT karena alasan pindah penduduk. Mereka juga akan diberangkatkan meskipun melalui embarkasi lain.
“Tahun ini, NTT mendapatkan dua kloter genap sementara jamaah calon haji lainnya masih bergabung dengan kloter JCH asal Surabaya. Kita bersyukur dan berterimakasih karena tahun ini, kita mendapatkan dua kloter penuh. Tahun tahun sebelumnya hanya satu kloter. Ini doa dari semua jamaah calon haji dan masyarakat NTT ,” ungkapnya.
Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag NTT, Drs. Husen Anwar melalui Kasie Informasi Haji Arsyad Karabi menjelaskan bahwa Jamaah Calon Haji NTT dari masing-masing Kabupaten/Kota akan diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya H-1 sesuai Surat Panggilan Masuk Asrama Haji yakni tanggal 27 juli 2019.
Hal ini dimaksudkan agar jamaah calon haji tidak mengalami keterlambatan dalam mengikuti prosesi pemberangkatan.
"Di Embarkasi nanti akan dilakukan juga rekam Biometerik. Saat ini kami fokus menyelesaikan Paspor Jamaah Calon Haji di Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta. VISA jamaah calon haji yang telah selesai sebanyak 929 dan masih ada 8 dalam proses penyelesaian; 7 dari Kota Kupang dan 1 jamaah dari TTS. Insyaallah sampai tanggal 6 juli semuanya sudah tuntas,” jelas Arsyad.
Sementara itu, Kasubag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag NTT, Bobby Babaputra, S.Fil, M.M mengatakan, dari 937 jamaah calon haji tersebut terdapat jamaah termuda berusia 17 tahun dari Kota Kupang dan tertua berumur 92 tahun dari Kabupaten Sumba Barat.
Ia menjelaskan tanah suci nanti, jamaah calon haji NTT akan ditempatkan pada 2 wilayah yakni Mahbas Jin untuk Kloter 65 dan 67 sedangkan Kloter 66 di Aziziah.
Niat Haji, Bacaan Tawaf, hingga Doa Minum Air Zam Zam
Bulan ini sudah memasuki musim haji.
Dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (17/7/2108), menjadi penerbangan perdana jemaah haji asal Indonesia menuju Tanah Suci.
Menunaikan ibadah haji merupakan rukun islam ke-5, yang dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman bagi yang mampu dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim.
Dilansir dari TribunJogja, ibadah haji dilakukan dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Mekkah pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (Bulan Dzulhijah).
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 dzulhijjah ketika umat islam bermalam di Mina, lalu wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah.
Ibadah haji berakhir setelah melempar jumrah pada tanggal 10 dzulhijjah.
Dalam rangkaian ibadah haji, umat muslim juga wajib memanjatkan doa-doa saat melakukan berbagai macam kegiatan ibadah.
Karena itu, saat hendak melakukan ibadah haji, penting bagi calon jamaah haji mengetahui niat haji sebagai rukun pertama dalamibadah haji.
Dilansir dari TribunJogja berikut lafal niat Haji:
لَبَّيْكَ اللهُمَّ حَجًّا
Artinya :
"Ya Allah, kupenuhi panggilan-Mu untuk berhaji."
Selain niat tersebut, ibadah haji juga dibagi menjadi tiga jenis.
Berikut lafaz niat masing-masing jenis ibadah haji:
1. Haji Tamattu
Haji Tamattu adalah mendahulukan umrah dari ibadah haji.
Yaitu memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah).
Bagi yang melaksanakan haji Tamattu' diwajibkan membayar dam.
Untuk niat haji tamattu adalah sebagai berikut :
لبيك عمرة متمتعا بها إلى الحج
2. Haji Qiran
Haji Qiran adalah haji dan umrah dilakukan secara bersamaan.
Yaitu memakai ihram dengan niat umrah dan haji sekaligus.
Dengan demikian segala amalan umrah sudah tercakup dalam amalan haji.
Adapun niat haji Qiran adalah sebagai berikut :
لبيك عمرة في حجة
atau
لبيك عمرة وحجا
3. Haji Ifrad
Haji Ifrad adalah proses melakukan ibadah haji yang terpisah antara ibadah haji dan ibadah umrah.
Dalam ritual ibadah haji Ifrad, yaitu melaksanakan ibadah hajiterlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan ibadah umrah.
Dalam pelaksanaannya waktu memakai ihram dari miqad denganniat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji (hari raya kurban).
Setelah selesai melaksanakan ibadah haji baru dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah umrah. Yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan membayar dam.
Untuk bacaan niat haji ifrad adalah sebagai berikut :
لبيك حجا
Perlu diingat bahwa niat mesti dimantapkan dalam hati terlebih dahulu sembari dilafalkan.
Niat tidak sempurna bila hanya dilafalkan tanpa dibatinkan dalam hati. Menurut Imam An-Nawawi, orang yang hanya melafalkan niathaji tanpa mengucapkan dalam hati, ihramnya tidak sah.
Sebaliknya, orang yang tidak melafalkan niat, tetapi mengucapkannya dalam hati, ihramnya tetap sah, karena pada hakikatnya niat itu dalam hati.
Selain itu, ada pula doa-doa yang yang dilafalkan saat melakukan berbagai macam kegiatan ibadah.
Dilansir dari Tribun Jogja dan beberapa sumber artikel lainnya, berikut beberapa doa yang wajib dilafalkan saat menunaikanibadah haji.
1. Doa Sebelum Minum Air Zam-zam
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
2. Doa Setelah Salat Sunat di Hijir Ismail
Salat sunat di Hijir Ismail dilakukan setelah shalat sunat Thawaf, bacaan surat pendek yang dianjurkan sama dengan salat sunat thawaf, sesudah itu dianjurkan berdoa :
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ أَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ.
Ya Allah, Engkaulah pemeliharaku, tiada Tuhan selain Engkau yang menjadikan daku. Aku ini hambaMu, memenuhi janji dan ikatan padaMu sejauh kemampuanku, sedapat mungkin aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang telah aku perbuat,
aku kembali padaMu membawa nikmatMu dan membawa dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain dari Engkau.
Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang diminta oleh hamba-hambaMu yang shaleh kepadaMu, dan aku berlindung pula padaMu seperti hamba-hambaMu yang shaleh.
3. Doa Sesudah Salat Sunat Thawaf
Salat sunat thawaf sebaiknya dilakukan di belakang Maqam Ibrahim, tapi apabila tidak memungkinkan dapat dilakukan di mana saja asal di dalam Masjidil Haram.
Pada rakaat pertama sebaiknya membaca Surat Al Kafirun, dan pada rakaat kedua Al Ikhlas.
Salat sunat thawaf sebaiknya dilakukan di belakang Maqam Ibrahim, tapi apabila tidak memungkinkan dapat dilakukan di mana saja asal di dalam Masjidil Haram.
Pada rakaat pertama sebaiknya membaca Surat Al Kafirun, dan pada rakaat kedua Al Ikhlas. Sesudah itu dianjurkan berdoa :
اَللّٰهمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَا نِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَاِلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِي ذُنُوْبِيْ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْْتُ نَفْسِيْ فَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لآَ إِلٰهَ الَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasiaku yang tersembunyi dan amal perbuatanku yang nyata, terimalah permohonanku, Engkau Maha Mengetahui hajatku, perkenankanlah harapanku.
Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci engkau dan Maha Terpuji namaMu. Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka rahmatilah aku karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci dan Maha Terpuji namaMu.
Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka terimalah tobatku, karena Engkaulah sebaik-baik penerima tobat dan lagi Maha Rahiim.
4. Doa di Multazam Setelah Tawaf
اَللّٰهُمَّ يَا رَبَّ الْبَيْتَ الْعَتِيْقِ أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ اٰبَآئِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ يَاذَا اْلجُوْدِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَاْلمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَاْلإِحْسَانِ. اَللّٰهُمَّ أَحْسِنْ عَا قِبَتَنَا فِى اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلاٰخِرَةِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ بَابِكَ مُلْتَزِمٌ بِِأَعْتَا بِكَ مُتَذَلِّلٌ بَيْنَ يَدَيْكَ أَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَأَخْشَى عَذَابَكَ يَا قَدِيْمَ اْلإِحْسَانِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِيْ وَتَضَعَ وِزْرِيْ وَ تُصْلِحَ أَمْرِيْ وَتُطَهِّرَ قَلْبِيْ وَتُنَوِّرَ لِيْ فِى قَبْرِيْ وَتَغْفِرَ لِيْ ذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى ىفِ الْجَنَّةِ.
Ya Allah Tuhanku yang memelihara Ka’bah ini, merdekakanlah diri kami, bapak dan ibu kami, saudara-saudara dan anak-anak kami dari siksa neraka. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, yang mempunyai keutamaan, kelebihan, anugerah dan kebaikan.
Ya Allah Tuhanku sesungguhnya aku ini hambaMu, anak dari hambaMu tegak berdiri di bawah pintu Ka’bahMu, menundukan diri di hadapanMu, sambil mengharapkan rahmatMu, kasih sayangMu, aku takut akan siksaMu, wahai Tuhan Yang Maha Tahu yang punya segala kebaikan.
Ya Allah, Tuhanku, aku mohon padaMu, agar engkau tinggikan namaku, hapuskan dosaku, perbaiki segala urusanku, bersihkan hatiku, berilah cahaya kelak dalam kuburku. Berilah ampun dosaku dan aku mohon padaMu martabat yang tinggi di dalam syurga. Amiin.
5. Doa Tawaf Putaran Ketujuh
Doa pada tawaf putaran ketujuh sama dengan doa tawaf putaran pertama kecuali pada doa dari rukun syami sampai rukun yamani:
Dari Rukun Syami sampai Rukun Yamani (putaran VII)
اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً مِنْ كُلِّ ذَنْبً فَاغْفِرْ لِيْ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.
Ya Allah, aku bermohon kepadaMu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang halal lagi luas, hati yang khusyuk, lidah yang selalu berdzikir dan taubat daripada segala dosa, maka berilah aku ampun, tidak ada yang dapat memberi ampun selain Engkau.
6. Doa Tawaf Putaran Kelima dan Keenam
Doa pada tawaf putaran kelima sama dengan doa tawaf putaran pertama kecuali pada doa dari rukun syami sampai rukun yamani:
Dari Rukun Syami sampai Rukun Yamani (putaran V)
َاَللّٰهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كَرِيْمٌ وَأَنْتَ يَا اَللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْو فَاعْفُ عَنِّيْ.
Ya Allah, sesungguhnya rumahMu (Baitullah) ini Agung, wajahMu pun Agung, Maha Pemurah dan Engkau Maha Bijak yang sangat suka memberi ampunan, maka ampunilah aku.
7. Doa Tawaf Putaran Ketiga dan Keempat
Doa pada tawaf putaran ketiga sama dengan doa tawaf putaran pertama kecuali pada doa dari rukun syami sampai rukun yamani :
Dari Rukun Syami sampai Rukun Yamani (putaran III)
اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ.
Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang diminta oleh Nabi Muhammad SAW, dan aku berlindung padaMu dari kejahatan dan minta perlindunganMu daripada yang diminta Nabi Muhammad SAW.
Ya Allah, aku mohon padaMu surga serta nikmatNya dan apapun yang dapat mendekatkan aku padaNya dari perkataan atau perbuatan ataupun amal.
Dan aku berlindung padaMu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadaNya, baik ucapan, perbuatan ataupun amal.
8. Doa Tawaf Putaran Kedua
Doa pada tawaf putaran kedua sama dengan doa tawaf putaran pertama kecuali pada doa dari rukun syami sampai rukun yamani:
Dari Rukun Syami sampai Rukun Yamani (putaran II)
اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ. اَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ.
Ya Allah, sesungguhnya Baitullah ini rumahMu, Mesjid Al Haram ini MesjidMu, Negeri aman ini NegeriMu, Hamba ini hambaMu dan tempat ini adalah tempat orang berlindung padaMu dari neraka, maka peliharalah daging dan kulit kami dari neraka.
Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan hiaskanlah hati kami dengan iman, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka, serta masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah, peliharalah aku dari azabMu di hari kelak Engkau membangkitkan hamba-hambaMu. (*)
Ya Allah, anugerahilah aku surga tanpa dihisab. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com