Sejumlah Guru Kontrak Mengadukan Nasibnya ke DPRD Kabupaten Kupang

Sejumlah guru kontrak daerah di Kabupaten Kupang mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kupang.

Sejumlah Guru Kontrak Mengadukan Nasibnya ke DPRD Kabupaten Kupang
POS-KUPANG.COM/ EDY HAYONG
Para guru kontrak daerah ketika berfoto bersama anggota DPRD Kabupaten Kupang di Oelamasi, Jumat (572019) 

Sejumlah Guru Kontrak Mengadukan Nasibnya ke DPRD Kabupaten Kupang

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI- Sejumlah guru kontrak daerah di Kabupaten Kupang mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kupang.

Kehadiran para guru itu karena nama mereka diduga hilang dari Surat Keputusan (SK) Bupati Kupang Nomor 205/KEP/HK/2019 tentang Pengangkatan kembali guru kontrak daerah pada TK, SD/MI, SMP/MTs Negeri dan Swasta di Kabupaten Kupang.

Dengan terbitnya SK Bupati Kupang itu, maka terdapat sekitar 133 orang tenaga guru kontrak daerah yang sudah mengabdi antara 9 - 20 tahun tidak lagi diakui sebagai guru kontrak daerah.

Salah satu  guru kontrak, Alfred Apolos Rini, Asal SD Retraen Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Sabtu (6/7/2019)  mengatakan, dirinya dan sejumlah tenaga kontrak tidak lagi di akomodir.

Polri dan TNI Kompak Persiapkan Lokasi Upacara HUT Bhayangkara

Akibat tidak di akomodir lagi dalam SK Bupati Kupang tahun 2019, sebanyak 15 orang guru kontrak daerah mendatangi gedung dewan, Jumat (5/7/2019).  Namun, mereka tidak berhasil bertemu pimpinan DPRD. Mereka hanya bertemu dua orang anggota DPRD yaitu Daud Ullu dan Ferdinan Teuf.

Menurutnya, informasi yang di peroleh melalui Dinas Dikbud  Kabupaten Kupang bahwa untuk tahun 2019 seluruh tenaga guru kontrak daerah yang hanya lulusan SMA tidak di akomodir lagi.  Pemerintah hanya mengakomodir lulusan sarjana.

Informasi yang diperoleh dari dinas,  katanya, justru saat para guru kontrak daerah ingin mengecek SK, saat melengkapi berkas berupa Surat Perintah Kerja (SPK) tidak ada informasi seperti itu. Tenaga guru kontrak daerah justru baru tahu pasca di terbitkan SK Bupati Kupang.

Menurut Alfred Apolos, dirinya bukan lulusan SMA tapi lulusan UT Jurusan PGSD-SD tapi tetap tidak di akomodir juga dalam SK Bupati Kupang. Dinas beralasan terjadi kesalahan pengetikan SK oleh BKD Kabupaten Kupang.

Putra Jokowi Kaesang, Terkesima Miniatur Sasando

"Sah - sah saja jika lulusan SMA tidak di akomodir lagi sebagai guru kontrak daerah.  Tapi anehnya saya kenal persis seorang guru kontrak daerah yang di akomodir dalam SK justru hanya tamatan SMA namun dalam kolom pendidikan tertulis lulusan sarjana," katanya.

Bukan hanya itu, lanjut Alfred, terdapat beberapa nama dalam SK ada yang tidak tertulis jelas unit kerja, hanya tertulis nama kecamatan saja.
Merekapun   bertemu dengan Bupati Kupang Korinus Masneno. Dalam pertemuan dengan Bupati Kupang, di putuskan bahwa Bupati Kupang akan melakukan revisi SK hingga tanggal 5 Agustus 2019 untuk kembali mengakomodir mereka yang lulusan sarjana, sementara untuk lulusan SMA tetap tidak akan di akomodir.

Daud Ullu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang di konfirmasi terpisah membenarkan dirinya bersama Ferdinan Teuf yang menerima sejumlah guru kontrak daerah di gedung DPRD.

Begini Celotehan Mas Kaesang, yang Bikin Tamu Tertawa Lepas

Ia mengatakan, dirinya hanya menerima pengaduan guru-guru kontrak daerah itu untuk kemudian di lanjutkan ke pimpinan DPRD. Langkah selanjutnya akan di putuskan oleh pimpinan DPRD.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved