Chris John vs Viktor Laiskodat, Akankah The Dragon Memukul KO Gubernur NTT? Ini Pengakuan Chris John

Rencana tarung tinju antara Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Chris John akan berlangsung pada Minggu (7/7/2019).

Chris John vs Viktor Laiskodat, Akankah The Dragon Memukul KO Gubernur NTT? Ini Pengakuan Chris John
Kolase/POS-KUPANG.COM
Rencana tarung tinju antara Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Chris John akan berlangsung pada Minggu (7/7/2019). 

"Pak gubernur dulu tiap hari cuman bolos dan pergi berkelahi di jalanan-jalanan," kisahnya.

Akan tetapi saat merantau, ke ibukota negara, kata Julie, gubernur Viktor muda sadar bahwa membaca sangat penting terlebih persaingan di Jakarta sangat ketat dan membutuhkan orang yang cerdas.

Sekilas Tentang Chris John

Mengutip wikipedia, Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John (lahir di Banjarnegara, 14 September 1979; umur 39 tahun)

Ia adalah seorang petinju Indonesia.

Chris John mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia.

Ia mencatatkan rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa.

I ajuga mencatatkan rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang paling sering mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa.

Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.

Chris John merupakan putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini.

Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir, memperkenalkan dunia tinju pada Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka berusia 5 tahun.

Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan amatir di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju kenamaan, Sutan Rambing, di Semarang.

Sejak kecil, Chris John juga berlatih olahraga beladiri Wushu.

Chris John pertama kali muncul ke dunia publik melalui acara tinju di televisi nasional yaitu RCTI.

Di acara ini Chris John berhasil menjadi juara di ring yang disiarkan secara live di RCTI setiap pukul 22:00 malam.

Gaya bertarung wushu masih mempengaruhi gaya tinjuChris John seperti cara menangkis menggunakan siku tangan.

Chris John kemudian terjun ke dunia tinju profesional pada tahun 1998 dalam debut melawan Firman Kanda.

Saat itu Chris John menang angka dalam pertandingan 6 ronde.

Namanya kemudian melesat bagai meteor saat dia berhasil mengkanvaskan petinju idola saat itu, Muhammad Alfaridzi, dalam pertandingan menegangkan selama 12 ronde.

Chris John sempat terkena knockdown dua kali di ronde pertama, tetapi dia berhasil membalikkan situasi dengan memukul KO Alfaridzi pada ronde ke-12, sekaligus merebut gelar juara nasional kelas bulu.

Menurut pengakuan Chris John, kondisinya sangat buruk saat itu, dan dia mengalami benturan kepala karena vertigo.

Setelah beberapa kali bertanding dalam perebutan gelar nasional,Chris John berhasil menundukkan rekan senegaranya Soleh Sundava pada tahun 2001 untuk merebut gelar PABA kelas bulu.

Chris John menikah dengan Anna Maria Megawati, mantan atlet wushu, pada tahun 2005, dan telah dikaruniai dua orang putri bernama Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani.

Selain atlet tinju, Chris John juga sempat dikenal sebagai atlet nasional wushu.

Keberhasilan Chris di dunia tinju, membawanya ke profesi sampingan, antara lain bintang iklan untuk berbagai produk dan komentator tinju di televisi. 

Prestasi Chris Jon

Menang melawan Osamu Sato di Tokyo, Jepang

Meskipun demikian, gelar WBA definitif tersebut hanya dipandang sebelah mata oleh pers Indonesia, dan Chris John dianggap sebagai juara di atas kertas belaka.

Namun semua pandangan miring itu terhapus saat dengan perkasa Chris John mengalahkan lawannya Osamu Sato (Jepang) di Ariake Colliseum, Tokyo, Jepang, pada 4 Juni 2004.

Chris John menang angka mutlak atas lawannya yang didukung oleh suporter tuan rumah.

Dengan kemenangan itu, selain mendapat pengakuan di Indonesia, Chris John juga menjadi sangat populer di Jepang.

Saat turun dari tangga pesawat, seluruh pilot dan awak pesawat Garuda Indonesia memberi hormat ala militer kepada Chris John dan tim.

Seri melawan Jose Cheo Rojas yang pertama

Pada 3 Desember 2004, Chris John berhasil mempertahankan gelar melawan petinju kidal Jose Cheo Rojas (Venezuela) di Tenggarong, Kutai Kartanegara melalui pertarungan berdarah akibat benturan kepala pada ronde 4.

Pertarungan itu dihentikan oleh wasit dan dinyatakan hasilnya seri atau technical draw dan Chris John tetap juara.

"Peraturan dari WBA sebelum menyelesaikan empat ronde terjadi accident benturan kepala. Dengan demikian, pertandingan ini dinyatakan dengan technical draw dan Chris John tetap juara".

Sayang, setelah pertandingan ini, Chris John terpaksa harus memutuskan kontrak dengan pelatih Sutan Rambing karena ketidaksepakatan masalah pembagian hasil pertandingan.

Selanjutnya, Chris John dilatih oleh Craig Christian dari Harry's Gym, Perth Australia.

Berbulan-bulan pertikaian Chris John dan Sutan Rambing terus berlanjut dan semakin memanas serta sempat berlanjut ke meja hijau, tetapi akhirnya masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Menang melawan Derrick Gainer

Pada tanggal 22 April 2005, Chris John wajib meladeni sang mantan jawara kelas bulu WBA, Derrick Gainer dari Amerika Serikat, yang sangat berambisi merampas kembali gelarnya yang hilang, setelah pada tahun 2003 yang lalu, Gainer dikalahkan oleh Juan Manuel Marquez Mendez.

Di tengah pesimisme publik tinju di tanah air karena ini adalah debut Chris John setelah ditangani Craig Christian, pelatih baru asal Australia, setelah konfilk antara dirinya dengan pelatih lamanya, Sutan Rambing.

Chris John mampu tampil luar biasa, dan berhasil mempecundangi sang mantan juara tersebut lewat kemenangan angka mutlak 12 ronde.

Walaupun Chris John sempat terjatuh (knockdown) di ronde 1 akibat pukulan uppercut jarak dekat Gainer yang cepat, tetapi Chris John bisa membuat sempoyongan Gainer di ronde kedua dan keempat.

Gainer menyatakan bahwa ini hasil yang wajar karena Chris John layak menang, sedangkan pelatih kubu Gainer berkata bahwa Chris John (yang ketika itu masih muda), "Bertinju seperti mesin,".

Yang mengejutkan dari pertandingan ini adalah pada laga inilah Chris John pertama kalinya mengubah gaya bertinjunya yang pada awal kariernya seorang counter boxer, gaya bertarung Chris John oleh Craig Christian pelatih barunya mulai diubah menjadi explosive fighter, kendati kekuatan pukulannya bukan yang terkuat di kelas bulu.

Menang melawan Tommy Browne di Australia

7 Agustus 2005, Chris John menang TKO ronde 10 melawan Tommy Browne di Penrith, Australia.

Wasit yang memimpin pertandingan tersebut menyarankan kubu Browne agar menyerah, karena melihat pertandingan sudah tidak seimbang.

Kubu Browne menerima saran wasit itu, dan Chris John dinyatakan menang TKO ronde 10.

Wasit level dunia Stanley Christodoulou yang memimpin laga ini menasehati kubu Chris John bahwa Juan Manuel Marquez tidak lebih hebat dari Chris John (apabila Chris John bermain seperti saat menghadapi Tommy Browne ini).

Menang melawan Juan Manuel Marquez Mendez

Juan Manuel Marquez, lawan terberat Chris John.

Setelah kemenangan mudah di Australia, kali ini Chris John harus bertanding melawan mantan raja kelas bulu WBA dan IBF yang sangat ditakuti karena ketajaman pukulannya, yakni Juan Manuel Marquez dari Meksiko.

Walau berstatus mantan juara, tetapi Marquez masih dinyatakan sebagai petinju kelas bulu terkuat saat itu.

Lewat negosiasi yang alot, akhirnya Marquez yang merupakan salah satu petinju terbaik Meksiko (dan dunia) saat itu, bersedia meladeni Chris John di Indonesia.

Promotor Muhammad Arsyad memboyong hak pertandingan Chris John vs JM Marquez ke Tenggarong, Kalimantan Timur.

Dalam pertandingan yang sangat menarik dan penuh dengan adu teknik dan skill tingkat tinggi, Chris John akhirnya mampu menundukkan petinju dari Meksiko yang dikenal dengan pukulan kerasnya tersebut dengan kemenangan angka mutlak.

Pukulan satu dua Chris John berhasil mendarat lebih cepat dari sergapan buas Marquez.

Menjelang pertandingan melawan Marquez ini, Chris John memproklamirkan julukan barunya sebagai "The Dragon" alias "Sang Naga" menggantikan julukan lamanya "The Indonesian Thin Man", karena sebagai pemuda keturunan Tionghoa, Chris John mempercayai bahwa binatang naga selalu membawa keberuntungan dalam hidup.

Kemenangan atas Marquez dinilai sebagai kemenangan terbesar Sang Naga.

Tidak hanya karena kekuatan pukulan Marquez yang sangat terkenal, tetapi juga prestasi Marquez yang saat itu disebut-sebut sebagai petinju #1 di kelas bulu.

Malahan, kendati telah kalah dari Chris John, Marquez naik kelas dan menjadi juara di kelas ringan yunior.

Menang melawan Renan Acosta

Pada 9 September 2006, Chris John berhadapan dengan lawan yang relatif ringan, Renan Acosta dari Panama, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta.

Chris John memenangi hampir di semua ronde, tetapi dia gagal memukul KO lawannya tersebut, sehingga dia dinyatakan menang angka mutlak dengan penilaian hakim hampir seluruh ronde dimenangi oleh Chris John.

Menang melawan Jose Cheo Rojas yang kedua

Pada tanggal 3 Maret 2007 Sang Naga berhasil menuntaskan rasa penasarannya atas satu-satunya lawan yang berhasil menahan seri, yakni Jose Cheo Rojas.

Dalam suatu pertandingan yang berlangsung sangat tegang dan heroik, Chris John berhasil menang angka mutlak atas Rojas di Istora Senayan, Jakarta.

Sempat terjadi kekisruhan mengenai keterlambatan pembayaran honor dari promotor, tetapi semua masalah akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.

Pertandingan ini mengundang perhatian banyak sponsor, yaitu Surya Pro Mild, Kuku Bima Ener-G, serta pasta gigi Formula Aksi Proteksi.

Pertandingan ini dimirip-miripkan dengan Iklan Formula Aksi Proteksi versi Pertandingan Tinju Formo vs Pasto yang pernah mengudara pada bulan Juli 2006-Januari 2007.

Kesuksesan iklan tinju ini lalu dimanfaatkan untuk pertandingan balas dendam antara Chris John dengan Jose Rojas.

Sampai akhirnya, promotor pertandingan itu, Albert Reinhard Papilaya, malah membuat pertandingan ini dengan memirip-miripkan dengan iklan Formula Aksi Proteksi.

Chris John dapat memukul jatuh Jose Cheo Rojas pada ronde kedua dan ronde keempat, berbagai percobaan untuk dapat menjatuhkan Jose Cheo Rojas sampai ronde ke dua belas selalu gagal.

Namun, Chris John akhirnya bisa memenangkan semua ronde.

Ketiga hakim sepakat memberikan nilai kepada Chris John lebih tinggi dengan selisih 10 poin dengan Jose Cheo Rojas.

Setelah kemenangan melawan Jose Cheo Rojas ini, pada hari Ahad, 4 Maret 2007, Chris John diarak ke seluruh Indonesia.

Reward yang diterima sungguh luar biasa. Sambutan masyarakat juga luar biasa meriah.

Inilah yang disebut "balasan setimpal" bagi pendukung kemajuan tinju di Indonesia.

Menang melawan Zaiki Takemoto di Kobe, Jepang

Pada tanggal 19 Agustus 2007, hak siar pertandingan Chris John pindah tayang dari TVRI ke SCTV.

Chris John kembali mempertahankan gelarnya. Bertanding di Kobe Fashion Mart, Pulau Rokko, Kobe, Jepang Chris John tidak menemukan kesulitan berarti untuk mengalahkan penantangnya, Zaiki Takemoto dengan TKO di ronde kesepuluh, setelah sebelumnya Takemoto terkena knockdown dua kali, pada ronde 6 dan 8.

Kubu Takemoto yang sudah berhitung bahwa Takemoto tidak akan mampu mengalahkan Chris John, akhirnya memutuskan Takemoto menyerah pada saat jeda istirahat menjelang ronde 10 dimulai.

Zaiki Takemoto adalah penantang peringkat 8 kelas bulu WBA, yang merupakan petinju keturunan Korea kelahiran Kobe. Tak kurang 300 pendukung dari Indonesia yang terdiri dari para pelajar dan karyawan di Jepang, termasuk Menpora Adhyaksa Dault hadir di arena pertandingan untuk memberikan dukungan moral kepada Chris John.

Sukses mempertahankan gelar untuk kedelapan kalinya dan kali ini di luar negeri, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Chris John ke Istana Negara bersama empat pemain bulu tangkis yang memenangi kejuaraan dunia di Malaysia pada waktu yang hampir bersamaan.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Yudhoyono memberikan hormat ala militer kepada Chris John sebagai apresiasi pribadi yang tinggi atas keberhasilannya mempertahankan gelar. Presiden juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi Chris John.

Menang melawan Roinet Caballero di Jakarta, Indonesia

26 Januari 2008: Pertandingan wajib melawan peringkat 1 Roinet Caballero dari Panama.

Pertandingan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Indonesia.

Pertandingan dipromotori oleh Zaenal Thayeb bekerjasama dengan tim manajemen Chris John, dan disiarkan langsung oleh RCTI yang direlay langsung oleh TV4 Panama.

Pertandingan dimenangkan oleh Chris John dengan TKO di ronde ketujuh.

Dengan kemenangan ini, Chris John sudah mempertahankan gelar sebanyak 9 kali, dan 4 di antaranya adalah pertarungan wajib.

Menang melawan Hiroyuki Enoki

Setelah beberapa kali batal mempertahankan gelar melawan Jackson Asiku dari Uganda di Australia dan Indonesia serta Michael Lozada di Meksiko, Chris John akhirnya bertanding mempertahankan gelar kesepuluh kalinya di Tokyo, Jepang, melawan petinju kelahiran Akita, Jepang Utara, Hiroyuki Enoki, 24 Oktober 2008.

Chris John untuk ke-10 kalinya berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA.

Melawan Hiroyuki Enoki di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, Jumat (24/10), petinju kebanggaan Indonesia itu menang angka setelah melewati pertarungan berdarah sepanjang 12 ronde.

Chris John tampil dengan berani, meladeni pertarungan jarak rapat dan saling bertukar pukulan.

Akibat pertandingan ini, Chris John menderita luka di bawah mata kiri dan atas mata kanan, sehingga harus menjalani operasi kecil di RS MMC, Jakarta, dan mendapatkan sekitar 70 jahitan.

Enoki sendiri mengalami pembengkakan mata kiri sejak ronde 4, dan praktis mata kirinya tertutup oleh bengkak tersebut.

Menurut Chris John, Enoki adalah petinju Jepang yang paling kuat dia pernah hadapi, dan dapat disetarakan dengan Juan Manuel Marquez, lawan terberat yang pernah dihadapi Chris John sebelumnya. (*)

Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved