Ini Perkembangan Kasus Calon TKW Asal Sumba yang Dokumen Kependudukan Dipalsukan

Kasus calon TKW asal Sumba Timur yang dokumen kependudukannya dipalsukan oleh perekrut terus bergulir, Kamis (4/7/2019)

Ini Perkembangan Kasus Calon TKW Asal Sumba yang Dokumen Kependudukan Dipalsukan
POS-KUPANG.COM/ GECIO VIANA
Wadirkrimum Polda NTT AKBP Anton C. Nugroho ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (472019) sore. 

Para calon TKI rata-rata memiliki dokumen yang diduga telah dipalsukan perekrut lapangan.

Dari puluhan calon TKI itu, pihak kepolisian mengindentifikasi 6 calon TKI yang identitasnya dipalsukan oleh pihak perekrut lapangan di Kabupaten Sumba Timur.

Identitas yang diubah yakni tahun kelahiran mereka yang tertera di E-KTP telah diubah dan tidak sesuai dengan akta kelahiran serta ijasah mereka.

Keenam calon TKW tersebut diantaranya, Lapse Dorita Maramba Meha berusia 19 tahun namun dipalsukan menjadi 21 tahun, Jeni Yaku Danga yang berusia 20 tahun namun usia dipalsukan menjadi 22 tahun.

Selain itu, Marlin Loda Wahang usia 19 tahun dipalsukan menjadi 22 tahun, Maria Kareri Hara asal Makaminggit yang berusia 19 tahun dipalsukan menjadi 21 tahun, Orvin Tatu Rija berusia 20 tahun namun dipalsukan menjadi 22 tahun serta Herlince Tamu Ina berusia 20 tahun namun dipalsukan berusia 22 tahun.

Keenam gadis asal Kabupaten Sumba Timur ini baru menamatkan pendidikan SMA dan direkrut Agus dan Frida Muhammad. Di Sumba Timur, para calon TKW ini ditampung di sebuah rumah yang disewa PT BMA Cabang Sumba Timur.

Kasus ini dapat terungkap berdasarkan laporan dari Ketua GMKI Cabang Kupang, Ferdinan U. T. Hambadima yang melaporkan ke pihak kepolisian bahwa terdapat dua calon TKW yang telah melarikan diri tempat penampungan.

Kedua orang itu yakni Lapse Dorita Maramba Meha dan Orvin Tatu Rija yang melarikan diri pada Selasa (2/7/2019) malam dan saat itu pihaknya berhasil bertemu dan bersama mereka melaporkan hal tersebut ke Mapolres Kupang Kota.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH dalam konferensi pers di Mapolres Kupang Kota mengatakan, proses hukum selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Ditreskrimum Polda NTT.

"Karena poses perekrutan yang terjadi di Sumba Timur maka menjadi kewenangan atau domain penyelidikan dan penyidikannya harus dari lingkup Polda NTT maka kami sudah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved