PGRI NTT Siap Hadiri Kogres PGRI di Jakarta

PGRI harus menjadi mitra dari Dinas Pendidikan di daerah,baik provinsi maupun kabupaten dan kota.

PGRI NTT Siap Hadiri Kogres PGRI di Jakarta
Net
Logo PGRI 

PGRI NTT Siap Hadiri Kogres PGRI di Jakarta

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- PGRI NTT siap menghadiri Kogres PGRI di Jakarta pada tanggal 4 - 7 Juli 2019.
Dalam kongres ini PGRI NTT dengan agenda utama memilih ketua umum.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua PGRI NTT, Drs. Zakarias Angkasa,M.Sc saat ditemui di Kantor Gubernur NTT, Rabu (3/7/2019).

Menurut Zakarias, PGRI NTT siap mengikuti kongres PGRI tahun 2019 dan dalam kongres nanti ada beberapa aspirasi yang akan disampaikan dalam kongres PGRI antara lain, bahwa PGRI harus menjadi mitra dari Dinas Pendidikan di daerah,baik provinsi maupun kabupaten dan kota.

Proyek Kontruksi di Bina Marga Dinas PUPR Sumba Timur Dieksekusi, Ini Penjelasannya

GKS Kanatang Tumbangkan GKS Umamapu, GBI Matawai Libas GKS Patawang

"Jadi kita minta agar PGRI itu harus jadi mitra dari Dinas Pendidikan. Karena mengurus guru tidak saja kondisi oleh dinas tapi juga oleh PGRI," kata Zakarias.

Dijelaskan, dalam kongres itu,selain ada agenda pemilihan ketua umum, juga akan ada seminar-seminar.

Dalam seminar tentu dengan tujuan untuk membuat guru lebih kuat, independen dan demokratis.

Kongres ini juga untuk memperkuat kapasitas guru serta guru harus berperan aktif. Bahwa di sekolah itu ,guru dan siswa atau murid. Kehadiran guru harus diutamakan agar siswa tahu bahwa di sekolah itu proses kegiatan belajar mengajar itu antara guru dan murid.

Begini Kronologis hingga Korban Serangan Babi Hutan di Lereng Gunung Slamet Akhirnya Meninggal

Kalteng Putra Vs Borneo FC, Prediksi Susunan Pemain dan Jadwal Liga Indonesia 2019

Begini Pengakuan Suami asal Bangkalan-Madura Ajak Istri yang Hamil 6 Bulan Curi Motor

Dikatakan ,jangan sampai ada kegiatan-kegiatan yang menghilangkan peran sekolah.

"Selain itu,adanya introdusir hal-hal baru, seperti akselerasi belajar. Anak yang cerdas dikembangkan lalu anak yang kurang cerdas tidak. Ada pemisahan anak cerdas dan tidak itu sebenarnya tidak pas," katanya.

Dia mengakui, di NTT ada progran yang sudah dikembangkan lingkaran belajar guru. Program ini kerjasama dengan Education International dan pilot projectnya di Labuan Bajo,Kabupaten Manggarai Barat.

"Mudah-mudahan bisa dilakukan juga di daerah lain,karena dalam pengembangan ini tentu membutuhkan dana," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved