INNALILLAHI, Kabar Duka Datang dari Cut Mini, Pemain Catatan Si Boy & Arisan, Selamat Jalan Mas
INNALILLAHI, Kabar Duka Datang dari Cut Mini, Pemain Catatan Si Boy & Arisan, Selamat Jalan Mas
Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
POS-KUPANG.COM - INNALILLAHI, Kabar Duka Datang dari Cut Mini, Pemain Catatan Si Boy & Arisan, Selamat Jalan Mas
Kabar Duka kembali menyelimuti dunia perfilman Indonesia. Poduser film sekaligus direktur Perum Produksi Film Negara ( PFN ), Muhammad Abduh Aziz, meninggal dunia pada Minggu (30/6/2019).
Kabar Duka atau berita duka itu dibenarkan oleh penulis naskah sekaligus rekan mendiang Abduh, Salman Aristo.
"Benar (meninggal dunia)," kata Salman saat dihubungi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (1/7/2019).
Salman mengatakan, serangan jantung menjadi penyebab Abduh mengembuskan napas terakhirnya pada usia 51 tahun.
"Yang gue tahu serangan jantung. Dan dikebumikan pagi ini," sambungnya.
Rencananya, jenazah akan dikebumikan di TPU Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pukul 10.00 WIB.
Kabar Duka ini juga disampaikan Cut Mini, aktris Indonesia asal Aceh.
Cut Mini mengabarkan Kabar Duka meninggalnya Abduh ini dalam akun instagram @cutminiteo
Pada akun instagram tersebut, Cut Mini menceritakan bagaimana perkenalannya dengan Abduh, produser film sekaligus direktur PFN.
"Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un... Rasanya baru kemarin kita ketemu,membicarakan apa yang akan kita kerjakan selanjutnya..
Ternyata Allah berkehendak lain..
Mas Abduh org yang baik sekali pertama kali saya berjumpa dan bekerja sama dengan mas Abduh ketika film PFN pertama di produksi, Ku Ambil Lagi Hati ku..
Walaupun baru pertama kali berjumpa tapi banyak cerita tentang awal kita bekerja sama..
Selamat jalan Mas Abduh...
Saya akan ingat semua kata2 Mas Abduh..
Min terus berkarya,dan gunakan Hati kamu selalu di saat berkarya," tulis Cut Mini.
• Pengurus Masjid Bantah Ditangkap Polisi, Berikut 5 Fakta Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid
• ZODIAK CINTA! Ramalan Zodiak Cinta Selasa 2 Juli 2019, Capricorn Beri Si Dia Kejutan!
• Buaya Raksasa Serang Ternak Warga di NTT, Diduga Ada 13 Ekor, Baru 3 Tertangkap, Ini Penampakannya!
• Kronologi Lengkap Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid dan Marah-Marah, Inilah Hasil Pemeriksaan Polisi
Dari laman Koalisi Seni Indonesia, M Abduh Aziz tercatat sebagai ketua pengurus.
Ia juga aktif memproduksi film, terutama film pendek, feature, dan dokumenter.
Lulusan Jurusan Sejarah Universitas Indonesia ini juga seorang kritikus film dan kerap menjadi narasumber dalam berbagai lokakarya pengembangan film.
M Abduh Aziz, Direktur Utama Perum Produksi Film Negara, diabadikan pada acara FILARTC 2017 di Gedung PFN, Jakarta Timur, pada Kamis (30/3/2017). (Kompas.com/Ira Gita)
Sejumlah kompetisi film yang diadakan oleh badan perfilman swasta maupun pemerintah telah mempercayai Abduh sebagai anggota Dewan Juri.
Pada 2005-2011, ia menjadi konsultan di Metro TV untuk program Eagle Award Documentary Competition.
Ia pernah pula menjabat sebagai Board Director Jakarta Biennale 2011.
Abduh juga merupakan anggota Dewan Kesenian Jakarta (2006-2012) dan anggota Masyarakat Film Indonesia.
Pada 2011, ia berperan sebagai Ketua Panitia Festival Film Indonesia (FFI).
Sejak tahun 2016, Abduh menjabat sebagai Direktur Utama Perum Produksi Film Nasional (PFN).
Melalui posisinya di dalam BUMN tersebut, Abduh berupaya melakukan perubahan-perubahan signifikan dalam ekosistem perfilman nasional sebagai bagian dari ekosistem seni dan kebudayaan di Indonesia.
Siapa Cut Mini?

Cut Mini (Tribunnews.com/Regina Kunthi Rosary)
Dikutip dari wikipedia, Cut Mini Theo biasa dipanggil Cut Mini lahir di Jakarta, 30 Desember 1973. Ia adalah seorang aktris dan pembawa acara berkebangsaan Indonesia.
Cut Mini mengawali kariernya sejak usia 15 tahun menjadi foto model sebuah majalah remaja.
Setelah itu putri pasangan alm T Usman Abdullah dan Cut Dermawan asal Aceh ini ditawari untuk bermain dalam sinetron "Catatan Si Boy".
Nama Cut Mini mulai dikenal saat dirinya menjadi model video klip penyanyi Andre Hehanusa.
Saat dirinya akan menapaki dunia pembawa acara, tawaran datang dari negara tetangga.
Selama 9 bulan, Cut Mini di Malaysia dikontrak sebuah rumah produksi yang bekerja sama dengan TV3 untuk berperan di beberapa sinetron yang dibintangi 7 pemain dari 7 negara di antaranya Brunei, India, Singapura, Malaysia, Vietnam.
Sekembalinya ke Indonesia, Cut Mini mulai dekat dengan P Project yang kemudian memopulerkan bahasa melayu versinya.
Kedekatannya dengan P Project memberi jalan bagi Cut Mini yang akhirnya ditawari oleh sebuah stasiun televisi membuat acara komedi bertajuk "Sang Prabu".
Dalam acara tersebut Cut Mini mendapat peran sebagai orang Melayu. Dari situ pulalah Cut Mini akhirnya mendapatkan image komedian.
Bungsu dari 7 bersaudara ini juga masih aktif sebagai pembawa acara, acara yang pernah dipandunya antara lain, Telkomania dan Berita Selebritis (Betis).
Sejumlah sinetron yang pernah dibintanginya yaitu “Kejarlah Daku Kau Kutangkap”, “Gara-Gara Inul”, “Kiri Istri Kanan Mertua”, “Olga”, dan “Permata Hati”.
Film pertama yang dibintangi lulusan Sastra Jepang ini adalah "Arisan" pada tahun 2003.
Dari film tersebut, pemilik postur 165 cm dengan berat 50 kg ini terangkat namanya.
Arisan menempatkan Cut Mini sebagai nominasi sebagai aktris terbaik di berbagai perhargaan film di Indonesia, berperan sebagai seorang istri yang terobsesi memiliki anak di tengah kesibukan karier dan komunitas arisan.
Pada tahun 2011 Cut Mini berperan kembali untuk Arisan 2 dengan pengembagan karakter dan tokoh di sekuel arisan tersebut.
Pada tahun 2000, Cut Mini menikah dengan Muhamad Safril Sarwono atau bisa dipanggil Mago. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Direktur PFN dan Produser Film Abduh Aziz Meninggal Dunia"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/cut-mini.jpg)