Luput dari Perhatian Pemerintah, Warga Bea Ngencung Ambil Air Keruh di Kali

Luput dari Perhatian Pemerintah, Warga Bea Ngencung Ambil Air Keruh di Kali

Luput dari Perhatian Pemerintah, Warga Bea Ngencung Ambil Air Keruh di Kali
KOMPAS.com/Nansianus Taris
Warga Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT mengambil air di kali Wae Musur, Sabtu (29/6/2019). 

Luput dari Perhatian Pemerintah, Warga Bea Ngencung Ambil Air Keruh di Kali

POS-KUPANG.COM | BORONG - Warga Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT kesulitan mendapatkan air bersih.

Puluhan tahun sudah warga desa Bea Ngencung susah mendapatkan air bersih untuk minum, masak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Warga Nanga Baras Tangkap Komodo Pota yang Masuk Kampung

Untuk mendapatkan air, warga mesti mengambil air di kali Wae Musur yang letaknya sekitar 2 kilometer dari desa itu.

"Dari dulu kami di sini susah dapat air bersih untuk keperluan rumah tangga. Kami harus ambil air di kali Wae Musur. Kami ambil air di kali itu jalan kaki kurang lebih 2 kilometer," ujar Theodorus Pamput, salah seorang warga Desa Bea Ngencung kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Julie Sutrisno: Pos Kupang Harus Bantu Kampanye agar NTT Bangkit dan Sejahtera

Ia mengungkapkan, sudah puluhan tahun warga di desa itu mengalami kesulitan air bersih. "Kalau musim hujan kami tampung air hujan. Tetapi begitu masuk musim kemarau, kami sengsara lagi. Itu tadi, satu-satunya sumber air ada di kali Wae Musur. Kalau pun airnya keruh, ya, kami mau konsumsi apalagi," ungkap dia.

Sementara itu, Ketua RT 01 Desa Beangencung, Pali Roja membenarkan warganya setiap hari harus mengambil air di kali Wae Musur untuk kebutuhan rumah tangga.

"Iya memang benar. Kami di sini memang mengalami krisis air minum. Setiap hari kami mengambil air di kali. Suka tidak suka, mau tidak mau, kami lakukan ini tiap hari demi kebutuhan. Beginilah cara kami agar bertahan hidup," ujar Pali.

Ketua Dewan Paroki Nangalanang, Antonius Gatung mengatakan, kebutuhan air minum bersih sangat urgen bagi warga desa Bea Ngencung.

Namun pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur terkesan lalai dan lamban dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat khusunya di desa Bea Ngencung.

"Saya melihat pemerintah tidak ada niat baik untuk memperhatikan masyarakat desa Bea Ngencung. Air minum bersih ini kan kebutuhan dasar masyarakat. Tetapi, pemerintah tutup mata dengan derita warga yang berkepanjangan ini," ujar Antonius.

Antonius berharap, kepada pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar memperhatikan derita yang melanda warga desa Bea Ngencung.

"Warga di sini ingin menikmati air minum bersih seperti orang di desa lain di republik ini. Semoga pemerintah mendengar jeritan kami dari desa Bea Ngencung," ungkapnya. (Kompas.com/Nansianus Taris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luput dari Perhatian Pemerintah, Warga di Pedalaman Flores Ambil Air Keruh di Kali",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved