Pacific Exposition 2019
Julie Laiskodat Sebut Pacific Exposition 2019 sebagai Jembatan Emas
Ia menjelaskan tidak hanya di Pacific Exposition 2019, Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga mendorong potensi NTT dalam forum lainnya.
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Julie Laiskodat Sebut Pacific Exposition 2019 sebagai Jembatan Emas
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM. Hasyim Ashari
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat, sangat antusias menyambut forum Pacific Exposition 2019 yang digelar di Selandia Baru.
"Forum expo ini jadi jembatan emas untuk Indonesia, khususnya NTT untuk memperkenalkan potensi dan keunggulan daerah kita ke dunia internasional," kata Julie Laiskodat kepada POS- KUPANG.COM, Sabtu (29/6/2019).
Ia menjelaskan tidak hanya di Pacific Exposition 2019, Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga mendorong potensi NTT dalam forum lainnya.
"Saat ini kita juga sedang mengikuti pameran dagang dan bisnis di Norwegia. Pertengahan Juli kita ikut di Selandia Baru," ujarnya.
• 20 Negara Pastikan Ikut Pacific Exposition 2019! Papua, Maluku, NTT Wakili Indonesia
• NTT dan 4 Provinsi di Kawasan Indonesia Timur Wakili Indonesia di Pacific Exposition 2019
Pacific Exposition 2019 sendiri digelar di Auckland, Selandia Baru, pada 11 hingga 14 Juli 2019.
"Perlu langkah luar biasa untuk menjual NTT. Kita ini sangat kaya. Karena itulah Pak Gubernur tidak henti-hentinya membawa NTT ke dunia luar. Biar orang tahu potensi kita yang luar biasa," tegas Julie Laiskodat.
Julie mengatakan dirinya sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk forum Pacific Exposition 2019.
Termasuk produk-produk unggulan seperti Tenun Khas NTT.
"Nanti yang ikut forum Pak Wakil Gubernur (Josef Nae Soi. Red) bersama tim," imbuhnya.
Seperti diberitakan, Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, mengatakan sudah ada 20 negara di Pasifik menyatakan kepastiannya untuk ikut serta dalam kegiatan Pacific Exposition 2019 di Auckland, Selandia Baru.
• Julie Sutrisno Laiskodat: Penenun di NTT Harus Berjiwa Wirausaha
• Ketua TP PKK NTT, Julie Sutrisno : Penenun di NTT Harus Berjiwa Wirausaha
Negara-negara tersebut adalah Australia, Caledonia Baru, Cook Islands, Federated States of Micronesia, Fiji, French Polynesia, dan Kiribati.
Ada juga Marshall Islands, Nauru, Nieu, Palau, Papua Nugini, Samoa, Selandia Baru, Solomon Islands, Timor Leste, Tuvalu, dan Indonesia sendiri.
"Pacific Exposition adalah pameran dagang, investasi, dan pariwisata untuk negara-negara di Pasifik yang diinisiasi Indonesia dan didukung sepenuhnya oleh Selandia Baru dan Australia," kata Tantowi Yahya melalui keterangan tertulis yang diterima POS-KUPANG.COM, Sabtu (29/6/2019).
Ia menjelaskan expo ini akan berlangsung dari 11 sampai 14 Juli di Skycity Auckland Convention Centre.
"Pacific Exposition adalah manifestasi dari keinginan kita untuk meningkatkan presensi Indonesia di kawasan yang selama ini belum mendapatkan perhatian penuh," ujar Tantowi Yahya yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Pacific Exposition 2019.
• Man United Incar Rakitic untuk Cari Pengganti Pogba, Begini Strateginya
• Gelombang Panas Landa Eropa, Perancis Catatkan Suhu Tertinggi 45,9 Derajat Celsius
Menurutnya, berbagai produk dan peluang investasi serta keelokan masing-masing negara akan dipamerkan selama tiga hari di pameran paling komprehensif yang pernah diadakan di Pasifik ini.
Dengan berbagai atraksi dan pertunjukan yang akan digelar sepanjang Expo, ditargetkan paling sedikit 5 ribu pengunjung akan hadir di Skycity, tempat Expo diselenggarakan.
"Indonesia dalam expo ini akan diwakili oleh 5 provinsi kita di Pasifik yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Identitas kepasifikan Indonesia akan ditonjolkan. Itulah mengapa ke lima provinsi tersebut yang dipilih untuk mewakili Indonesia," papar Tantowi.
Selain pameran, menurutnya Pacific Exposition akan dibarengi dengan Forum Bisnis berupa seminar perdagangan dan investasi yang akan membahas mengenai kebijakan, peluang, dan insentif di masing-masing negara yang akan disampaikan oleh pejabat pemerintah dan tokoh bisnis dari negara-negara tersebut. (*)