Fakultas Pertanian Unflor Ende Gelar PKM Di Desa Nduaria
mitra sasaran PKN adalah kelompok tani alam subur yang ada di Desa Nduaria yang terbentuk sejak tahun 2004
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
Fakultas Pertanian Unflor Ende Gelar PKM Di Desa Nduaria
POS KUPANG.COM|ENDE--Fakultas Pertanian Universitas Flores menggelar Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2019 di Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, selama 1 tahun.
Pelaksana kegiatan itu diketuai oleh Yustina M.S.W. Pu’u (dosen Fakultas Pertanian Universitas Flores) dengan 2 orang anggota yakni Charly Mutiara, S.P., M.Si (dosen Fakultas Pertanian Universitas Flores) dan Yohanes Pande, S.H., M.H (dosen Fakultas Hukum Universitas Flores).
Pelaksanaan program Kemitraan Masyarakat tahun 2019 didanai dari DIPA Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebesar Rp. 41.600.000.
Ketua Pelaksana Kegiatan PKM, Yustina M.S.W. Pu’u (dosen Fakultas Pertanian Universitas Flores) kepada Pos Kupang.Com, Jumat (28/6/2019) mengatakan yang menjadi mitra sasaran PKN adalah kelompok tani alam subur yang ada di Desa Nduaria yang terbentuk sejak tahun 2004 dan diketuai oleh Servasius Jumba.
• LHP BPK 2018 Tak Ada Temukan Tunjangan Transportasi dan Komunikasi DPRD Sikka
• Pelanggar Pemilu Di Ende Divonis Penjara Dua Bulan Penjara
• Lima Belas Desa di Sumba Timur Selalu Alami Bencana Kekeringan Pada Setiap Tahun
Kelompok tani alam subur dalam usaha tani sayuran berperan sebagai distributor sayur untuk wilayah Flores pada khususnya dan NTT pada umumnya.
Dikatakan metode pelaksanaan yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan.
Dalam penyuluhan berupa penyuluhan penggunaan saprodi pertanian dalam budidaya tanaman sayuran dan buah juga penyuluhan tentang pemanfaatan pupuk dan pestisida dalam budidaya tanaman.
Selain itu, penyuluhan tentang jenis pupuk dan pestisida non kimia juga penyuluhan tentang pengenalan hama dan penyakit pada tanaman serta teknik pengendalian secara terpadu dan penyuluhan tentang manajemen kelompok tani.
Sedangkan pelatihan berupa pelatihan tentang saprodi pertanian (mesin pencacah) dan pelatihan pembuatan pupuk organik serta pelatihan pembuatan pestisida nabati dan pelatihan pembuatan AD dan ART.
Pihaknya juga melakukan pendampingan dan evaluasi program
Dikatakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dimulai sejak bulan Mei 2019 – Juli 2019 dan pendampingan sejak bulan Juli-Oktober dan Evaluasi Kegiatan.
Partisipasi mitra dalam pelaksanaan kegiatan sangat tinggi, dimana tingkat kehadiran dalam kegiatan penyuluhan maupun pelatihan secara penuh dan menyiapkan tempat kegiatan secara langsung di lahan petani.
Selain itu, menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan yang ada di sekitar mereka yakni tanaman kirinyuh yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair serta daun pepaya dan bumbu dapur lain untuk pembuatan pestisida nabati,ujar Yustina.
• Ramalan Zodiak Besok Sabtu 29 Juni 2019, Pisces Terjebak, Virgo Bahagia, Zodiak Lain?
• Tunjangan Rumah dan Transportasi, Mantan Bupati Sikka Akui Diperiksa Kejagung RI
Dikatakan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu petani sudah memahami cara budidaya tanaman sayuran yang baik dengan menggunakan input pupuk organik yang berasal dari tanaman lokal yaitu kirinyuh, daun bambu, batang pisang dan MOL tanpa harus dibeli.
Pestisida nabati dari bahan-bahan alami seperti bumbu dapur dan tanaman yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder seperti sereh, Mimba, Kirinyuh dan lain sebagainya.
Selain itu petani sudah dapat memahami dan membedakan tentang Organisme Penganggu Tanaman (OPT) serta teknik pengendalian.
Yustina mengatakan dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan mesin pencacah untuk pembuatan pupuk organik yang akan menjadi produk dari kelompok Tani Alam Subur dan diaplikasikan pada tanaman sayur kubis dan sawi putih.
Produk ini akan menghasilkan sayuran organik sebagai komoditi unggulan yang akan dijual oleh Kelompok tani Alam Subur.
Kegiatan ini juga telah menghasilkan Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga Kelompok Tani Alam Subur sebagai pedoman dalam pengelolan Kelompok Tani sehingga kegiatan kelompok dapat dilakukan secara berkelanjutan,ujar Yustina. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kegiatan-pkm-di-desa-nduaria-kecamatan-kelimutu.jpg)