Di TTU, THS-THM Gelar Napak Tilas Sebagai Wujud Mencintai Alam, Ini AKtivitasnya

Mereka berjalan bersama menelusuri sungai dan perbukitan di wilayah itu untuk memperkenal kepada masyarakat pada umumnya khususnya para pelajar SD dan

Di TTU, THS-THM Gelar Napak Tilas Sebagai Wujud Mencintai Alam, Ini AKtivitasnya
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/
Puluhan anggota THS-THM beristirahat di salah satu tempat saat melaksanakan napak tilas, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Puluhan anggota organisasi pencak silat pendidikan Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS/THM) bersama Pastor Paroki Lurasik, Kabupaten TTU, RD Yohanes Oky, Pr menggelar napak tilas, Selasa (25/6/2019).

Mereka berjalan bersama menelusuri sungai dan perbukitan di wilayah itu untuk memperkenal kepada masyarakat pada umumnya khususnya para pelajar SD dan SMA supaya lebih mencintai dan merawat alam.

Sebab, sebagaimana diketahui bahwa saat ini kondisi lingkungan akam sangat memprihatinkan karena berbagai aktivitas ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk merusak hutan dan lingkungan sekitar.

Kapolres Belu Berharap Penonton El Tari Cup di Malaka Saling Jaga Situasi

RD. Yohanes mengatakan, alam sekarang rusak dimana-dimana dan berakibat buruk bagi kelangsungan hidup manusia. Sebagai seorang imam katolik sekaligus moderator THS-THM menginginkan anak-anak generasi muda lebih mencintai dan bersahabat dengan alam.

Renungan Harian Katolik Rabu 26 Juni 2019, Berupaya Hasilkan Buah Terbaik

"Untuk mengisi waktu liburan ini maka anak-anak tidak sekedar bermain tetapi untuk sesuatu yang bernilai positif yaitu menanam nilai-nilai cinta akan alam karena dunia semakin moderen sehingga persahabatan akan alam pun pudar karena keegoisan manusia. THS-THM salah organisasi pencak silat yang bukan sekedar melatih untuk bela diri tetapi juga mencintai alam," ujarnya.

Kabupaten Malaka Siap Selenggarakan El Tari Memorial Cup 2019

Perjalanan Napak tilas sendiri dimulai dari Paroki Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menuju Paroki Labur, Kabupaten Belu dengan jarak sekitar 20 Km.

Secara terpisah Koordinator THS-THM Ranting Lurasik, Drs. Martinus Kono mengungkapkan, anggota THS-THM dapat melintasi sungai dan perbukitan serta hutan, sehingga tidak menjadi hambatan karena ada kesempatan juga untuk berekreasi.

Hidup Teruslah Belajar karena Hidup Ini Dinamis

"Napak tilas ini merupakan bagian dari pengenalan alam dan kegiatan silaturahmi antar sesama anggota THS-THM yang berada di Dekenat, Belu Utara dan Dekenat Mena (TTU), sehingga mereka saling mengenal satu sama yang lain, dan kita bersama-sama meleburkan diri dalam cinta kasih dan persaudaraan sebagai sesama manusia dan alam sekitarnya," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved