Ratusan Hektar Lahan Garam 'Tidur' di Tanjung Darat, Sikka

Ada Ratusan Hektar Lahan Garam 'Tidur' di Desa Tanjung Darat, Kabupaten Sikka

Ratusan Hektar Lahan Garam 'Tidur' di Tanjung Darat, Sikka
POS-KUPANG.COM/Foto Romo Moses Koremas
Usaha tambak garam dikelola Romo Moses Koremas di Nangahale, 40 Km arah timur Kota Maumere,Pulau Flores. 

Ada Ratusan Hektar Lahan Garam 'Tidur' di Desa Tanjung Darat, Kabupaten Sikka

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Ratusan hektar lahan potensial untuk penambakan garam di Desa Tanjung Darat, Kabupaten Sikka, Pulai Flores merupakan lahan tidur yang belum dikelola.

Lokasi tersebut merupakan bekas lapangan terbang tentara Jepang pada masa penjajahan.

KKI NTT Belum Punya Tempat Latihan

"Lahanya sangat potensial ratusan hektar milik pemerintah. Kalau itu diizinkan, Kopdit Pintu Air Rotat berminat mengembangkannya," kata Romo Moses Koremas, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (25/6/2019).

Romo Moses Koremas mengembangkan usaha garam yodium Tana Air cap Bintang Laut di Nangahale, Kecamatan Talibura 40 Km arah timur Kota Maumere. Menurutnya, prospek tambak garam di Sikka belum diusahakan secara serius.

PPDB 2019 di SMAN 2 Kota Kupang Berjalan Lancar, Ini Jumlah Siswa yang Diterima

Usaha tambak garam seluas ½ ha dikembangkanya tahun 2013 memproduksi 1.500 bungkus garam yodium perhari dijual di kios dan toko di Kota Maumere.

Usaha ini mendapatkan sokongan dari Kopdit KSP Primer Nasional Pintu Air- Rotat. Menurut Romo Moses Koremas, Kopdit Pintu Air serius mengarap usaha perikanan laut dan garam.

"Kalau lokasi ini diizinkan, kita akan garap serius," kata Romo Moses Koremas.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Sikka, Drs. Lukman mengatakan wilayah potensial pengembangan garam terdapat di Tanjung Darat dan Pulau Sukun.

"Empat tahun yang lalu ada investor yang ingin bangun di Tanjung Darat, tetapi pemiliknya enggan," kata Lukman.

Lukman mengatakan, ada usaha pengmbangan garam di Nangahale diusakan di atas lahan HGU milik Pemkab Sikka. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved