PT GIN di Bipolo Sudah Beroperasi, Ini Jumlah Garam yang Sudah Diproduksi

PT Garam Indonesia Nasional ( GIN) di Bipolo Sudah beroperasi, Ini Jumlah Garam yang Sudah Diproduksi

PT GIN di Bipolo Sudah Beroperasi, Ini Jumlah Garam yang Sudah Diproduksi
ISTIMEWA
Produksi garam PT GIN di Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang 

PT Garam Indonesia Nasional ( GIN) di Bipolo Sudah beroperasi, Ini Jumlah Garam yang Sudah Diproduksi

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - PT Garam Indonesia Nasional ( GIN) yang menggarap usaha garam di Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang sampai saat ini mencapai 1.460 ton.

Luas lahan yang dikerjakan kerjasama dengan masyarakat 23 hektar di Desa Bipolo dan 300 hektar di Merdeka Kecamatan Kupang Timur.

Orangtua Siswa Mengeluh, Ini Jawaban Panitia PPBD SMAN 4 Kota Kupang

Juru Bicara PT GIN, Tian Liufeto kepada POS- KUPANG.COM, Selasa (26/6/2019) menjelaskan, dari luas lahan tersebut produksi garam yang dihasilkan dalam setahun, ntuk tahun 2018, lahan di Bipolo memproduksi garam sebanyak 1.460 ton.

Untuk lahan di Merdeka pada tahun lalu belum produksi karena saat itu dilahan itu baru dilakukan tahap pemantauan pasang surut air laut dan pra konstruksi. Untuk di Bipolo sudah pernah dipanen.

Kadis Perikanan TTU Sebut Belum Ada Perusahaan yang Ingin Mengelola Garam

Menurutnya, mengenai kendala yang dihadapi selama ini, baik sebelum perusahan beroperasi dan sesudahnya, sebelum beroperasi pihaknya mengikuti tahapan administratif diantaranya dengan mengajukan permohonan rekomendasi kepada pemkab untuk beberapa perijinan.

" Proses itu kami ikuti dan untuk seluruh lokasi kami mengantongi beberapa elemen perijinan.
Setelah beroperasi kesiapan dan kapasitas SDM tenaga kerja lokal belum memadai, dapat juga dikatakan belum terampil terutama berkaitan dengan ketahanan pekerja bekerja dibawah terik matahari," katanya.

Ditanya soal sikap pemerintah dan masyarakat, Tian menjelaskan, Pemerintah memfasilitasi secara baik. Buktinya sejak 2018 hingga saat ini kerjasama PT GIN dengan masyarakat terus mendapat dukungan dan kunjungan pemerintah Kabupaten dan Propinsi dan benar benar melibatkan pemerintah, tokoh adat, lembaga adat dan pihak gereja sebagai komponen yang sosial yang saling terikat dan menopang.
Masyarakat mendukung dan terlibat ketika pihak perusahaan mengajukan permintaan tenaga kerja baik itu melalui tokoh masyarakat, tokoh adat dan pihak desa.

"Jumlah tenaga kerja yang diserap, tahun 2018 kami menggunakan sekitar 40 tenaga kerja di Bipolo. Tahun ini bisa mencapai minimal 300 orang karena ditargetkan seluruh lokasi akan beroperasi untuk benar-benar menghasilkan garam. Namun lagi-lagi fakta dilapangan sampai saat ini masih cukup sulit untuk mendapatkan tenaga kerja lokal yang berminat bekerja ditambak garam," jelas Tian.

Tian menambahkan, investasi saat ini terhitung sekitar Rp 40 miliar sampai Rp -60 miliar.
PT GIN sungguh ingin mewujudkan komitmen, bekerja secara sungguh-sungguh mendukung propinsi NTT dikenal sebagai produsen garam nasional.

"Investasi ini termasuk didalamnya menyediakan peralatan pendukung untuk persiapan dan penataan lahan seperti excavator dan dozer, juga pembuatan infrastruktur tanggul dan pematang dalam tambak serta upaya mekanisasi untuk mendukung produksi dan permanen," katanya.

Menurut Tian, lahan yang dikelola PT. GIN saat ini sekitar 330Ha di Merdeka, 300ha kecamatan Kupang Timur dan di bipolo 30 ha kecamatan Sulamu. Target produksi tahun 2019 sebesar 25.000 ton.

Bagaimana persiapan PT.GIN dalam menyambut rencana panen garam presiden RI di kabupaten Kupang 20 Agustus mendatang yang rencananya akan panen di lahan yang dikelola PT. GIN, Tian mengatakan, saat ini seluruh lahan terus dalam pengerjaan. Persiapan meliputi pembuatan reservoar untuk penampung air laut, juga pembuatan bak evaporator hingga bak petak untuk produksi garam terus dikerjakan.
PT GIN optimis dapat mempersiapkan seluruh lahan yang ada untuk mendukung komitmen Presiden Jokowi mewujudkan swasembada garam nasional, dengan mulai mengandalkan NTT sebagai daerah produsen garam. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved