Minyak Tanah Langka Di Kota Ende, Diduga Ditimbun

Minyak tanah di Kota Ende diduga ditimbun oleh oknum warga tertentu.Akibatnya, warga kesulitan dapatkan minyak tanah

Minyak Tanah Langka Di Kota Ende,  Diduga Ditimbun
POS-KUPANG.COM/ Romualdus Pius
Kadis Disperindag Kabupaten Ende, Sebastianus Bele 

Minyak Tanah Langka Di Kota Ende,  Diduga Ditimbun

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE- Minyak tanah di Kota Ende diduga ditimbun oleh oknum tertentu.

Akibatnya, minyak tanah yang menjadi bahan bakar utama memasak selalu saja langka di pasaran. 

Pantuan POS-KUPANG.COM dalam beberapa pekan terakhir warga Kota Ende kerap kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah.

Ini Dampak Yang Dirasakan Warga Dengan Adanya Dermaga Nangakeo

Warga harus keliling dari pengecer yang satu ke pengecer yang lain dan kalaupun mendapatkan minyak tanah warga terpaksa menebus dengan harga yang lebih mahal dari harga biasanya.

Harga minyak tanah satu jirigen ukuran lima liter biasanya dijual dengan harga Rp 25 ribu namun warga terpaksa menebus dengan harga Rp 30 ribu bahkan lebih.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, Sebastianus Bele yang dikonfirmasi Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (25/6/2019) membenarkan bahwa minyak tanah memang kerap mengalami kelangkan di Kota Ende.

Terhadap kelangkaan minyak tanah ujar Sebas Bele pihaknya merasa heran karena semestinya hal itu tidak terjadi karena setiap hari Pertamina memasok minyak tanah ke Kota Ende antara 10 ribu hingga 15 ribu liter.

Warga Nangakeo Dukung Pembangunan Dermaga

“Kelangkaan bisa terjadi apabila pasokannya sedikit namun yang aneh meskipun setiap hari ada pasokan dalam jumlah yang banyak namun juga kerap terjadi kelangkaan. Ini yang kita heran apa mungkin ada penimbunan atau ada hal lain akan kita selidiki,”kata Sebas Bele.

Sebas Bele tidak menepis kemungkinan adanya penimbunan oleh oknum warga tertentu atau juga mungkin ada warga yang memborong minyak tanah dalam jumlah yang banyak karena dipicu oleh rasa kuatir tidak mendapatkan minyak tanah di waktu lain.

“Kalau untuk mengantisipasi adanya aksi borong minyak tanah kami telah mengeluarkan himbaun kepada semua pengecer agar tidak boleh menjual lebih dari dua jirigen kepada warga yang sama agar warga yang lain juga kebagian minyak tanah,”kata Sebas Bele.

Suasana Pertemuan Bakohumas Bahas Miras Lokal Sophia, Intip YUK

Sebes Bele mengatakan saat ini di Kota Ende ada 900 pangkalan minyak tanah dan setiap pangkalan mendapatkan jatah minyak tanah dua minggu sekali dari PT Pertamina.(*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved