BPS Ende Lakukan Sensus Menggunakan Alat Digital

Badan Pusat Statistik ( BPS) siap melakukan Sensus Penduduk 2020 yang menjangkau seluruh penduduk Indonesia umumnya

BPS Ende Lakukan Sensus Menggunakan Alat Digital
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Kepala Seksi Statistik Sosial, Yohanes Marino.S.Si

BPS Ende Lakukan Sensus Menggunakan Alat Digital

POS-KUPANG.COM|ENDE-- Badan Pusat Statistik ( BPS) siap melakukan Sensus Penduduk 2020 yang menjangkau seluruh penduduk Indonesia umumnya dan Kabupaten Ende khususnya .

Sensus Penduduk 2020 adalah sensus yang ketujuh setelah Indonesia merdeka, yaitu secara berturut-turut pernah diselenggarakan di Indonesia pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

Rencananya sensus ke-7 itu akan dilaksanakan menggunakan peralatan digital dalam pencacahan penduduk, bukan lagi mengandalkan kertas.

Kepala BPS Kabupaten Ende Ir Paulus Puru Bebe yang diwakili Kepala Seksi Statistik Sosial, Yohanes Marino.S.Si mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (24/6/2019) di Ende.

Dikatakan peralatan digital yang dimaksud antara lain berupa aplikasi smartphone dan web. Harapannya peralatan tersebut bakal membantu pencacah lapangan yang mengumpulkan data, juga memudahkan warga yang ingin memasukkan datanya sendiri.

“Jadi nanti ada nama CAPI (computer assisted personal interviewing), itu rencananya dalam bentuk aplikasi untuk smartphone Android, jadi pencacah atau petugas bisa memakai ponselnya sendiri, bukan kertas,”kata Marino .

BPS Lakukan Sensus Mini Di Manggarai Barat

Cuaca Dingin Bikin Kulit Kering, Inilah 5 Tips Agar Kulit Tetap Lembab Tak Cepat Keriput

Begini Catatan Pelatih Persela Aji Santoso Usai Laga vs Macan Kemayoran Persija Jakarta

Selain aplikasi smartphone, BPS juga sedang mengembangkan aplikasi web. Bedanya, aplikasi ini ditujukan langsung kepada penduduk, agar bisa melakukan pengisian data sendiri tanpa melalui pencacah lapangan.

“Ada juga dari web, kalau nanti ada kesulitan mengenai isu privasi atau banyak orang yang tidak ada waktu, tidak di tempat,”ujarnya.

Dikatakan dngan web, rencananya petugas bisa memasukkan data sendiri. Selain rencana memanfaatkan teknologi, BPS juga masih memakai metode wawancara menggunakan kertas atau disebut juga PAPI (paper and pencil interviewing; teknologi geospasial untuk membuat kerangka induk pengumpulan data; serta mengumpulkan data registrasi penduduk dari Dinas Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri.

Dengan kata lain, data Sensus Penduduk 2020 harus akurat sehingga bisa dijadikan sebagai tolok ukur karena hal tersebut memiliki cakupan yang komprehensif.

Lebih lanjut Marino menjelaskan untuk tahap koordinasi dan konsolidasi BPS telah mendapatkan dukungan dari berbagai stakeholder baik dalam maupun luar negeri.

Dukungan dalam negeri menurut Marino telah diperoleh dari berbagai kementerian dan lembaga.

Terseret Ombak, Celana Legenda Pemain Persis Solo Ferry Anto Ditemukan Tim SAR di Pantai

Fabio Quartararo Punya Tampilan Masa Depan Cerah di MotoGP, Begini Pujian Valentino Rossi

Valentino Rossi Bikin Geram Petinggi Yamaha, Hal Ini yang Dilakukan Jelang MotoGP Belanda

Antara lain Direktorat Jendral Kependudukan dan pencatatan sipil(DIJRN DUKCAPIL) Kementerian Reset Teknolologi PendidikanTinggi ,Kemenpan RB Kemenko Polhukam Kominfo Kemendes Kemnsos Bekraf dan komisi penyiaran Indonesia (KPI) .

Selain dari Kementerian dan lembaga, berbagai pihak termasuk swasta dan media telah menyatakan dukungan untuk sukseskan SP 2020 antara lain Forum Rektor Indonesia (FRI) e-commerce Kompas Net, NET TV, dan sedang dalam peoses penjajakan ko Metro TV dan TVRI.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved