Lestarikan Tenun Ikat Pemda Ngada Wajibkan ASN Kenakan Tenun Ikat

Lewat instruksi langsung bupati Ngada, semua ASN dilingkup Pemda Ngada wajib mendukung melestarikan tenun ikat.

Lestarikan Tenun Ikat Pemda Ngada Wajibkan ASN Kenakan Tenun Ikat
Pos Kupang.com/Gordi Donafan
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ngada, Todis Reo 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemerintah Ngada sangat intens mendorong dan melestarikan tenun ikat khas Ngada.

Lewat instruksi langsung bupati Ngada, semua ASN dilingkup Pemda Ngada wajib mendukung melestarikan tenun ikat.

"Kalau berkaitan dengan tenun ikat Ngada, saat ini Pemda Daerah dalam rangka pelestarian dan pengembangan tenun ikat, itu dibuat dalam bentuk instruksi Bupati yang pertama itu mewajibkan semua ASN Lingkup Pemda Ngada mengenakan pakaian motif adat Ngada setiap hari Jumat..

Kalau hari Kamis itu motif NTT dan Jumat itu Motif Ngada. Sehingga dengan instruksi seperti ini tentu akan ikut menumbuhkan produksi tenun ikat daerah," ungkap Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ngada, Todis Reo, kepada POS KUPANG.COM, Jumat (21/6/2019).

Pemda TTS Wajibkan Pelajar Kenakan Pakaian Tenun Dukung Pengembangan Tenun Ikat

Ia mengaku Pemda Ngada pernah mengeluarkan instruksi kepada ASN Ngada untuk mengenakan pakaian adat tradisional saat upacara adat atau ritus kebudayaan yang ada di Ngada.

Ini bertujuan untuk melestarikan dan tetap menjadikan tenun ikat sebagai ikon budaya yang ada di Ngada.

"Kemudian yang kedua Bupati Ngada juga pernah mengeluarkan instruksi kepada ASN untuk wajib mengenakan pakaian adat tradisional Ngada disetiap upacara-upacara yang berkaitan dengan ritus-ritus kebudayaan," papar Todis.

Ia mengaku Pemda Ngada intens mengembangkan kreasi dari tenun-tenun yang ada melalui kerjasama dengan mitra Pemda yaitu Indecon untuk meningkatkan keterampilan para pengrajin tenun dengan mengembangkan bahan baku pewarna alami dan menciptakan prodak aksesoris dari kain tenun. Yang prodak-prodak ini sekarang sudah terjual di Labuan Bajo.

"Jadi Pemda dan Indecon tadi intens untuk mendorong kreasi-kreasi tenun ikat sendiri sehingga saat ini di Ngada prodak-prodak tenun ikat ini sudah menggunakan pewarna alami. Dan kreasi dari kain tenun ini berupa aksesoris-aksesoris ini itu sudah dibuat dan bahkan sudah dipasarkan di Labuan Bajo (Bandara dan Arshop di Labuan Bajo)," ujar Kadis Todis.

Ia mengku pelatihan terus digencarkan oleh Pemda dan mitra kerja. Sehingga bisa menghasilkan SDM yang mumpuni. Saat ini juga terus diberi pelatihan bagi pengrajin tenun ikat di Ngada.

Ia berharap kedepan Tenun Ikat Ngada tetap menjadi ikon unggulan di Ngada dan tetap menjaga kualitas dan keasliannya. Sehingga orang tertarik. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved