Muhamad Ridwan Djunaidi Masuk Polisi dari Jalur Prestasi Kempo

Untuk memuluskan langkahnya itu, ia mempersiapkannya diri sejak dini. Pergaulannya pun dibatasi.

Muhamad Ridwan Djunaidi Masuk Polisi dari Jalur Prestasi Kempo
POS KUPANG/ROBERTUS ROPO
Muhamad Ridwan Djunaidi

Muhamad Ridwan Djunaidi Masuk Polisi dari Jalur Prestasi Kempo

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Cita-citanya menjadi anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) sudah terpatri sejak duduk di bangku kelas I SMA. Untuk memuluskan langkahnya itu, ia mempersiapkannya diri sejak dini. Pergaulannya pun dibatasi.

"Saya memang suka olahraga beladiri dan musik. Karena melihat bakat saya itu, bapak akhirnya mendaftarkan saya menjadi Kenshi olahraga beladiri Kempo di Dojo Matawai Amahu Waingapu Sumba Timur. Selain saya, bapak juga mendaftarkan dua adik saya,  Syarief Abdurachman dan Azrul Ananda sebagai Kenshi," ungkap Muhamad Ridwan Djunaidi kepada POS-KUPANG. COM yang dihubungi via telepon selulernya, Kamis (20/6/2019) pagi

Menurut Muhammad, Kebetulan bapak dulunya juga mantan atlet Kempo dan sekarang masih aktif berlatih.

"Bapak memang keras mendidik kami dengan membatasi pergaulan. Saya bersyukur karena itu semua demi menjaga kami anak-anaknya dari hal-hal yang negatif," ungkap Muhamad Ridwan Djunaidi kepada POS-KUPANG. COM yang dihubungi via telepon selulernya, Kamis (20/6/2019) pagi.

Putra kedua dari empat bersaudara buah pernikahan pasangan Djunaidi Bin Garib dan Imelda Christina Marshelina, SE, itu menjelaskan, di Dojo Matawai Amahu, ia  dan dua adiknya dilatih dan dibimbing oleh sinpae Umbu Beling Kalaway, Obed  Djie, Jamaludin Efendi Wungo, Umbu Martono, Keba Maramba Djawa, dan sinpae Agustinus Haleku Nongu.

Anda Ingin ke Waingapu menggunakan Kapal Feri, Ini Jadwalnya!

Empat Pulau di NTT Hari Ini Berpotensi Terjadi Angin Kencang, Waspadalah!

Syahnaz Sadiqah Hamil Bayi Kembar, Sang Suami Rela Lakukan ini Demi Jaga Kandungan Istri Tercinta

Proyek Gagal, Tiang Listrik Ditinggalkan Dipinggir Jalan Raya Kahale-Karang Indah, SBD

Dan berkat ketekunannya berlatih Kempo, sejumlah prestasi berhasil ditorehnya dari tingkat kabupaten, provinsi dan bahakan tingkat nasional  antara lain, medali emas Randori (perkelahian bebas) kelas 55 kilogram Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) I tingkat SMA di kabupaten Sumba Timur 2017.

Medali emas Embu (permainan jurus) pasangan campuran tingkat SMA POPDA II NTT di Kupang 2017, dan medali perunggu Randori kelas 55 kilogram Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo Terbuka di Tanggerang Banten -Jawa Barat 2017.

Dan berbekal prestasi olahraga  beladiri Kempo yang ditekuninya itu, setelah menamatkan SMA di tahun 2019 ini, ia lantas mendaftarkan diri sebagai calon Bintara Polri dari Jalur Talent Scouting (prestasi).

"Saat ini sudah masuk tahapan seleksi akhir. Dan Insya Allah jika Tuhan berkenan saya bisa diterima dan mengikuti pendidikan sebagai Bintara Polri. Saya mohon doa restu semuanya," papar alumni SMAN 1 Waingapu jurusan IPA yang pandai mengaji Al Qur'an, ini.

Ditanya motivasinya menjadi anggota Polri, menurut Iwan yang biasa disapa, mengabdi untuk negara dan masyarakat.

"Selain itu, saya juga ingin tetap mengembangkan bakat saya di bidang olahraga beladiri Kempo dan musik dengan membawa dan mengharumkan nama negara, Polri dan daerah. Cita-cita saya sebagai atlet Kempo jika Tuhan berkenan ingin menjadi juara di Pekan Olahraga Nasional (PON),  Sea Games dan dunia,"papar vokalis dan gitaris band Zhanteria Waingapu itu.

Tim Dalmas Polres Kupang Mendadak Turun ke Oesao dan Taklale, Ada Apa?

Kevin Aprilio Kabur Melihat Widy Vierratale, Persulit Pembayaran Honor dan Solo Karier Sang Vokalis

Iwan yang memiliki hobi olahraga dan musik itu juga menambahkan, awalnya, ayah dan ibunya mengarahkan dia menjadi seorang dokter dengan mendaftar sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mengikuti jejak sang kakak Savitry R. Maudy Djunaidi yang kini tercatat sebagai mahasiswi tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Undana-Kupang.

"Tapi saya lebih memilih menjadi seorang Polisi karena itu cita-cita saya sejak dulu. Biar kakak saja yang jadi dokter,"pungkas pemegang sabuk biru (Kyu II) olahraga beladiri Kempo dengan kelahiran Waingapu, 11 April 2001 itu. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved