DPRD TTS Sesalkan Pemotongan Anggaran Insentif Guru Honor Paud Hingga SMP, Ini Persoalannya

Ketua komisi V DPRD Kabupaten TTS, Religius Usfunan mengaku, menyesalkan kebijakan pemerintah yang memangkas anggaran insentif para guru honor khusus

DPRD TTS Sesalkan Pemotongan Anggaran Insentif Guru Honor Paud Hingga SMP, Ini Persoalannya
Pos Kupang.com/Dion Kota
Ketua komisi V DPRD Kabupaten TTS, Religius Usfunan 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Ketua komisi V DPRD Kabupaten TTS, Religius Usfunan mengaku, menyesalkan kebijakan pemerintah yang memangkas anggaran insentif para guru honor khusus guru Paud/TK, SD dan SMP yang sudah berjalan tiga tahun terakhir.

Dari 14 Miliar di tahun 2018, pada tahun 2019 turun menjadi 4 Miliar lebih. Hal ini berdampak pada jumlah penerima insentif dari 3.600 guru turun menjadi 2000-an guru.

Sebagai wakil rakyat, Usfunan berjanji akan memperjuangkan penambahan anggaran untuk membayar insentif guru.

" Kita sesalkan kenapa anggaran yang diplot pemerintah justru turun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal ini program yang positif untuk sebagai bentuk penghargaan buat para guru honor yang sudah berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa," ungkap Usfunan kepada pos kupang.com, Jumat (14/6/2019) pagi.

Eden Hazard Ingin Kenakan Jersey No.10, Ini kata Luka Modric

Hal senada juga diungkapkan anggota komisi IV DPRD TTS dari fraksi Nasdem, Hendrik Babys. Menurutnya, insentif yang diberikan pemerintah nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan pengabdian para guru honor.

Padahal dalam pembahasan APBD murni 2019, menurut Hendrik fraksi NasDem sudah meminta agar pemerintah menaikkan nominal insentif guru honor, tetapi pemerintah berjanji akan menaikkan jumlah penerima insentif karena masih ada guru honor yang belum menerima insentif tersebut.

Namun kenyataannya pemerintah malah menurunkan anggaran dan kuota penerimaan insentif.

David da Silva Keluar dari Klub Korsel, Ingin ke Persebaya! Tak Tutup Kemungkinan ke Klub Lain

Oleh sebab itu, dirinya akan berjuang pada perubahan mendatang agar anggaran insentif guru bisa ditambahan.

" Kami sangat menyesalkan kebijakan pemerintah yang tidak pro guru honor seperti ini. Ini menunjukkan bukti jika pemerintah tidak memplot anggaran sesuai kebutuhan tetapi hanya melihat jumlah uang saja. Kami dari Nasdem akan memperjuangkan hal ini agar diperubahan mendatang anggaran insentif guru bisa ditambah," ujarnya

Diberitakan pos Kupang sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa membenarkan adanya pemotongan jumlah penerima insentif guru tahun 2019.

Dari 3.600 guru (PAUD,TK,SD dan SMP) yang menerima insentif menjadi 2000-an di tahun 2019 sebagai dampak rasionalisasi anggaran.

Oleh sebab itu, dalam memberikan insentif kepada para guru Dinas Pendidikan melihat pada kualifikasi pendidikan dan lama mengabdi.

" Mau bagaimana lagi ini dampak dari rasionalisasi anggaran. Kita berharap di perubahan nanti bisa ada dana segar untuk membayar insentif guru sehingga jumlah penerimanya bisa bertambah. Jika tidak maka hanya sekitar 415 guru PAUD/TK yang akan menerima insentif," pungkas Edison. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved