Jefri Riwu Kore Diam-diam Blusukan ke TPA Alak, Apa Saja Temuannya?

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore Diam-diam Blusukan ke TPA Alak, Apa Saja Temuannya?

Jefri Riwu Kore Diam-diam Blusukan ke TPA Alak, Apa Saja Temuannya?
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore saat diwawancarai media di Rumah Jabatan Walikota Kupang, Kamis (13/6/2019). 

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore Diam-diam Blusukan ke TPA Alak, Apa Saja Temuannya?

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Walikota Kupang Jefri Riwu Kore beberapa kali blusukan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak. Ia mengaku prihatin dengan kehidupan para pemulung.

"Mungkin sudah sepuluh kali saya ke sana. Saya pergi diam-diam. Saya tau seperti apa kondisi mereka, penghasilan mereka dan suka duka mereka. ," ungkapnya.

Lagu, Puisi dan Tarian Jadi Salam Perpisahan Fr Dion di SMPK Sint Vianney Soe

Hal itu disampaikan Jefri usai menyerahkan bantuan kepada ratusan anak yatim dan disabilitas Kota Kupang di Rumah Jabatan Walikota, Kamis (13/6/2019).

Jefri menceritakan, para pemulung mengeluh, sampah-sampah yang bisa dijual diambil oleh sopir sampah. "Jadi sebelum dibuang ke TPA sampah-sampah itu dipilah dan diambil oleh sopir sampah," ungkapnya.

Hal itu membuat Jefri resah, mengingat kehidupan para pemulung tersebut sangat bergantung pada sampah-sampah.

BPS Kabupaten Ende Bangun Gedung Baru

Jefri lalu memerintahkan Kadis Kebersihan Kota Kupang untuk segera mengatasi persoalan tersebut. "Saya minta ke Kadis tolong tertibkan sopir-sopir itu," tegas Jefri.

Terkait persoalan sampah di Kota Kupang, Jefri mengakui, ada banyak kritik kepada Pemkot Kupang. Namun, ia menjelaskan, para petugas sudah bekerja maksimal, bahkan rela bekerja di waktu libur.

"Kasihan mereka, hari Minggu pun mereka angkut sampah. Sarana angkut sampah kita juga terbatas, sementara sampah di Kota Kupang, terus meningkat," ujarnya.

Terkait para anak yatim dan disabilitas di Kota Kupang, Jefri mengakui pihaknya belum banyak berbuat.

Menurut Jefri, Pemerintah Kota Kupang harusnya berbuat lebih untuk para anak yatim dan disabilitas. "Ini menjadi PR untuk kami, bantuan permakanan memang tanggung jawab pemerintah. Namun lebih dari itu pemerintah harus memberikan fasilitas," ungkapnya.

Salah satu wujud perhatian dari pemerintah, lanjutnya, di kantor-kantor mestinya ada akses, misalnya kursi roda atau fasilitas lain, sehingga penyandang disabilitas tidak kesulitan ketika mendatangi kantor.

"Namun tidak ada di kantor-kantor, saya kadang terenyuh melihat saudara-saudari kita penyandang disabilitas," ujarnya.

Jefri mengatakan, dalam rangka memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas, pihaknya akan membuat Perda.

"Saya berharap Perda ini nanti tonggak awal kita memperhatikan mereka secara baik. Kita akan mencermati apa kebutuhan dan fasilitas yang diperlukan oleh para penyandang disabilitas, " ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved