Tim Mawar dan Majalah Tempo Bakal Bertemu di Dewan Pers Selasa Pekan Depan

Dewan Pers akan memeriksa artikel di Majalah Tempo perihal dugaan keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan di beberapa titik di Jakarta, pada 21-22 Mei

Tim Mawar dan Majalah Tempo Bakal Bertemu di Dewan Pers Selasa Pekan Depan
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan (kedua dari kanan), Kuasa Hukum Chairawan, Herdiansyah (batik merah), dan anggota Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun (kedua dari kiri). Chairawan melaporkan Majalah Tempo kepada Dewan Pers, Selasa (11/9/2019). 

Tim Mawar dan Majalah Tempo Bakal Bertemu di Dewan Pers Selasa Pekan Depan

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Dewan Pers akan memeriksa artikel di Majalah Tempo perihal dugaan keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan di beberapa titik di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019.

Hal itu terkait pelaporan yang dilakukan Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan terhadap Majalah Tempo kepada Dewan Pers, Selasa (11/9/2019).

Anggota Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun menuturkan, pihaknya akan memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangan pada Selasa, 18 Juni 2019.

"Dewan Pers akan segera memeriksa produk jurnalistik ini. Perlu kami tekankan bahwa sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 (tentang Pers), maka apabila ada produk jurnalistik yang dianggap merugikan maka Dewan Pers akan memeriksanya," kata Hendry di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa.

"Jadi, kami sudah merencanakan memanggil pengadu dalam hal ini Pak Chairawan dan Majalah Tempo pada hari Selasa mendatang untuk dua-duanya diperiksa," sambung dia.

LBH Pers Sarankan Mantan Komando Tim Mawar Gunakan Hak Jawab, Tidak Perlu Lapor Polisi

Pemkab Ngada Bentuk Tim Identifikasi dan Verifikasi Bansos 2018

KSP Kopkardios Buka Kantor Cabang di Labuan Bajo, Bupati Mabar Hadir Bersama 7 Pastor

Ayah Dewi Perssik Sempat Melihat Dua Orang Mengenakan Jubah Putih Sebelum Meninggal

Sesuai UU Pers, ia pun menegaskan bahwa sanksi yang dapat diberikan Dewan Pers terhadap media yang melanggar kode etik jurnalistik berupa sanksi etis. Hendry mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan sanksi berupa pidana maupun perdata.

"Perlu kami tekankan di sini bahwa sesuai dengan UU Pers maka hukuman yang diberikan kepada media yang produk jurnalistiknya melanggar kode etik adalah berupa sanksi etis sifatnya. Jadi tidak ada pidana atau perdata," tutur Hendry.

Ia pun berharap pihak-pihak terkait dapat mengikuti kasus ini hingga tuntas. Hendry juga mengucapkan terima kasih karena telah mempercayakan kasus itu kepada Dewan Pers.

Sebelumnya, menurut kuasa hukum Chairawan, Herdiansyah, pelaporan itu dilakukan karena artikel tersebut dirasa menghakimi Tim Mawar secara keseluruhan.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved