Sumur Bor di DPRD Ende Senilai Rp 300 Juta Tidak Berfungsi

Satu Uni Sumur Bor yang Ada di DPRD Ende Senilai Rp 300 Juta Tidak Berfungsi

Sumur Bor di DPRD Ende Senilai Rp 300 Juta Tidak Berfungsi
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
ISI AIR/Mobil Tangki Sedang Mengisi Air Di Gedung DPRD Ende 

Satu Uni Sumur Bor yang Ada di DPRD Ende Senilai Rp 300 Juta Tidak Berfungsi

POS-KUPANG.COM | ENDE - Sumur bor di DPRD Ende senilai Rp 300 juta semenjak dikerjakan pada tahun 2017 hingga kini tidak berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air di Sektariat DPRD Kabupaten Ende.

Kondisi ini membuat pihak Sekwan DPRD Ende harus membeli air tangki untuk diisi pada bak mandi maupun kamar WC yang ada di gedung DPRD Kabupaten Ende.

Ini Alasan Kejaksaan Tersangka Pelanggaran Pemilu di Ende Tidak Ditahan

Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (12/6/2019) tampak mobil tangki dengan ukuran 100 liter air tampak mengisi air di gedung DPRD Kabupaten Ende.

Kondisi demikian terjadi hampir 4 atau 5 hari sekali tergantung dari kebutuhan air yang ada di gedung DPRD Kabupaten Ende.

Anggota DPRD Kabupaten Ende, Yustinus Sani mengatakan pihaknya meyayangkan pekerjaan pembangunan sumur bor di DPRD Ende yang terkesan mubasir padahal dibangun dengan dana yang cukup besar.

Bawaslu Ende Limpahkan 12 Tersangka Pelanggaran Pemilu ke Kejaksaan

Yustinus mengatakan pembangunan sumur bor yang dilakukan oleh pihak Sekwan DPRD Ende terkesan dipaksakan karena hingga kini keberadaan sumur bor tidak berfungsi maksimal untuk mendatangkan air guna memenuhi kebutuhan air di gedung DPRD Kabupaten Ende.

"Kita lihat dalam seminggu terlihat satu hingga dua kali mobil tangki datang untuk mengisi air di gedung DPRD Ende padahal di gedung tersebut sudah dilengkapi dengan sumur bor yang semestinya sudah bisa memenuhi kebutuhan air sendiri tanpa harus membeli air dari luar,"kata Yustinus.

Yustinus meminta kepada pihak Sekwan DPRD Ende untuk mengoptimalkan keberadaan sumur bor yang ada agar pihak Sekwan tidak lagi membeli air dari luar guna memenuhi kebutuhan air di gedung DPRD Ende.

Menurut Yustinus keberadaan sumur bor saat ini sudah lengkap dan tinggal dimenfaatkan namun entah mengapa semenjak dibangun tidak juga dimenfaatkan.

"Kalau memang ada perangkat kerja yang rusak kita minta untuk segera diperbaiki agar keberadaan sumur bor bisa berfungsi maksimal,"kata Yustinus.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Ende, Drs Abraham Badu, M.Si yang dikonfirmasi mengenai keberadaan sumur bor di gedung DPRD Kabupaten Ende mengatakan bahwa sumur bor tersebut saat ini dalam keadaan rusak sehingga belum bisa mendatangkan air untuk memenuhi kebutuhan air di gedung DPRD Kabupaten Ende.

Abraham mengatakan pihaknya sedang mengupayakan untuk melakukan perbaikan agar keberadaan sumur bor bisa berfungsi.

"Iya ada komponen bagian dalam dari sumur bor yang dalam kondisi rusak kita sedang berupaya mendatangkan dari luar daerah karena di Ende tidak ada,"kata Abraham tanpa merinci komponen apa yang rusak.

Abraham mengatakan pihaknya berusaha untuk memperbaiki sumur bor sehingga bisa berfungsi untuk mendatangkan air dan dengan demikian pihak Sekwan DPRD Ende tidak lagi membeli air dari luar. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved