Selasa, 19 Mei 2026

Begini Cara Model Community Feto Mane Malaka Mempromosikan Budaya

Begini Cara Model Community Feto Mane Kabupate Malaka Mempromosikan budaya

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Model Community Feto Mane Malaka saat kegiatan pose model tenun ikat Malaka di Bukit Tubakai, Dusun Wemalae Atas, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Kamis, (6/6/2019). 

Begini Cara Model Community Feto Mane Kabupate Malaka Mempromosikan budaya

POS-KUPANG.COM | BETUN - Model Community Feto Mane Malaka melakukan kegiatan pose model tenun ikat Malaka.

Kegiatan ini selain memperomosikan dan melestarikan kain tenun Malaka juga ingin memberikan ruang kepada para creator, Kabupaten Malaka untuk mengolah seni budaya daerah.

Waspada! Beberapa Daerah di NTT Hari Ini Berpotensi Terjadi Angin Kencang

Pose model ini dilakukan di Bukit Tubakai, Dusun Wemalae Atas, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Kamis, (6/6/2019).

Sebanyak 12 model yang terdiri dari laki-laki lima orang dan perempuan tujuh berpose dengan beragam gaya dengan latar belakang alam.  Mereka dipimpin Ketua Model Community Feto Mane Malaka, Nur Ayu Widiyaning Tyas. Hadir juga pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Malaka, Piston Bere.

Sepeda Motor Warga Belu Dibawa Lari Orang Tak Dikenal di Betun

Kepada wartawan, Nur Ayu Widiyaning Tyas mengatakan, Model Community Feto Mane Malaka merupakan sebuah komunitas yang berkomitmen untuk mejaga, melestarikan dan mengebangkan budaya Malaka, khsusnya melestarikan budaya dan kesenian Kabupaten Malaka.

Menurut Bunda Tyas sapaan akrabnya itu, komunitas ini ingin memperkenalkan seni budaya Kabupaten Malaka kepada masyarakat umum baik level nasional maupun internasional. Dengan kegiatan seperti ini juga memotivasi generasi muda untuk mencintai seni budaya.

Komunitas ini juga ingin merangkul putra dan putri daerah untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan seni budaya. Karena Kabupaten Malaka banyak menyimpan berbagai keindahan alam dan seni budaya.

Kedepannya, komunitas ini tidak hanya fokus modeling tetapi juga menyelenggarakan event seni budaya seperti, Tarian Likurai, Tarian Bidu, Suling Bambu, Tariang Gong (Tala)
Tebe, Tarian Konteporel, Tarian Perang, Karian kain tenun Malaka, Model Kain Tenun/ Fashion Show Kain Tenun dan Tarian Kolaborasi dengan musik Etnik Nusantara. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved