Kamis, 14 Mei 2026

Para Pastor di Malaka Menilai Industri Garam Memberikan Manfaat Ganda

ejumlah pastor yang bertugas di Dekenat Malaka, Kabupaten Malaka menilai keberadaan industri garam memberikan manfaat ganda

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Para pastor se Dekanat Malaka, Kabupaten Malaka foto bersama di lokasi tambak garam yang dikelola PT Inti Daya Kencana (IDK), di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Selasa (28/5/2019). 

Para Pastor di Malaka Menilai Industri Garam Memberikan Manfaat Ganda

POS-KUPANG.COM| BETUN---Sejumlah pastor yang bertugas di Dekenat Malaka, Kabupaten Malaka
menilai keberadaan industri garam memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

Manfaat yang langsung dirasakan masyarakat seperti lapangan pekerjaan tersedia dan lahan pertanian milik masyarakat dikelola lebih optimal dari sebelumnya.

Masyarakat mendapatkan lapangan kerja setelah industri garam beroperasi di Kabupaten Malaka. Dengan adanya lapangan kerja, masyarakat bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Deken Malaka, Romo Edmundus Sako, Pr kepada wartawan mengatakan, setelah mendengar paparan dari pihak PT IDK, ada banyak hal positif dari industri garam seperti penyerapan tenaga kerja. Banyak masyarakat yang menjadi karyawan di PT IDK.

Selain itu, lahan masyarakat dimanfaatkan secara optimal yang hasilnya juga dirasakan oleh masyarakat pemilik lahan.

Caleg Ditangkap karena Fitnah Jokowi, Waketum Gerindra Sebut Pihak 02 Paling Sering Terjerat UU ITE

Mobile Customer Service BPJS Kesehatan Siap Layani Masyarakat Daerah Terpencil, Yuk Simak!

Menurut Romo Edmundus, kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk mengoptimalkan potensi daerah yang selama bertahun tahun ditelantarkan merupakan langkah yang bijaksana dan positif untuk kemakmuran rakyat Malaka.

Ia menghimbau kepada umat se Dekenat Malaka supaya tetap bekerja sama dan mendukung program pemerintah demi percepatan pembangunan dan kemakmuran rakyat.

Kata Romo Edmundus, setelah mereka melihat tidak ada pengerusakan mangrove oleh perusahan. Malah pihak perusahan menanam kembali mangrov pada lokasi yang ada untuk mencegah longsor dan abrasi pantai.

Pastor Paroki Kotafoun, Romo Baltasar Seran, Pr mengatakan, keberadaan industri garam tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja. Sesuai informasi yang didapat, kehadiran industri garam tersebut akan menyerap 30 ribu tenaga kerja.

Selain itu, keberadaan industri garam di Malaka menjadi suatu modal besar yang dapat memberikan sumbangsi kepada negara.

"Dari pada kita hanya minta dari negara, sekarang kita bisa sumbang sesuatu untuk negara", ungkap Romo Baltasar.

Romo Baltasar mengaku, ia lahir dan besar di Weseben. Ia mengetahui bahwa lokasi yang saat ini dimanfaatkan untuk tambak garam adalah bekas lokasi penggembalaan ternak sapi dan kerbau.

Saat ini lokasi tersebut sudah dimanfaatkan untuk pengembangan industri garam yang bisa memberikan manfaat lebih bagi banyak orang.

Kronologis Pemuda Rudapaksa Siswi di Nagekeoe

Anang Ngamuk, Aurel Beberkan Hubungan dengan Verell di Video Ini, Ashanty Pertanyakan Sebagai Ayah?

Hal senada disampaikan Pastor Paroki Kleseleon, Romo Leonardus Nahas, Pr. Katanya, dulu lokasi tersebut merupakan tambak ikan yang dikelola secara tradisional. Saat ini lokasi itu dikelola secara modern sehingga mestinya didukung.

Romo Leo meminta masyarakat yang juga adalah umat agar tidak berasandiwara soal lokasi tambak garam. Jika pembangunan itu berhubungan dengan kebaikan bersama (Bonum Commune) seharusnya masyarakat melihatnya secara obyektif. Apalagi model investasi industri garam ini sangat bagus. Masyarakat tidak menjual tanah kepada perusahaan.

Pastor Paroki Weoe, Romo Pius Nahak, Pr mengatakan, setelah melihat, mendengar dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terkait lahan tambak garam tersebut, dirinya akan memberikan penjelasan kepada umat.

"Sekarang saya sudah bisa memberikan penjelasan kepada umat bahwa pembangunan ini baik. Masyarakat menjadi pemilik saham dan itu dapat diwariskan kepada anak cucu.

Untuk diketahui, sebanyak 17 orang pastor di wilayah Dekenat Malaka, Kabupaten Malaka meninjau lokasi tambak garam yang dikelola PT Inti Daya Kencana (IDK), di Desa Weseben dan Weoe, Kecamatan Wewiku, Selasa (28/5/2019).

Kedatangan para pastor ini sebagai bentuk dukungan terhadap industri garam di Kabupaten Malaka. Pasalnya, keberadaan industri garam ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan yang optimal dan manfaat lainnya.

Kedatangan para pastor yang dipimpin Deken Malaka, Romo Edmundus Sako, Pr ini diterima Kepala Cabang PT IDK Malaka, Natalia Seuk Seran bersama seluruh staf perusahan dan karyawan. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved