Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Lolos ke Grand Final AKSI INDOSIAR 2019, Putra NTT Mohon Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

Lolos ke Grand final AKSI INDOSIAR 2019, Putra NTT Mohon Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Wardiansyah Putra Sanu 

Lolos ke Grand final AKSI INDOSIAR 2019, Putra NTT Mohon Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Salah seorang putra terbaik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Wardiansyah Putra Sanu kembali mengharumkan nama NTT di level nasional dalam kompetisi Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang diselenggarakan oleh Indosiar.

Wardiansyah Putra Sanu, pria kelahiran Alor pada 1994 kini tengah bersaing dengan tiga kontestan lain setelah berhasil melaju hingga babak empat besar. Membawa nama Kupang NTT, ia berhasil memukau para juri dalam kompetisi ustaz dan ustazah sejak episode pertama 1 Ramadhan 1440 H.

Djafar Achmad Resmi Jadi Plt Bupati Ende

Kepada POS-KUPANG.COM melalui sambungan telepon pada Kamis (30/5/2019), pria yang akrab disapa Wardi ini mengisahkan, awalnya tidak ada motivasi lain selain hanya ingin mengikuti kompetisi yang diselenggarakan untuk kaum muda ini. Namun seiring waktu, motivasi besar muncul untuk memperkenalkan dan menggaungkan kembali kekuatan toleransi di NTT kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Motivasi ikut awalnya memang pengen ikut saja, tetapi waktu di NTB saya kok lihat perwakilan NTT tidak ada, jadi kebetulan waktu itu tema saya tentang toleransi jadi muncul keinginan kuat sekaligus memperkenalkan budaya NTT seperti ini, jangan hanya mengenal NTT sebatas Kupang dan Flores tetapi luas dengan kekuatan toleransinya yang luar biasa," kata alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Kupang ini.

Porter Bandara El Tari Kupang Dapat Rp 50 Ribu Saja Susah

Ia mengatakan, Flobamora sebagai miniatur kebangsaan dan Nusa Terindah Toleransi dapat dijadikan contoh dan ruang belajar bagi wilayah lain soal toleransi.

"Kita di Flobamorata , walaupun berbeda misalnya soal keyakinan tetapi dalam hal toleransi tidak ada masalah sedikitpun, bahkan masjid dan gereja berdempetan dan kita dapat hidup dan beribadah dengan aman, tidak ada permasalahan," urainya.

Oleh karena itu, setelah sampai di babak empat besar dan akan berjuang untuk memasuki grand final pada Sabtu (1/6/2019) subuh, ia memohon doa dan dukungan segenap masyarakat dan pemerintah baik pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten kota, khususnya Walikota Kupang.

"Harapan saya minimal untuk selanjutnya mohon dukungan dari masyarakat NTT, Gubernur dan Walikota Kupang agar saya bisa untuk maju dan tunjukan bahwa ketong satu dan soal persatuan dan toleransi ketong saling mendukung," katanya.

"Sabtu subuh ini penampilan selanjutnya yakni semifinal untuk lolos ke tiga besar atau grand final, jadi mohon dukungan juga untuk SMS dari masyarakat NTT," tambahnya.

Wardi yang mengikuti audisi tahap ketiga di Lombok, NTB setelah mendaftar dan menyelesaikan berkas secara online ini mengakui bahwa perjuangan masih panjang dan berharap ia dapat mengharumkan nama NTT di panggung AKSI 2019 ini.

Nurmalita Anwar (24), rekan Wardi kepada POS-KUPANG.COM juga berharap adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah kepada Wardi dalam kompetisi ini untuk mengharumkan nama NTT dan Kupang.

"Terus dukung Wardi untuk membesarkan NTT, sebenarnya muslim minoritas tetapi karena tempat terindah toleransi maka semua bisa dukung dia, bantu untuk sama sama mengangkat nama Kupang NTT," ujarnya.

Wardi di matanya merupakan sosok pria yang baik, lucu, suka bercanda dan low profile. Ia memang terkenal pintar tilawah, qoriah dan pintar ngaji sejak di bangku kuliah.

Lelaki yang juga menang pada kompetisi Tausiah RRI hingga tingkat nasional itu, menurut Nurmalita membutuhkan dukungan dari NTT untuk menyelesaikan kompetisi AKSI ini.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved