Kabar Gembira dari Ustadz Adi Hidayat, Punya Anak Lagi, Ini Amalan Agar Lekas Memiliki Keturunan
Kabar Gembira dari Ustadz Adi Hidayat, Punya Anak Lagi, Ini Amalan Agar Lekas Memiliki Keturunan
Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
POS-KUPANG.COM - Kebahagiaan Ustadz Adi Hidayat di bulan Ramadhan 2019 ini semakin lengkap.
Setelah kabar gembira yang disampaikan Ustadz Adi Hidayat tentang kelahiran anak ketiganya.
Kabar gembira itu disampaikan Ustadz Adi Hidayat pada akun Instagramnya yang telah terverifikasi.
Putera ketiganya itu diberi nama Muhammad Abdullah Amali.
Muhammad Abdullah Amali, anak ketiga Ustadz Adi Hidayat lahir pada 29 Mei 2019.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah telah lahir putera kami Muhammad Abdullah Amali pada hari Rabu, 24 Ramadhan 1440 H / 29 Mei 2019.
Jazakumullah kheir atas doa kerabat semua.
[Adi Hidayat]
Ustadz Adi Hidayat melengkapi unggahannya tersebut dengan sebuah foto menggendong bayi yang diberi nama Muhammad Abdullah Amali.
Doa dan ucapan selamat pun disampaikan warganet.
yulilika09
Masyaallah.......alhaamdulillah tambah kebahagiaan dan keberkahan serta tambah pejuang generasi Rasulullah saw
dheandriann
Barakallah pak ustadz
ashriilmiati
Alhamdulillah.
rickydsanjaya
Tabarakallah ustadz. Semoga menjadi penerus dan pejuang agama Allah yang luar biasa
sulistyorini4223
Alhamdulillah.... calon penghafal Alquran sudah hadir di dunia mirip guru besar ustdz adi hidayat
sall_miia
Alhamdulillah
ras.unicorn
Barakallahu ustadz
djokosoe99
Alhamdulillah Masya Allah Barakallah Ustadz, Semoga menjadi Anak sholeh Berbakti kepada Orang tua, Berguna bagi Agama Allah, Penerus dakwah spt Abi nya.. Aamiin
endarsiwi_bunskitchen
Barakallah ustad...doa terbaik untuk ananda semoga menjadi penghapal Qur'an anak Sholih dan penyejuk umat
• Selain Usia Enam Bulan, Yuk! Kenali Ciri-ciri Bayi Sudah Siap Diberikan Makanan Pendamping ASI
• Begini Acara Syukuran Digelar Aura Kasih dan Eryck Amaral Prosesi 7 Bulanan Bayinya
• 15 Tahun Menunggu, Pasangan Suami Istri Ini Akhirnya Dikaruniai 3 Bayi Kembar
Amalan Agar Lekas Memiliki Keturunan
Dikutip dari SRIPOKU.COM (grup POS-KUPANG.COM), setiap pasangan yang sudah menikah sudah pasti mengharapkan kehadiran seorang anak dalam hidupnya setelah berumah tangga.
Dengan kehadiran seorang anak maka akan terasa lengkap lah rumah tanggal tersebut.
Untuk memiliki seorang anak, pasangan suami istri melakukan berbagai caa agar cepat hamil, tak jarang mereka melakukan berbagai ritual atau tradisi usai menikah yang biasa dilakukan oleh masyarakat di daerah tempat tinggalnya.
Mereka mengkonsumsi makanan atau pun minuman yang dapat meningkatkan kesuburan ataupun sesuatu yang membuat agar cepat hamil.
Dalam Islam, ada doa yang dapat diamalkan agar cepat hamil.
Doa ini merupakan doa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan nabi Zakaria AS karena lama tidak memiliki keturunan.
Berikut ini doa kedua nabi tersebut agar memiliki keturunan.
1. Doa Nabi Ibrahim As:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
RABBI HABLII MINASH SHOOLIHIIN
Artinya :Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS: As-Shaffat: 100)
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Rabbi laa tadzar nii fardaw wa anta khayrul waa ritsiin
Artinya: “Ya Tuhanku janganlah engkau biarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah pewaris yang paling baik.” (QS.Al-Anbiya:89)
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيهِ
Allahumma aktsir maa lahu wawaladahuu wabaariklahu fiihi
Artinya: “Ya Allah! Perbanyakkanlah hartanya dan perbanyakkanlah anak-anaknya serta berikanlah keberkatan kepadanya” (H.R. Bukhari Muslim).
Maka jika doa itu dibaca untuk diri sendiri atau suami istri, kalimatnya menjadi:
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَاِلي(لَنَا) وَوَلَدِي (نَا) وَبَارِكْ لي (لَنَا) فِيهِ
Allahumma aktsir maa lii (lanaa) wawaladii (naa) wabaaRiklii (lanaa) fiihi
“Ya Allah! perbanyakkanlah hartaku dan perbanyakkanlah anak-anakku serta berikanlah keberkahan kepadaku di dalamnya”.
2. Doa Nabi Zakaria AS
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya :Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74).
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء
hunaalika da’aa zakariyyaa rabbahu qaala rabbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’u ddu’aa
Di sanalah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendenganr do’a”. (Ali Imron : 38).
Itulah doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Zakaria As karena lama tidak memiliki keturunan.
Adapun dalam berdoa tersebut haruslah dengan sungguh-sungguh dan berniat didalam hati dengan niat yang benar.
Berniatlah dengan hati yang tawadhu, merendahkan diri dihadapan Allah, dan bermohonkan kepada Allah agar doa tersebut dapat dikabulkan.
Profil Adi Hidayat
Dikutip POS-KUPANG.COM dari Akhyar.tv, Ustadz Adi Hidayat, lahir di Pandeglang, Banten, 11 September 1984.
Ustadz Adi Hidayat memulai pendidikan formal di TK Pertiwi Pandeglang tahun 1989 dan lulus dengan predikat siswa terbaik.
Kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas III dan beralih ke SDN III Pandeglang di jenjang kelas IV hingga VI. Di dua sekolah dasar ini beliau juga mendapat predikat siswa terbaik, hingga dimasukan dalam kelas unggulan yang menghimpun seluruh siswa terbaik tingkat dasar di Kabupaten Pandeglang.
Dalam program ini, beliau juga menjadi siswa teladan dengan peringkat pertama. Dalam proses pendidikan dasar ini, Ustadz Adi Hidayat kecil juga disekolahkan kedua orang tuanya ke Madarasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang. Pagi sekolah umum, siang hingga sore sekolah agama. Di madrasah ini, beliau juga menjadi siswa berprestasi dan didaulat sebagai penceramah cilik dalam setiap sesi wisuda santri.
Tahun 1997, Ustadz Adi Hidayat melanjutkan pendidikan Tsanawiyyah hingga Aliyah (setingkat SMP-SMA) di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyyah Garut. Ponpes yang memadukan pendidikan Agama dan umum secara proporsional dan telah mencetak banyak alumni yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
Di Ponpes inilah beliau mendapatkan bekal dasar utama dalam berbagai disiplin pengetahuan, baik umum maupun agama. Guru utama beliau, Buya KH. Miskun as-Syatibi ialah orang yang paling berpengaruh dalam menghadirkan kecintaan beliau terhadap al-Qur’an dan pendalaman pengetahuan.
Selama masa pendidikan ini beliau telah meraih banyak penghargaan baik di tingkat Pondok, Kabupaten Garut, bahkan Propinsi Jawa Barat, khususnya dalam hal syarh al-Qur’an. Di tingkat II Aliyah bahkan pernah menjadi utusan termuda dalam program Daurah Tadribiyyah dari Univ. Islam Madinah di Ponpes Taruna al-Qur’an Jogjakarta.
Ustadz Adi Hidayat juga seringkali dilibatkan oleh pamannya KH. Rafiuddin Akhyar, pendiri Dewan Dakwah Islam Indonesia di Banten untuk terlibat dalam misi dakwah di wilayah Banten.
Ustadz Adi Hidayat lulus dengan predikat santri teladan dalam 2 bidang sekaligus (agama dan umum) serta didaulat menyampaikan makalah ilmiah “konsep ESQ dalam al-Qur’an” di hadapan tokoh pendidikan M. Yunan Yusuf. Tahun 2003, Ustadz Adi Hidayat mendapat undangan PMDK dari Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar Kairo, hingga diterima dan mendapat gelar mahasiswa terbaik dalam program ospek.
Tahun 2005, Ustadz Adi Hidayat mendapat undangan khusus untuk melanjutkan studi di Kuliyya Dakwah Islamiyyah Libya yang kemudian diterima, walau mesti meninggalkan program FDI dengan raihan IPK 3,98.
Di Libya, Ustadz Adi Hidayat muda belajar intensif berbagai disiplin ilmu baik terkait dengan al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Lughah, dan selainnya.
Kecintaannya pada al-Qur’an dan Hadits menjadikan beliau mengambil program khusus Lughah Arabiyyah wa Adabuha demi memahami kedalaman makna dua sumber syariat ini. Selain pendidikan formal, Ustadz Adi Hidayat juga bertalaqqi pada masyayikh bersanad baik di Libya maupun negara yang pernah dikunjunginya.
Ustadz Adi Hidayat belajar al-Qur’an pada Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim (muqri internasional), Syaikh Ali al-Liibiy (Imam Libya untuk Eropa), Syaikh Ali Ahmar Nigeria (riwayat warsy), Syaikh Ali Tanzania (riwayat ad-Duri). Beliau juga belajar ilmu tajwid pada Syaikh Usamah (Libya).
Adapun di antara guru tafsir Ustadz Adi Hidayat ialah syaikh Tanthawi Jauhari (Grand Syaikh al-Azhar) dan Dr. Bajiqni (Libya), sementara Ilmu Hadits beliau pelajari dari Dr. Shiddiq Basyr Nashr (Libya). Dalam hal Ilmu Fiqh dan ushul Fiqh di antaranya Ustadz Adi Hidayat pelajari dari Syaikh ar-Rabithi (mufti Libya) dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili (Ulama Syiria). Beliau mendalami ilmu lughah melalui syaikh Abdul Lathif as-Syuwairif (Pakar bahasa Dunia, anggota majma’ al-lughah), Dr. Muhammad Djibran (Pakar Bahasa dan Sastra), Dr. Abdullâh Ustha (Pakar Nahwu dan Sharaf), Dr. Budairi al-Azhari (Pakar ilmu Arudh), juga masyayikh lainnya.
Adapun ilmu tarikh Ustadz Adi Hidayat pelajari di antaranya dari Ust. Ammar al-Liibiy (Sejarawan Libya). Selain para masyayikh tersebut, beliau juga aktif mengikuti seminar dan dialog bersama para pakar dalam forum ulama dunia yang berlangsung di Libya.
Di akhir 2009 Ustadz Adi Hidayat diangkat menjadi amînul khutabâ, ketua dewan khatib jami Dakwah Islamiyyah Tripoli yang berhak menentukan para khatib dan pengisi di Masjid Dakwah Islamiyyah. Ustadz Adi Hidayat juga aktif mengikuti dialog internasional bersama para pakar lintas agama, mengisi berbagai seminar, termasuk acara tsaqafah Islâmiyyah di channel at-tawâshul TV Libya.
Awal tahun 2011 Ustadz Adi Hidayat kembali ke Indonesia dan mengasuh Ponpes al-Qur’an al-Hikmah Lebak Bulus. Dua tahun kemudian Ustadz Adi Hidayat berpindah ke Bekasi dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah.
Pada November 2016, Ustadz Adi Hidayat bersama dua sahabatnya Heru sukari dan Roy Winarto mendirikan Akhyar TV sebagai media dakwah utama.
Kini, Ustadz Adi Hidayat aktif menjadi narasumber keagamaan baik ta’lim, seminar, dan selainnya. Beliau juga giat mengukir pena dan telah melahirkan karya dalam bahasa Arab dan Indonesia kurang lebih sebanyak 12 karya. ( POS-KUPANG.COM/bebet)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ibu-bunuh-diri-bersama-bayi-pasca-melahirkan-ini-penjelasan-dosen-fakultas-psikologi-ump.jpg)