Ustadz Yusuf Mansur Unggah Hal Ini di Instagram, Banyak yang Kirim Gambar Ikon Mewek
Ustadz Yusuf Mansur Unggah Hal Ini di Instagram, Banyak yang Kirim Gambar Ikon Mewek
Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
Ustadz Yusuf Mansur Unggah Hal Ini di Instagram, Banyak yang Kirim Gambar Ikon Mewek
POS-KUPANG.COM - Ustadz Yusuf Mansur banyak memberikan motivasi dalam unggahan-unggahan di akun Instagramnya ( IG ).
Mulai dari motivasi dalam berniaga, beramal, hingga motivasi untuk terus mengamalkan amalan-amalan seperti shalawat, dizikir dan bacaan lainnya.
Sehingga membuat warganet menyambut dengan berbagai pertanyaan dan keluh kesah, termasuk masalah ekonomi.
Namun kali ini, unggahan Ustadz Yusuf Mansur mengunggah hal lain.
Pada akun Instagramnya @yusufmansurnew, Ustadz Yusuf Mansur mengunggah sebuah video.
Video ini bercerita tentang pertemuan seorang anak kecil dengan Rasulallah Muhammad SAW di saat hari raya.
Unggahan Ustadz Yusuf Mansur ini membuat banyak warganet merespon dengan mengirim gambar mewek alias menangis.
Ustadz Yusuf Mansur sendiri memberikan caption dalam unggahan tersebut secara singkat; "Penuh haru..."
Dalam unggahan video tersebut, dikisahkan, pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan seorang anak kecil di hari raya.
• Pamer Keakraban, Ustadz Yusuf Mansur & Ustadz Derry Sulaiman Saling Cium Tangan Meski Beda Pilihan
• Putra NTT Jadi Target Rencana Pembunuhan, Ini Daftar Nama-Nama Pejabat Jadi Target Pembunuh Bayaran
• Prabowo ke Dubai Ditemani Warga Asing asal Amerika Serikat, Jerman dan Rusia
Nabi keluar di hari lebaran untuk menunaikan sholat ied.
Lalu Nabi melihat anak-anak sedang bermain juga mendapati seorang anak kecil berdiri sendirian sambil menangis.
Lalu Nabi bertanya kepadanya
Nabi bertanya apa yang membuatmu menangis, nak?
Lalu anak itu pun menjawab, sementara dia tidak tahu bahwa yang bertanya itu adalah Nabi SAW.
Tak usah pedulikan aku, Pak!
Lalu anak kecil itupun menceritakan tentang nasibnya, sehingga ia menangis sementara anak-anak kecil lainnya sedang bergembira bermain bersama.
Selengkapnya simak video unggahan Ustadz Yusuf Mansur berikut:
Ustadz Yusuf Mansur: Sosmed Kok Buat Nyakitin Orang
Ustadz Yusuf Mansur mengingatkan agar kita senantiasa melakukan evaluasi diri.
Sebab keindahan hidup bukan hanya terletak pada sejauh mana kita bahagia, tetapi seberapa banyak orang lain yang bahagia karena kita.
Membahagiakan atau membuat orang lain senang ini menurut Ustadz Yusuf Mansur, semoga tidak dilupakan oleh orang-orang di negeri ini.
Jangan sampai sebaliknya, malah membuat sakit orang lain.
Ustadz Yusuf Mansur pun menyinggung tentang sosial media yang semestinya dijadikan sebagai ajang untuk membahagiakan orang lain justru dijadikan untuk menyakiti orang lain.
Karena itu, Ustadz yang berada di kubu Jokowi-KH Maruf Amin ini mengingatkan jangan sampai sosial media jadi ajang kepentingan pribadi, sampai-sampai gak masalah orang lain sakit.
Seperti diketahui, efek dari Pilpres 2019 ini, perang antar kubu di sosial media masih terus berlangsung.
Bahkan, para Netizen memberikan komentar nyinyir terhadap para ulama dan ustadz, yang terkadang kebablasan sehingga menghina ulama dan ustadz-ustadz tersebut.

• Klenteng Sediakan Buka Puasa Gratis, Lihat Respon Ustadz Yusuf Mansur
• Vanessa Angel Beberkan Fakta Rian Subroto yang Berbeda dengan Keterangan Polisi Begini Reaksi Polisi
• Ancam Bunuh Presiden Trump, Pria AS Terancam Penjara 140 Tahun, Begini Kisahnya
Hal ini tidak hanya dialami Ustadz Yusuf Mansur, Tuan Guru Bajang yang berada di kubu Jokowi-KH Maruf Amin, tetapi juga menyerang KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Abdul Somad, dan Ustadz Adi Hidayat yang berada di kubu Prabowo-Sandiaga.
Bukan itu saja, bahkan cuitan-cuitan yang muncul di sosial media pun kerap tanpa memikirkan perasaan orang lain. Tak hanya menyakiti, tetapi juga cenderung bernada provokasi.
Berikut tulisan Ustadz Yusuf Mansur seperti diunggah dalam akun Instagramnya @yusufmansurnew

yusufmansurnew
Perkara nyenengin orang rumah, guru2, sdr2, tetangga kanan kiri, temen2, dan nyenengin siapa aja, semoga TIDAK DILUPAKAN KITA2 DI NEGERI INI. Sehingga jgn kan melakukan, kepikiran menyakiti pun, tidak. Bawaannya pengen nyenengin. Kita perhatikan bnr2 tulisan kita, ucapan kita, perbuatan kita, sikap kita, pikiran kita, perasaan kita. Jgn ampe nyakitin di luar kita. Hari2 ini, socmed kita, hrs kita evaluasi jg. Apakah socmed malah jd pabrik senjata yang menyakitkan orang lain? Atau menyenangkan orang lain.
.
.
Tidak ada dan jangan ada, kepentingan pribadi... Sampe2, ga masalah orang lain sakit, yg penting gw seneng. Yg begini, ga boleh ada. Kalau perlu, gpp gw sakit. Demi elo pada...
.
.
Subhaanallaah...
==
Aa Gym Minta Jauhi Berbuat Zalim
KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengingatkan agar menjauhi perbuatan zalim. Sebab kezaliman adalah kegelapan.
"Pantang berbuat zalim kepada siapapun, Sahabat. Berusaha untuk selalu berbuat adil kapanpun kepada siapapun. Sifat adil akan membawa kita bahagia dan mulia, insya allah selamat dunia akhirat," tulis Aa Gym dalam akun Instagram terverifikasinya.
Selain meminta agar menjauh kezaliman, Aa Gym juga bahwa suatu kebaikan harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar.
Jika cara yang dilakukan salah, justru akan membuat yang lain tersinggung dan tidak membawa kebaikan.
Hal ini diunggah Aa Gym dalam akun Instagramnya pada 12 Mei 2019 kemarin.
Sahabatku, NIAT BAIK harus dilakukan sepaket dengan caranya
Niat baik harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar
Jika caranya salah apalagi caranya burukk, akan membuat yang lain tersinggung dan tidak membawa kebaikan
Apalagi niat buruk, jangan sampai kita lakukan. STOP sampai diniat saja, dan segera beristighfar
Mengenal Ustadz Yusuf Mansur
Mengutip Wikipedia, Yusuf Mansur atau Jam'an Nurkhatib Mansur (lahir di Jakarta, 19 Desember 1976; umur 42 tahun) adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi.
Ia juga pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Cikarang Tangerang
dan pengajian Wisata Hati.
Terlahir dengan nama Jam'an Nurkhatib Mansur.
Ia lahir dari keluarga Betawi berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrifíah.
Ia anak yang sangat dimanja orangtuanya.
Sejak kecil, Ustadz Yusuf Mansur adalah anak yang cerdas dan itu tampak dari kemampuannya menangkap pelajaran di
Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.
(Didirikan oleh kakek buyutnya, K.H. Muhammad Mansur, yang dikenal dengan panggilan Guru
Mansur. Belakangan madrasah tersebut dikelola kakak orangtuanya, K.H. Ahmadi Muhammad.
Yusuf Mansur memanggilnya Ayah Mamat).
Sejak usia 9 tahun, kelas 4 MI (Madrasah Ibtidaiyah), ia sering tampil di atas mimbar untuk
berpidato pada acara Ihtifal Madrasah yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ramadan.
Saat tamat MI, ia kemudian melanjutkan ke MTs (Madrasah Tsanawiyah) Chairiyah Mansuriyah
yaitu lembaga pendidikan yang dikelola keluarganya, KH. Achmadi Muhammad.
Saat itu, Yusuf Mansur adalah siswa paling muda dibandingkan dengan teman-temannya yang
lain.
Ia pun lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah tahun pada tahun 1988/1989 sebagai siswa terbaik
di usia 14 tahun.
Lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah, ia kemudian melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri 1
Grogol sebagai lulusan terbaik.
Lulusan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di
Fakultas Hukum, Jurusan Syari'ah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hal ini tertuang dalam pengantar bukunya "Lukmanul Hakim Mencari Tuhan yang Hilang" yang
diungkap oleh Prof. Dr. H. Amin Suma, MA., M.H. Namun, berhenti tengah jalan karena lebih
suka balapan motor.
Kendati sudah menjadi tokoh Nasional yang cukup dikenal masyarakat Indonesia, Yusuf Mansur
tetap tawadhu dan ta'zhim terhadap guru-gurunya.
Baik guru-guru Ibtidaiyah maupun Tsanawiyah.
Hal ini terlihat dari caranya yang selalu mencium tangan mereka saat bertemu.
Acap kali ia menyempatkan diri mampir ke Madrasah tempat ia dibesarkan oleh guru-gurunya.
Di antara guru yang masih mengajar sampai saat ini antara lain:
Hasan Luthfy Attamimy, M.A., (sekarang Kepala MTs. Chairiyah Mansuriyah),
H.M. Naksabandi, S.Ag.,
Drs. Pramonohadi, Subagyo, S.Pd.,
Drs. H.M. Basuni, Abdun Najih, S.Pd.,
Halimatus Sa'diah, S,Pd.,
Drs. Syamsudin, M.Pd.,dan sebagiannya sudah wafat.
Pada tahun 1996, Ia terjun di bisnis informatika, sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit
hutang dan membuatnya masuk rumah tahanan selama 2 bulan, dan hal serupa kembali terulang
pada tahun 1998.
Saat di penjara itulah, ia menemukan hikmah tentang sedekah.
Selepas dari penjara, ia mencoba memulai usaha dari nol lagi dengan berjualan es di terminal
Kali Deres.
Berkat kesabaran dan keikhlasan sedekah pula akhirnya bisnisnya mulai berkembang dari semula
berjualan dengan termos, lalu gerobak sampai kemudian memiliki pegawai.
Hidup Ustadz Yusuf Mansyur mulai berubah saat ia berkenalan dengan seorang polisi yang
memperkenalkannya dengan LSM.
Selama bekerja di LSM itulah, ia membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang.
Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya sewaktu di penjara saat rindu dengan orang tua.
Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.
Ustadz Yusuf Mansur sering diundang untuk bedah buku tersebut.
Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya.
Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi
contoh-contoh kisah kehidupan nyata.
Gaya bicaranya yang simpel dan apa adanya saat berdakwah membuat isi ceramah mudah dicerna
dan digemari masyarakat.
Ia sekarang tengah menggeluti bisnis network yaitu VSI (Veretra Sentosa Internasional).
Ustadz Yusuf Mansur juga menggagas berdirinya Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA) yang
mencetak penghafal Qur'an melalui pendidikan gratis bagi para dhuafa yang ada di Pondok
Pesantren Daarul Qur'an Bulak Santri, Alamat: Jl. Ketapang Poncol, Ketapang, Cipondoh, Kota
Tangerang, Banten.
Dana dari program ini diambil dari sedekah jamaah Wisata Hati. (*)