Peringatan UAS: Jangan Mencela & Datangkan Mudharat, Ustadz Yusuf Mansur: Ramadhankan Jempolmu!

Ustadz Abdul Somad memberikan peringatan agar untuk jangan mencela dan mendatangkan mudharat. Peringatan ini sejalan dengan Ustadz Yusuf Mansur

Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
Tribun Timur/Instagram
Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Yusuf Mansur - Peringatan UAS: Jangan Mencela & Datangkan Mudharat, Ustadz Yusuf Mansur: Ramadhankan Jempolmu! 

Sebelumnya Ustadz Yusuf Mansur mengunggah tentang proyek apartemen di Sentul yang dirintisnya sejak tahun 2010 lalu.

Proyek Sentul, dah dirintis dari 2010. Perjalanan suka duka membebaskan lahan, melunasinya. Adalah perjalanan doa, ikhtiar, dan perjalanan sebuah perjuangan...
.
.
9th berbilang... Pun msh berupa judul. Perjalanan masih ada 4-5th lagi menuju eksekusi.
.
.
Buat semua yang mau berusaha, berbisnis, harus mau berproses. Tidak bergantung kepada siapapun. Dan tidak bergantung kepada apapun; uang, manusia, networks... Jangan. Ke Allah aja. Bulet2. Banyak kerjain amalan2 sunnah, dan berdoa.
.
.
Td barusan di kantor ACP, anak perusahaan Adhi Karya, ada media gathering. Bcr2 soal pemaparan sampai dengan step hr ini; desain master plan. Untuk melangkah ke perizinan.
.
.
Sungguh, tidak ada yang instan. Sekali lagi, ini start tahun 2010.
.
.
Namun Allah membahagiakan semua hambaNya yang mau berproses. Bhw selama proses itu dijalani, kembangnya banyak. Bunganya banyak. Buahnya banyak. Smntr, yg dirintis, tetap aja akan berbuah. Dg izinNya. Sabar adalah jalannya.
.
.
Kalo saya perhatikan misalnya, banyak yang menyangka si A yang sukses, dpt ini sbb X dan Y. Saran saya, buka mata. Ikutin perjuangannya. Ikuti perjalanannya. Dan belajar aja dari perjuangan dan perjalanan itu. Lalu mulailah juga berproses.
.
.
Orang yg mau berproses akan tau arti sebuah perjuangan dan perjalanan. Lalu mau meghargai mereka2 yang berproses. .
.
Tidak ada simsalabim. Bahkan saat punya apa2 dan ada siapa. Jamin. Proses adalah tetap sebuah keniscayaan.
.
.
Lalu, belajar dari perjalanan para NabiNya... Belajar dari kisah para Nabi... Tak kan banyak yang bs dipetik. Jika perjuangan dan perjalanan seseorang tidak dari ketiadaan, bahkan minus.
.
.
Seperti Kisah Yusuf, Putra Ya'quub. Yang menjadi Raja Mesir, sekaligus Nabi... Sedangkan perjalanannya dimulai dari dasar sumur... .
.
Jika Nabiyallaah Yusuf tidak dibuat zero bahkan minus, oleh Allah. Dan tidak dipisahkan dari Nabi Ya'qub. Asli. Tidak akan banyak hikmah, inspirasi dan motivasi, yang bisa diambil. Tapi Allah Mengajarkan... Bahwa Nabi Yusuf memulai perjalanannya menjadi Raja, dari dasar sumur. Setelah ujicoba pembunuhan thd dirinya, Nabi Yusuf pun mengalami perjalanan sebagai korban perdagangan manusia. Mengerikan. Menyeramkan. Tapi asyik.

Namun, tampaknya apa yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansur ini ditanggapi nyinyiran sejumlah warganet.

Sehingga, Ustadz Yusuf Mansur pun mengunggah sebuah bantahan bahwa proyek Sentul tersebut berkaitan dengan Pilpres 2019 di mana dia mendukung pasangan Jokowi-KH Maruf Amin.

Buat yang mau belajar aja. .
.
Met istirahat ya. Bebas sebebas2nya mau nulis apa. Mangga, hehehe. Met Ramadhan. Ramadhankan hati dan jempolmu.

Anak Usaha Adhi Karya Gandeng Ustadz Yusuf Mansur Bangun Hunian Mewah di Sentul, "Ubudnya Sentul"

Mengutip Tribunnews.com, anak Usaha Adhi Karya, PT Adhi Commuter Properti (ACP) akan membangun hunian mewah di wilayah Sentul, Bogor.

ACP tidak sendirian untuk mewujudkan mimpi mengembangkan hunian mewah. ACP menggandeng dai muda Ustadz Yusuf Mansur.

Menurut Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi, proyek yang akan dikembangkan bersama Ustadz Yusuf Mansur ini akan menelan investasi sebesar Rp 1,5 triliun.

Diperkirakan proyek hunian mewah ini akan selesai dalam jangka waktu 5 tahun.

"Proyek Ini kerja sama bersama Ustadz Yusuf Mansur. Kita sasar segmen menengah, ini kita coba sasar yang berbeda. Kami gelontorkan Rp 1,5 triliun untuk proyek ini," kata Amrozi di Kantor Pusat ACP LRT City Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2019).

Namun Amrozi tidak memerinci nilai investasi yang dikeluarkan oleh masing-masing pihak yang bekerjasama.

Amrozi juga menjelaskan, proyek mewah ini menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan keuntungan 50:50. Saat ini progres pengerjaan telah mencapai desain master plan.

Direktur Keuangan ACP, Mochamad Yusuf menambahkan, rencananya akan ada 5 tower dengan 2.500 unit apartemen yang dibangun.

Proyek ini dibangun di atas lahan 4,5 hektar di Sentul Selatan.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved