dr. Unedo Sebut Wanita Perokok Punya Potensi Besar Kena Kanker Serviks
dr. Unedo Nababan, Konsultan Onkologi Rumah Sakit Johanez Kupang sebut wanita perokok aktiv maupun pasif memiliki potensi besar terkena kanker serviks
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Adiana Ahmad
dr. Unedo Sebut Wanita Perokok Punya Potensi Besar Kena Kanker Serviks
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti
POS-KUPANG.COM | KUPANG - dr. Unedo Nababan, Konsultan Onkologi Rumah Sakit Johanez Kupang menjelaskan wanita perokok aktiv maupun pasif memiliki potensi besar terkena kanker serviks.
"Dengan merokok biasanya ada radikal-radikal bebas dan karbon monoksida yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh wanita sehingga wanita lebih peka terinveksi kanker serviks," ungkapnya kepada POS-KUPANG.COM, di Puskesmas Pasir Panjang Kota Kupang usai memberikan sosialisasi Kanker Serviks kepada kaum wanita usai subur, Jumat (24/5/2019).
Ia menjelaskan faktor risiko lain dari kanker serviks ialah memiliki perilaku seksual yang sering bergonta-ganti pasangan, atau memiliki pasangan yang melakukan kegiatan seksual lebih dari satu pasangan.
• Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Brimob Asing Ikut Amankan Aksi 22 Mei, Ternyata Asli Sumatera Utara
Lanjutnya, untuk mencegah kanker serviks, kaum wanita perlu melakukan pemeriksaan skrining kanker serviks. "Yah kebetulan Tim Penggerak PKK Kota Kupang tengah gencar menyelenggarakan pemeriksaan gratis termasuk di Puskesmas Pasir Panjang ini jadi masyarakat bisa manfaatkan kesempatan dengan baik," ungkapnya.
Ia menjelaskan, Skrining kanker serviks bisa dilakukan dengan tiga cara. inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Kedua, dengan papsmear konvensional dan papsmear berbasis cairan (liquid-based cytology). Ketiga, melalui tes HPV ataupun HPV DNA genotyping.
Lanjutnya, pemeriksaan yang dilakukan di Puskesmas Pasir Panjang menggunakan Asam Asetat. "Kelebihannya kita gunakan Asam Asetat/asam cuka yaitu lebih cepat, hanya dalam satu menit sudah bisa tau hasilnya. Kalau ada yang terinfeksi kanker serviks maka langsung diobati dengan Cryoterapi," jelasnya.
• 2 Gadis Jual Keperawanan Seharga Rp 260 Juta, Berhasil Digagalkan Polisi
Ia menjelaskan skrining dengan IVA dilakukan dengan mengoleskan asam asetat pada leher rahim. "Kita tunggu selama 30 sampai 60 detik untuk melihat reaksi leher rahim. Apabila positif, bagian yang terkena olesan asam asetat tersebut akan berubah warna menjadi putih. Kalau tidak ada perubahan warna maka normal,” jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-unedo-nababan-konsultan-onkologi-rumah-sakit-johanez-kupang.jpg)