Bupati Ngada Keberatan Nilai Kota Bajawa Kota Kecil Terkotor

Jadi ada tim datang kami tidak tau. Saya keberatan bahwa Bajawa kota kecil terkotor

Bupati Ngada Keberatan Nilai Kota Bajawa Kota Kecil Terkotor
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa (baju orange) dengan pimpinan Pos Kupang pose bersama saat silaturahmi di Rujab Bupati Ngada di Kelurahan Kisanata Kota Bajawa, Kamis (23/5/2019) malam. 

Bupati Ngada Keberatan Nilai Kota Bajawa Kota Kecil Terkotor

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa, menegaskan dirinya sangat keberatan terhadap penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bahwa Bajawa merupakan satu diantara Kota kecil terkotor di Indonesia.

"Jadi ada tim datang kami tidak tau. Saya keberatan bahwa Bajawa kota kecil terkotor," ujar Paulus.

Menurutnya, ada empat penilaian, pertama fisik, kalau soal fisik kita bisa lihat sendiri sangat bersih kalau saya banding dengan beberapa kota lain.

Kedua soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kami Pemda sudah punya TPA dan ketiga Kebijakan Pemda dan kempat itu soal aktifitas masyarakat, partisipasi masyarakat itu juga disini sangat terlihat.

Tim Persija Jakarta Bangga 4 Pemain Macan Kamayoran Dipanggil Timnas

KPU NTT Rehabilitasi Anggota KPU Alor, Pelanggaran Kode Etik Pilkada Alor

"Bajawa lebih baik, tapi kok dinilai kota terkotor, saya minta kalau tau orang yang menilai, saya minta mereka klarifikasi," ujar Bupati Soliwoa, saat menerima, Wakil Pimpinan Umum PT. Timor Media Grafika Ciptyantoro, Wapemred Pos Kupang, Hasyim Ashari, Pimpinan Perusahaan, Erniwaty Madjaga, Manajer Promosi, Aji Baskoro di Rumah Jabatan Bupati Ngada di Kelurahan Kisanata Kota Bajawa, Kamis (23/5/2019) malam.

Ia menegaskan bahwa penilaian itu juga menjadi motivasi bagi Pemda Ngada untuk terus berbenah dalam hal penanganan sampah. Motivasi untuk selalu kreatif dan inovatif dalam hal penanganan sampah.

Penilaian itu juga memotivasi Pemda dan masyarakat Ngada khususnya warga di Kota Bajawa agar selalu menjaga kebersihan. Sampah-sampah tidak boleh dibuang sembarang.

"Ini juga memberi motivasi kepada kita soal kebersihan. Motivasi untuk kita kita benah. Fakta memang ada kita tidak bisa pungkiri. Sudahlah bahas soal penilaian dan saya sudah rapat bersama camat, lurah untuk dua tahun kedepan membangun kota. Master plan 2020 kita bangun kota saja," ujarnya.

Ia mengaku jika anggaran kurang ada dana berupa CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada.

Upacara Adat dan Misa Awali Penyerahan Kunci Rumah Bagi Paulina di Kecamatan Lamba Leda

Pemerintah Pusat Akan Kembangkan Desa Wisata dan E-ticketing Dukung Pariwisata NTT

"Uang kurang ada dana CSR. Ada dana dari perusahaan-perusahaan. Kami kasi proyek masa kamu tidak kasi CSR," ujarnya.

Ia mengatakan kedepan Kota Bajawa akan ditata lebih baik lagi dan kebersihan terus dijaga. Sampah-sampah tidak boleh dibuang pada sembarangan tempat karena sudah ada tempat-tempat yang sudah disiapkan oleh Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved