BUkan Cuma Non Aktif, NTT Diaspora Desak Menpar RI Copot Permanen Dirut BOP Labuan Bajo

NTT Diaspora - Jakarta tetap mendesak Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya untuk mencopot secara permanen Dirut Badan Otorita Pariwisata (BOP)

BUkan Cuma Non Aktif, NTT Diaspora Desak Menpar RI Copot Permanen Dirut BOP Labuan Bajo
Fb
Maksimus Ramses Lalongkoe

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - NTT Diaspora - Jakarta tetap mendesak Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya untuk mencopot secara permanen Dirut Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Shana Fatina. Shana Fatina saat ini telah dinonaktifkan dari jabatan Dirut BOP Labuan Bajo.

Salah satu tokoh muda NTT, Diaspora-Jakarta, Maksimus Ramses Lalongkoe, mengatakan hal ini saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (17/5/2019).
Menurut Ramses, keputusan Kemenpar RI yang telah menonaktifkan Shana Fatina sebagai Dirut BOP Labuan Bajo-Flores perlu diapresiasi. Namun keputusan itu belum memenuhi tuntutan masyarakat yang mendesak Kemenpar memberhentikan Shana secara permanen dari Dirut Utama.

Jelang Laga Persib Bandung vs Persipura Jayapura, Ini Sesumbar Pemain Maung Bandung Kim Kurniawan


"Saya kira keputusan Kemenpar menonaktifkan Shana sebagai Dirut BOP Labuan Bajo-Flores itu perlu kita diapresiasi. Tapi keputusan itu belum memenuhi tuntutan masyarakat yang mendesak Kemenpar memberhentikan Shana secara permanen dari Dirut Utama karena telah menimbulkan kontroversi dan gaduh di tengah masyarakat, itu tuntutan utama publik," kata Ramses.

Presiden Joko Widodo Direncanakan Meresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu-NTT

Dia menjelaskan, berbagai indikator tuntutan publik selama ini, seharusnya sudah menjadi acuan Kemenpar untuk mencopot Shana secara permanen tanpa harus melakukan evaluasi lapangan karena mengganggu waktu efektivitas kerja BOP Labuan Bajo-Flores.

 

Intip YUK Data Head to Head Persib Bandung vs Mutiara Hitam Jayapura: Maung Bandung Unggul

"Kan sudah banyak indikator tuntutan publik selama ini mengapa Shana didesak dicopot dan harusnya indikator itu sudah menjadi acuan Kemenpar untuk mencopot Shana secara permanen tanpa harus melakukan evaluasi lapangan," katanya.

Dosen Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta ini menyarankan Kemenpar agar tidak main-main dengan tuntutan publik untuk mencopot Shana secara permanen demi terlaksananya program-program kerja BOP Labuan Bajo-Flores.

"Saran saya Kemenpar harus copot Shana secara permanen agar terlaksananya program-program kerja BOP Labuan Bajo-Flores. Jika tidak maka penolakan-penolakan alan terus terjadi," tegasnya.

Penyerang Persija Marko Simic Tak Sabar Berduet dengan Pemain Macan Kemayoran Riko Simanjuntak

Untuk diketahui, Menpar RI, Arief Yahya telah menonaktifkan Dirut BOP Labuan Bajo-Flores, Shana Fatina. Shana dinonaktifkan terkait kontroversi wacana wisata halal. Wacana itu disosialisasikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diinisiasi Dinas Pariwisata Manggarai Barat dengan fasilitasi Kemenpar dan BOP Labuan Bajo, pada 30 April 2019 lalu.

Wacana wisata halal ini mendapat penolakan berbagai elemen masyarakat NTT dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mendesak Kemenpar mencopot Shana sebagai Direktur Utama.

Penonaktifan Shana sesuai penjelasan Direktur Promosi Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu di Jakarta, Kamis (16/5/2019) malam, dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Kelompok Peduli Pariwisata Manggarai Lintas Profesi. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved