Hakim Vonis Bebas Terdakwa Dugaan Pemalsuan Dokumen di Labuan Bajo

JPU diwajibkan membaskan terdakwa Frans Oan dari tahanan Negara setelah amar putusan dibacakan di persidangan.

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Dugaan Pemalsuan Dokumen di Labuan Bajo
Penasehat Hukum untuk POS-KUPANG.COM
Terdakwa, Frans Oan Semewa alias Oan diapit oleh tim Penasihat Hukumnya, John Rihi, SH, Dr. Yanto Ekon,S.H,M.Hum dan Maryeta Soruh,S.H usai divonis bebas di PN Labuan Bajo, Senin (13/5/2019). 

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Dugaan Pemalsuan Dokumen di Labuan Bajo

POS-KUPANG.COM|KUPANG --Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT memvonis bebas terdakwa dugaan kasus pemalsuan dokumen, Frans Oan Semewa alias Oan.

Vonis bebas terhadap terdakwa Frans Oan Semewa berlangsung di ruang sidang Utama Lantai I PN Labuan Bajo, Senin (13 /5/ 2019) sekitar pukul 15.30 wita.

Penasihat Hukum terdakwa, John Rihi, S.H yang menghubungi POS-KUPANG.COM usai persidangan itu mengatakan, kliennya divonis bebas majelis hakim PN Labuan Bajo.

Menurut John, jalannya sidang kasus yang menimpa klien mereka dipimpin oleh ketua majelis hakim Muhammad Nur Ibrahim,S.H, M.H didampingi hakim anggota I Gede Susila Guna Yasa,S.H dan Putu Lia Puspita, S.H,M.Hum dibantu Panitera Pembantu Yoksan Abimelek Tahun, S.H.

Rovis Selan Sosok Kepala Sekolah SMA Efata Soe

V BTS Tertangkap Kamera Sedang Lakukan Ini Pada Seorang ARMY Saat Fansign Jangan Cemburu Ya

Sedangkan terdakwa Frans Oan Semewa saat sidang didampingi oleh tim kuasa hukum, yakni dirinya sendiri bersama dua rekan masing-masing, Dr. Yanto M.P. Eko ,S.H,M.Hum dan Meriyeta Soruh,S.H.

"Jadi dalam amar putusan itu, majelis hakim menyatakan, klien kami tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen," kata John.

Dikatakan, karena klien mereka dinyatakan tidak bersalah atau tidak terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen, maka klien mereka dibebaskan dari semua tuntutan Jaksa Penuntut Unum (JPU).

"Atas vonis bebas ini, JPU menyatakan pikir-pikir dan karen itu, kita juga menyatakan pikir-pikir," katanya.

Majelis hakim, lanjut John, dalam amar putusan mengatakan, JPU diwajibkan membaskan terdakwa Frans Oan dari tahanan Negara setelah amar putusan dibacakan di persidangan.

Sementara dalam amar putusan, majelis hakim, Muhammad Nur Ibrahim menyatakan, terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan tidak bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen sebagaimana yang didakwakan jaksa sebelumnya.

Pagi Ini Sudah Dua Kali Terjadi Gempa Bumi di Sumba, Yuk Simak!

BERITA POPULER: Oknum ASN Keroyok Siswa SD di Kupang Ramalan Zodiak & Zayn Malik yang Tak Lagi Islam

Hakim juga menilai, bahwa tuntutan jaksa penuntut umum dihapus kepada terdakwa Frans Oan karena telah lewat tegang waktu atau kedaluwarsa.

Karena itu, terdakwa Frans Oan dari segala dakwaan dan tuntutan, karena tidak terbukti melanggar Pasal 264 ayat (2) KUHP atau dengan sengaja memakai surat palsu dengan menerapkan Pasal 263 (2) KHUP.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved