Pemilu 2019

Pemilu 2019, Pleno KPU Alor Mengakhiri Pleno Tingkat Provinsi NTT

Pelaksanaan Pemilu 2019, Pleno KPU Alor Mengakhiri Pleno Tingkat Provinsi NTT

Pemilu 2019, Pleno KPU Alor Mengakhiri Pleno Tingkat Provinsi NTT
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua KPU NTT, Thomas Dohu menerima dokumen hasil pleno dari Ketua KPU Alor, Maria Goreti Padu Keray, Sabtu (11/5/2019) 

Pelaksanaan Pemilu 2019, Pleno KPU Alor Mengakhiri Pleno Tingkat Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemliu 2019 dari KPU Kabupaten Alor mengakhiri proses Pleno di tingkat Provinsi NTT.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu (11/5/2019), pleno hari ke-5 tingkat Provinsi NTT itu untuk tiga kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Flores Timur, Kota Kupang dan Kabupaten Alor.

Pencabutan Cegah Kivlan Zen, Dirjen Imigrasi: Kami Hanya Meneruskan Permintaan Kepolisian

KPU Alor melakukan pleno sekitar pukul 15:30 wita. Pleno KPU Alor ini merupakan pleno terakhir oleh KPU kabupaten dan kota di NTT.

Ketua KPU NTT, Thomas Dohu mengatakan, dengan berakhirnya pleno dari KPU Alor, maka usai sudah seluruh rangkaian pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu tingkat Provinsi NTT.

Ditanyai soal tahapan selanjutnya, ia mengatakan, KPU NTT akan mengantarkan hasil pleno itu ke tingkat pusat.

Relawan Jokowi Laporkan Pria yang Ancam Penggal Jokowi dalam Video Demo di Bawaslu

"Kita akan bawa hasil ini ke pusat untuk dilakukan pleno di tingkat KPU RI," kata Thomas.

Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa mengatakan, secara umum tahapan pleno tingkat Provinsi NTT berjalan lancar. Berbeda dengan pleno di kabupaten dan kota.

"Secara umum pleno berjalan lancar dan tidak ada riak-riak atau ricuh seperti di daerah lain. Khusus di tingkat Provinsi NTT berjalan dengan baik," kata Thomas.

Tentang hasil pengawasan Bawaslu selama pleno, ia mengatakan, dalam pleno, rata-rata persoalannya pada tidak cermat petugas cara menginput data pemilih DPT, DPTb, DPK dan pengguna hak pilih serta juga pemilih disabilitas.

Sedangkan hasil perhitungan, ia mengatakan, hal itu tidak bisa diintervensi karena merupakan fakta politik yang terjadi.

Dikatakan, semua proses yang dilakukan di NTT secara umum sangat transparan.
"Kalau dulu buka kotak suara itu tabuh, tapi sekarang era transparan sehingga ketika ada selisih yang tidak terselesaikan dengan membuka C1 plano, maka bisa membuka kotak suara," katanya.

Thomas juga memberi apresiasi kepada masyarakat NTT yang sudah berpartisipasi dalam pemilu 2019.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu (11/5/2019) hingga pukul 21:00 wita, pleno juga masih berlanjut.

KPU NTT juga menyiapkan berita acara untuk ditandatangani para saksi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved