Ekonom Nilai Pemerintah Kecolongan Naiknya Harga Pangan saat Ramadhan

Ekonom Center of Reform on Economics Piter Abdullah Redjadalam menilai, pemerintah seperti kecolongan terhadap naiknya harga bahan pangan saat puasa

Ekonom Nilai Pemerintah Kecolongan Naiknya Harga Pangan saat Ramadhan
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Cabe, bawang, tomat di Pasar Kasih Naikoten Kupang. Gambar diambil Selasa (22/1/2019). 

Ekonom Nilai Pemerintah Kecolongan Naiknya Harga Pangan saat Ramadhan

POS-KUPANG.COM- Ekonom Center of Reform on Economics Piter Abdullah Redjadalam menilai, pemerintah seperti kecolongan karena tidak bisa mengantisipasi beberapa harga bahan pangan yang meninggi di bulan Ramadhan kali ini.

"Nah, ini saya agak kaget pada bulan Ramadhan ini sepertinya pemerintah agak kecolongan. Karena harga beberapa bahan pangan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai meninggi," kata Piter Abdullah Redjadalam di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Piter menilai, mungkin pemerintah terlena dengan keberhasilan di tahun-tahun sebelumnya yang telah mampu menjaga harga pangan.

VIDEO: Puasa Ramadhan, BPOM Kupang Lakukan Operasi Pasar, Ini Temuan Mereka

Bukan karena kinerjanya mengendur, tapi lebih kepada peralihan fokus dari bulan Ramadhan ke pemilu. "Bukan mengendur, mungkin fokus pemerintah selama beberapa bulan ini agak teralihkan oleh hiruk-pikuknya pemilu, seharusnya itu tidak terjadi," kata Piter.

Piter mengakui, kenaikan harga pangan di bulan Ramadhan memang pasti terjadi karena adanya kenaikan daya beli.

Namun, ini bisa diantisipasi pemerintah melalui kesiapan suplai jauh-jauh hari sebelum menyambut Ramadhan.

"Demand-nya itu sudah pasti ada kenaikan karena kenaikan daya beli. Namun, yang paling penting dalam menjaga harga pangan adalah ketersediaan suplai selama periode Ramadhan. Selama pemerintah mampu menjaga suplai, maka harga itu akan terkendali," paparnya.

Itikaf Ramadhan! Niat, Tata Cara, dan Lima Amalan Itikaf yang Dianjurkan Selama Ramadhan 2019

Selain itu, Piter juga menyayangkan bulan Ramadhan tahun ini justru pemerintah kecolongan dan tidak menyiapkan langkah antisipasi sehingga beberapa harga pangan meninggi.

Padahal, 3 sampai 4 tahun sebelumnya inflasi di Bulan Ramadhan aman terkendali di angka 3 hingga 4 persen.

"Kalau kita lihat selama 3 sampai 4 tahun ini pemerintah mampu, kita bisa lihat inflasi di periode bulan Ramadhan dan Hari Raya terkendali di angka 3-4 persen," imbuhnya.

Adapun, harga bawang putih di beberapa wilayah mencapai Rp 80.000 per kg. Namun Kementrian Pertanian saat ini tengah menambah stok bawang putih sehingga harga maksimalnya hanya Rp 30.000 ke konsumen. Harga ini pun sudah ditandatangani dan disepakati importir.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ekonom: Pemerintah Kecolongan Naiknya Harga Pangan saat Ramadhan", https://money.kompas.com/read/2019/05/09/090400026/ekonom--pemerintah-kecolongan-naiknya-harga-pangan-saat-ramadhan.
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved