Rabu, 15 April 2026

VIDEO: Peringati May Day 2019 di Kupang Diwarnai Aksi KOMITMEN, Ini Tuntutan Mereka

VIDEO: Peringati May Day 2019 di Kupang diwarnai aksi KOMITMEN, ini tuntutan mereka.

VIDEO: Peringati May Day 2019 di Kupang diwarnai aksi KOMITMEN, ini tuntutan mereka

POS-KUPANG.COM | KUPANG - VIDEO: Peringati May Day 2019 di Kupang diwarnai aksi KOMITMEN, ini tuntutan mereka

Memperingati hari Buruh Internasional (May Day) 2019, puluhan mahasiswa di Kota Kupang yang tergabung dalam Komite 1 Mei untuk Kemerdekaan, Kesetaraan, Keadilan dan Kesejahteraan (KOMITMEN) menggelar aksi massa, Rabu (1/5/2019) pagi.

Aksi massa ini dilakukan sekitar pukul 09.00 Wita dengan mengambil titik kumpul di depan Universitas Widya Mandira (Unwira) Jln Ahmad Yani Kupang hingga titik akhir aksi di depan Universitas Nusa Cendana (Undana) lama di Jln Soeharto Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang.

Terdapat beberapa organisasi yang tergabung dalam aksi ini diantaranya Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) Kupang, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kupang, Gerakan Mahasiswa Reinhat (GMR) dan Federasi Serikat Buruh Demokratik (F Sedar).

Menggunakan alat pengeras suara yakni sebuah megaphone, mereka saling bergantian melakukan orasi politik dan membacakan puisi kepada para buruh.

Mereka juga membawa poster dan satu baliho bertuliskan "Komite 1 Mei untuk Kemerdekaan, Kesetaraan, Keadilan dan Kesejahteraan. lawan Oligarki, Rebut Demokrasi Bangun Kekuatan Politik Alternatif."

Terik matahari dan asap kendaraan sepanjang rute aksi seolah tidak menyurutkan semangat puluhan massa aksi yang merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Kupang ini.

Tampak penjagaan ketat aparat kepolisian dari Kepolisian Resort Kupang Kota. Aparat kepolisian juga mengatur jalannya arus lalulintas yang saat itu macet.

Aksi massa tersebut juga menarik perhatian warga maupun para pengguna jalan.

Koordinator aksi, Oceph Kellen kepada POS-KUPANG.COM di sela-sela aksi mengajak seluruh rakyat Indonesia yang tertindas dan elemen-elemen perlawanannya untuk bersama membangun kekuatan politik alternatif sebagai alat penyatuan kekuatan perubahan bangsa dan tatanan masyarakat menjadi lebih demokratis, adil, setara, sejahtera dalam kondisi lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

Pembacaan puisi saat aksi massa Komite 1 Mei untuk Kemerdekaan, Kesetaraan, Keadilan dan Kesejahteraan (KOMITMEN), Rabu (1/5/2019).
Pembacaan puisi saat aksi massa Komite 1 Mei untuk Kemerdekaan, Kesetaraan, Keadilan dan Kesejahteraan (KOMITMEN), Rabu (1/5/2019). (POS KUPANG/GECIO VIANA)

Menurutnya, kekuatan alternatif tak mungkin tercapai bila semua rakyat tidak sungguh-sungguh berdedikasi, berkomitmen, berkemandirian membangun kekuatan politik alternatif, apalagi, lanjut Oceph, menggantungkan harapan pada elit satu dan lainnya.

"Perubahan hanya mungkin pada persatuan kekuatan rakyat yang berani, mandiri dan berkesadaran melawan oligarki, merebut demokrasi sejati. Kita terus berjuang untuk penghidupan yang layak sebagai manusia yang bermartabat," katanya.

Terdapat 38 tuntutan KOMITMEN kepada pemerintahan presiden Jokowi dan parlemen yang dibagi dalam empat tuntutan besar.

Tuntutan pertama, demi Kesejahteraan. Komitmen menuntut kurangi jam kerja 6 jam/hari, Stop Union Busting, Naikkan upah 100 persen, Hapuskan sistem kerja kontrak, outsourcing dan magang, Cabut PP 78/2015: Anti perundingan upah, Cuti haid tanpa syarat, Cuti hamil dan melahirkan selama 14 bulan, Majukan K3 (Keselamatan dan Kecelakaan Kerja) dan laksanakan Konvensi Buruh Migran.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved