Kamis, 23 April 2026

Berita Pendidikan

Di Rumah Peradapan Lambanapu, Pelajar di Sumtim Mengenal Budaya Leluhur

Ratusan siswa SMP dan SMA di Kecamatan Kota Waingapu dan Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumtim kuti kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Apolonia Matilde
Robert Ropo
Pelajar di Sumba Timur Ikut Kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Kota Waingapu dan Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur mengikuti kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu.

Kegiatan berlangsung Senin dan Selasa (29-30/4/2019) di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Kota Waingapu dan juga di lokasi situs Lambanapu.

Para pelajar diajak untuk mengenali situs kuburan tempayan Lambanapu.

Datang ke Istana Didampingi Seorang Asistennya, AHY Mengaku Diundang Jokowi

Kegiatan Rumah Peradapan Lambanapu diselenggarakan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan Balai Arkeologi Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sumba Timur, Drh. Palulu Pabundu Ndima, Kepala Balai Arkeologi Bali, Drs. I Gusti Made Suarbhawa, bersama staf dan pengarah penelitian Diaspora Austronesia di Sumba Timur dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balitbang, Kemendikbud RI, Prof. Dr. Truman Simanjuntak, bersama staf peneliti, sejumlah pimpinan OPD, dan tokoh masyarakat Lambanapu.

Kepala Balai Arkeologi Bali, Drs. I Gusti Made Suarbhawa, kepada Pos Kupang, Rabu (1/5/2019), mengatakan kegiatan Rumah Peradapan adalah ruang untuk mengedukasi dan mensosialisasikan hasil penelitian arkeologi.

Begini Kisah Kasus Pemetik Buah asal Indonesia Sehingga Mengubah Aturan di Australia

Sehingga, kata Made, hasil penelitian tersebut sampai para siswa sebagai generasi muda dan masyarakat luas.

Menurut Made, para siswa adalah agen perubahan karena merekalah generasi penerus dan pewaris bangsa.

Dan, kata Made, Rumah Peradapan betujuan menginformasikan berbagai hasil penelitian di situs Lambanapu dan juga Sumba Timur secara keseluruhan.

"Bentuk kegiatan dari Rumah Peradapan ini adalah destinasi pendidikan artinya siswa diajak ke situs Lambanapu dan juga ke situs lain untuk memaknai dan mencintai peninggalan arkeologi itu sendiri," katanya.

Konten lain, lanjut Made, adalah buku pengayaan, dimana semua hasil penelitian dirangkum menjadi sebuah buku yang sesuai dengan segmen atau kurikulum untu SMP dan SMA.

Mendagri Beri Penghargaan kepada 22 Anggota Polri yang Gugur Saat Pemilu 2019

Selain itu, katanya, alat peraga pendidikan yang digunakan dari artefak-artefak atau berupa poster juga diserahkan di setiap sekolah untuk memudahkan proses belajar di sekolah.

Made berharap melalui kegiatan ini terbentuk insan-insan yang berkarakter dan berbudaya yang tidak tercabut dari akar budayanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved