Sabtu, 11 April 2026

Beginilah Perjuangan PLN Melistriki Pedalaman Salura

Di sepanjang pinggir pantai Katundu penyebrangan ke Salura, gelombang laut cukup tinggi (meskipun kondisi laut tenang).

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Foto PLN untuk POS-KUPANG.COM
Upaya PLN melistriki Pulau Salura, Sumba. 

Beginilah Perjuangan PLN Melistriki Pedalaman Salura

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Salura adalah Sebuah pulau di bagian selatan dari Sumba, Nusa Tenggara Timur dimana untuk sampai di pulau tersebut harus melewati perjalanan yang sebagian besar belum beraspal, melewati perbukitan Tanara nan indah dan mempesona di kiri dan kanan sepanjang perjalanan, yang menjadi obyek bagi para pemburu penikmat pesona alam eksotik yang masih perawan.

Perjalanan dari kota Waingapu menuju pantai Katundu tempat penyebrangan ke Salura ditempuh dalam waktu 8 jam, dengan kondisi jalan yang belum semuanya diaspal dan melewati beberapa sungai untuk tiba di pantai Katundu.

Penyebrangan ke Salura terkadang tidak dapat ditempuh sekaligus, karena untuk menyebrang harus menunggu kondisi laut yang dapat disebrangi. Di sepanjang pinggir pantai Katundu penyebrangan ke Salura, gelombang laut cukup tinggi (meskipun kondisi laut tenang). Terdapat pintu air (akses keluar dan masuk kapal ketinting) untuk menyebrang.

Di pintu air ini, arus air sangat kencang dan berpotensi terjadi kecelakaan (kapal tersedot arus), sehingga dibutuhkan keahlian sang nahkoda mengemudikan kapal dan juga dukungan para penumpang untuk tenang dan tidak beraktivitas sehingga kapal dapat melewati pintu air.

Penyeberangan dari panti Katundu menuju pulau Salura 90 menit. Ketika tiba di pulau Salura, untuk turun dari kapal dibutuhkan waktu sekitar 30-60 menit karena gelombang di bibir pantai yang cukup tinggi sehingga untuk turun dari kapal pakaian pasti basah, dan bila tidak berhati-hati berpotensi terjadi kecelakan kelindas kapal, sehingga untuk turun dari kapal harus mengamati kondisi gelombang di sekitar kapal dan menunggu instruksi dari nahkoda.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pegawai PLN saat membawa material kelistrikan dan material lainnya untuk membangun pulau tersebut.

Pulau Salura hanya ada 1 Desa Salura dengan 106 KK. Mata pencarian Nelayan hanya untuk penangkapan ikan dan cumi. Sebagai penanggung jawab PLTS Salura sebesar daya 350 kW bisa menerangi 632 penduduk.

Disini saya hidup bersama 2 operator lainnya ungkap abdul.

Daerah dengan pembangunan paling tertinggal di NTT ini saya rasakan dan untuk Di sektor kelistrikan hanya bertumpu dari PLTS tersebut.

BREAKING NEWS: Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Penuhi Panggilan Kejati, Terkait Proyek NTT Fair

Tiga Pemuda Tewas Digilas Kereta Api saat Selfie di Perlintasan

Namun demikian, Semangat tetap kami jalani dan yang kami ingat, Dalam kunjungan beberapa waktu yang lalu , Manajer PLN UP3 Sumba Made Hary berpesan, “tolong bantu jaga PLTS Salura karena ini amanah dari PLN dan jangan kecewakan Pelanggan” itulah kata-kata yang kami terima dan ingat sampai saat ini.

Salah satu kepercayaan yang PLN berikan akan kami jaga dari 2013 kami mengabdi disini.

Harapannya kami ingin Pemerintah menengok kami dan melihat kondisi kami dan membantu baik dalam kondisi jalan, air bersih dan penangkapan nampan untuk kelanjutan hidup yang mata pencaharian besar penduduk Salura.

Komitmen kami membangun infrastruktur kelistrikan di Nusa Tenggara Timur bukan pekerjaan mudah. Jangan bayangkan Pulau Salura seperti Kupang penerangan siang – malam. Namun di salura malam hari gelap gulita , jalan setapak, batu lepas, boro-boro pesawat kecil tidak ada lahan untuk landasan dan bahkan kapal besar juga tidak pernah bersandar ke Salura.

Kalau ke wilayah seperti ini, dulu perjuangan PLN untuk membawa material Bulan Oktober 2013 hadir menggunakan sampan, baik akinya, solar cell, panel dan pembangkit menggunakan sampan dan akhirnya kini pedalaman NTT bisa mulai terang benderang pada 24 Oktober 2013 lalu

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved