Soal Sopi Sophia - Boni Jebarus: Harus Ada Perda

di daerah lain seperti di Manado, DKI Jakarta dan lainnya, ada produk minuman beralkohol lokal yang sudah dipasarkan secara bebas. Saya kira di NTT ju

Soal Sopi Sophia - Boni Jebarus: Harus Ada Perda
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Anggota Komisi IV DPRD NTT, Boni Jebarus 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - "Kalau di daerah lain seperti di Manado, DKI Jakarta dan lainnya, ada produk minuman beralkohol lokal yang sudah dipasarkan secara bebas. Saya kira di NTT juga bisa ,karena itu saya dukung, namun harus ada Perda sebagai regulasi,".

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Boni Jebarus, Selasa (30/4/2019).

Menurut Boni, kebijakan bapak gubernur NTT untuk mengembangkan minuman beralkohol tradisional NTT patut didukung. Alasannya, minuman beralkohol di NTT sudah menjadi aset yang apabila dikelola secara profesional maka akan berdampak ekonomi.

"Saya katakan ini, karena saya melihat di provinsi lain ada minuman beralkohol dengan ciri khas tersendiri, bahkan katika orang masuk di daerah itu sudah tahu bahwa ada produk minuman beralkohol. Jadi saya kira NTT juga bisa produksi minuman alkohol yang baik, namun perlu diupayakan agar ada Perda," kata Bonjer sapaan Boni Jebarus.

Piala AFC- Persija Jakarta vs Becamex Binh Duong: Ivan Kolev Turunkan Bepe

Dijelaskan, beberapa provinsi sudah memasarkan minuman beralkohol lokal dan menjadi produk khas. Berkaca dari situ, berarti peredaran minuman beralkohol sebenarnya tidak dilarang, asalalkan ada aturan untuk konsumsi maupun peredarannya.

"Di sisi lain, perlu ada studi banding ke beberapa daerah yang sudah memproduksi minuman beralkohol di pasaran. Aturan harus jelas agar dalam mengatur minuman keras atau beralkohol dapat dikendalikan dari sisi konsumsi maupun sistem peredaran," katanya.

Dikatakan, perlu ada aturan teknis dalam mengelola produk minuman beralkohol lokal di NTT. "Untuk konsumen saya akui dan akan terbuka untuk diekspor," katanya.

Soal konsumen itu , Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT ini mengatakan untuk konsumen tidak diragukan dan akan ada seleksi alam. Selain itu, produk yang dihasilkan bisa ekspor ke Australia, Singapura dan lainnya.

"Artinya ketika produknya ada, maka konsumennya juga tentu ada. Bahkan, peluang ekspor juga terbuka," ujarnya. (*)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved