Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan 30 April 2019: "Mari Kita Bermain Timbangan"!
Rasul Paulus dalam 1 Korintus 3:1-9 mengindikasikan kewarasan dan akal sehat orang beriman hanya bisa dipertahankan sepanjang dia dituntun Roh Allah
Renungan Harian Kristen Protestan 30 April 2019
Oleh: Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh
"Mari Kita Bermain Timbangan"!
SIKAP, pola pikir atau kerangka berpikir memberikan tanggapan yang berbeda dari suatu kejadian atau masalah sepele.
Ambil contoh bahwa ada orang yang membanting pintu. Dan itu dilakukan dengan tidak sengaja.
Bila kita sedang dalam keadaan cerah dan bahagia tanpa masalah, kita bisa mengabaikan hal itu dengan berkata, "Ah tidak apa-apa. Itu bisa terjadi kepada siapa saja. Itu ia lakukan dengan tidak sengaja".
Tetapi bagaimana kalau hal itu terjadi pada hari lainnya, ketika Anda sedang pusing atau tidak enak badan, dan sekali lagi Anda mendengar ada orang membanting pintu. Mungkin tanggapan Anda jauh berbeda dengan hari sebelumnya.
Dan barangkali Anda akan berteriak keras-keras kepada orang itu, "Apakah Anda sudah gila. Mengapa Anda membanting pintu? Dasar kampungan! Dasar idiot".
Sekarang marilah kita lihat: apa yang berubah di sini? Pintu yang terbanting tetap sama, tetapi sikap orang itu (atau sikap kita ) menjadi berbeda sama sekali.
Yang menarik adalah sikap manusia sebetulnya bisa dibina dan dibentuk. Suasana hati kita dapat mempengaruhi sikap kita bisa dan itu bisa mengubah banyak hal.
Bahkan bukan hanya soal suasana hati yang dapat mempengaruhi sikap kita, dan pola pikir kita,
tetapi juga perasaan suka pada seseorang, sikap kolektif untuk mendukung idola sosok atau tokoh politik kita juga turut mempengaruhi penilaian dan keputusan-keputusan kita.
Kalau seorang pemuda jatuh cinta dan apalagi jikalau cintanya itu lagi menggebu-gebu pada seorang gadis, apapun yang menjadi tindak tanduk sang gadis akan dianggap sebagai bunga-bunga cinta.
Tatapan manja sang gadis, suara canda tawanya, bahkan mungkin bunyi kentutya pun dianggap sebagai bumbu-bumbu cinta. Hehehe
Mengapa begitu karena energi dan perasaan cinta lebih kuat untuk hanya melihat semua tindak tanduk sang gadis pujaan sebagai sesuatu yang positif belaka dan terlalu lemah dan buta untuk melihat kekurangannya.
Itulah sebabnya cinta membuat orang gila, kurang waras dan bahkan bisa sampai pada taraf kehilangan akal sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-messakh-dethan.jpg)