Ibu ini Nekat Melompat ke Sungai Serayu bersama Bayinya, Diduga Alami Baby

K (60), ayah SP (30), wanita yang bunuh diri dengan cara melompat ke sungai dari Jembatan Serayu, Cilacap, ungkap perubahan sikap korban sebelum kejad

Editor: Ferry Ndoen
tribunnews.com
ilustrasi 

POS KUPANG.COM - K (60), ayah SP (30), wanita yang bunuh diri dengan cara melompat ke sungai dari Jembatan Serayu, Cilacap, ungkap perubahan sikap korban sebelum kejadian.

Dikutip Tribun-Video dari Tribun Jateng, K menuturkan bahwa SP yang bunuh diri bersama bayinya tersebut diduga mengamai syndrom baby blues.

"Memang akhir-akhir ini anak saya mengalami syndrom Baby Blues. Jadi dia merasa sangat sedih di hari-hari setelah bayinya dilahirkan. Setelah melahirkan dia jadi mudah menangis, mudah tersinggung, dan sedikit tertekan," ungkap K.

The Kings Resto And Cafe: Tempat Makan Kekinian yang Instagramable

Jasad SP ditemukan oleh petugas Basarnas Cilacap pada Sabtu (27/4/2019), sekitar pukul 14:30 WIB.

Jasad korban ditemukan sekitar dua kilometer dari titik ia menceburkan diri, yakni di bawah pinggiran Jembatan Penggalang, Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Cilacap.

K mengaku kaget mengetahui bahwa wanita yang bunuh diri bersama bayi berumur empat bulan adalah SP, putrinya.

"Anak saya SP, umurnya 30 tahun. Kebetulan dia baru saja memiliki anak balita berumur empat bulan. Ciri-cirinya persis sekali," ujar K.

Selain menemukan SP, petugas juga menemukan bayinya, YP (4).

Prediksi Susunan Pemain Man United vs Chelsea, De Gea Tetap Main

Bayi laki-laki tersebut ditemukan di lokasi terpisah dengan titik penemuan jasad SP.

Korban telah dibawa ke Puskesmas Maos, Cilacap untuk diperiksa, dan segera dipulangkan ke rumah duka untuk proses pemakaman.(*)

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved