Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan, Kamis 25 April 2019:Menjadi Teladan dan Berbuah
Saat sebelum menyelesaikan lukisannya, da Vinci berpaling kepada anak muda itu dan memberikan kuasnya sambil berkata, "Sekarang, tuntaskan lukisan ini
Renungan Harian Kristen Protestan, Kamis 25 April 2019
Oleh: Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh
Menjadi Teladan dan Berbuah
ALKISAH pada suatu ketika Leonardo da Vinci bekerja selama jangka waktu yang panjang untuk sebuah mahakarya yang hebat. Ia telah lama bekerja keras untuk menciptakan sebuah karya seni dan karya seni itu hampir selesai.
Di sampingnya berdiri seorang siswa muda yang melewatkan sebagian besar waktunya dengan mulut ternganga karena kagum kepada sang pelukis tersohor dengan kuasnya.
Saat sebelum menyelesaikan lukisannya, da Vinci berpaling kepada anak muda itu dan memberikan kuasnya sambil berkata, "Sekarang, tuntaskan lukisan ini".
Siswa itu mundur dan menolak, tetapi da Vinci berkata, "Tidakkah apa yang telah aku lakukan mengilhamimu untuk melakukan yang terbaik?" (Dikutip dari buku Swindoll's Ultimate Book of Illustrations & Quotes, halaman 250).
Dua kemungkinan kenapa siswa itu menolak pada satu sisi mungkin ia merasa tidak sebanding dengan sang maestro, dimana tindakannya bisa merusak lukisan tersebut, namun pada sisi lain ia belum cukup percaya diri bahwa ia mampu melakukannya minimal menyamai aksi sang maestro.
Dalam teks 2 Kor 6:1-10 Paulus mengajak jemaat Korintus untuk mengikuti teladan hidupnya sebagai Rasul untuk berbuah, menjadi berkat dan berbuat yang terbaik bagi banyak orang dalam situasi apapun.
Di sini kita melihat mengikuti teladan Paulus juga butuh keberanian dan rasa percaya diri, jika tidak orang beriman juga mundur seperti sang siswa si masetro Leonardo da Vinci,
pertama karena tidak ada keberanian untuk mencoba dan tidak ada rasa percaya diri bahwa ia bisa melakukannya.
Pembaca yang budiman marilah kita lihat lebih jauh teks ini. Nampak bahwa Paulus mengajak jemaat untuk mengikuti keteladan hidupnya.
Keteladanan hidup Paulus bersumber pada kesadaran bahwa hidupnya adalah kasih karunia Allah semata yang nyata dalam Yesus.
Dulu hidupnya jauh dari keselamatan dan hidup dalam kegelapan dosa, tetapi karunia Allah dalam Kristus (ayat 1 dan 2) telah mengubahnya membawa terang Kristus bagi sesama (bandingkan 2 Kor 5:20 dan 2 Kor 6:14-18)
Hal berikut mengindikasikan bahwa keteladanan Paulus ditunjukkan dengan sikap hidup yang berkualitas dan berintegritas yang berpatokan pada pola hidup Yesus.
Pertama karena Paulus tidak pernah melakukan hal yang bisa membuat orang lain tersandung (ayat 3); dan kedua karena Paulus berani mengambil resiko sebagai pengikut Kristus justru dalam kesulitan dan penderitaan (ayat 4 dan 5);
dan ketiga karena Paulus membuka diri kepada Tuhan dan mengandalkan kuasa Roh Kudus supaya tetap memiliki hidup yang berkualitas, berbuah dan membawa berkat bagi orang lain dengan cara: menjaga kemurnian, sabar, murah hati, dan tidak munafik (ayat 6 dan 7);
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pendeta-messakh-d.jpg)