Achmad Tegaskan Blokir Jalan Bukan Karena Kalah Pileg

Caleg Partai Golkar, Achmad Tujuh Tegaskan Blokir Jalan Bukan Karena Kalah Pileg

Achmad Tegaskan Blokir Jalan Bukan Karena Kalah Pileg
KOMPAS.com/SERAMBI/M ANSHAR
Ilustrasi pemilu 

Caleg Partai Golkar, Achmad Tujuh Tegaskan Blokir Jalan Bukan Karena Kalah Pileg

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Achmad Tujuh, Caleg Nomor Urut 2 Dapil I (Aesesa, Aesesa Selatan dan Wolowae) dari Partai Golkar, angkat bicara terkait pemblokiran jalan di beberapa titik di Desa Nangdhero dan Desa Maropokot.

Achmad mengaku namanya disebut-sebut dimedia sosial dan ramai dibicarakan karena diduga meminta keluarganya memblokir jalan dan Ahmad menegaskan pemblokiran itu bukan karena kalah saat Pileg 17 April 2019 tapi ada persoalan lain yang lebih kompleks.

Caleg Blokir Jalan Desa, DPC Partai Golkar Nagekeo Sampaikan Permohonan Maaf

Karena berdekatan dengan Pileg dan Pilpres, sehingga masyarakat menilai bahwa itu karena dirinya kalah saat Pileg.

"Saya tegaskan itu bukan karena kalah politik. Mereka sudah datang dengan Kades Maropokot, orang yang posting di FB dan beberapa tokoh. Saya sudah maafkan. Bukan karena bukan masalah politik. Saya kalah terus dari dulu sampai sekarang dan masih menjadi kader Golkar sampai sekarang. Saya tegaskan bukan karena kalah saat Pileg 2019," tegas Achmad, saat ditemui dikediamannya di Mbay Dam Desa Nggolombay Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Kamis (25/4/2019) malam.

Golkar Unggul Suara DPRD NTT, Oemathan Unggul Suara di Desa Oelatimo

Ia mengatakan bahwa Kader Golkar itu sudah siap, baik menang maupun kalah sehingga ketika kalah siap diterima.

Terkait pemblokiran itu bukan karena kalah saat Pileg 2019. "Pembukaan jalan disana itu tanpa memberitahu kepada kami. Mereka atur-atur sendiri di Nangadhero itu. Itu yang membuat kami kecewa. Mereka tidak dilarang untuk tinggal disana. Waktu pertemuan itu saya sudah bilang untuk tetap tinggal disana," ujarnya.

Ia mengatakan terkait penempatan material pasir dan batu yang ditimbunkan itu salah tempat. Sebenarnya digang-gang yang sudah ditentukan.

"Memang salah tempat. Ada kekeliruan saat memuat material. Kalau sudah diratakan silakan digunakan lagi," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved