Yuk Intip! Busana OMK Paroki St. Hubertus Wekaseko Saat Tablo

Sebanyak 70 Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santu Hubertus Wakaseko pentaskan Tablo saat Jumad Agung

Yuk Intip! Busana OMK Paroki St. Hubertus Wekaseko Saat Tablo
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana Tablo oleh OMK St. Hubertus Wakaseko Wolowae Kabupaten Nagekeo, Jumat (19/4/2019). 

Yuk Intip! Busana OMK Paroki St. Hubertus Wekaseko Saat Tablo

POS-KUPANG.COM | MBAY --Sebanyak 70 Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santu Hubertus Wakaseko pentaskan Tablo saat Jumad Agung, Jumat (19/4/2019).

Para pemeran dan umat tampak mengenakan sarung tenun adat Nagekeo.

Tablo ini merupakan tablo perdana dan dihadiri oleh ratusan umat Katolik diwilayah Paroki yang berada di Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo tersebut.

Sekitar Pukul 12.00 Wita Tablo dimulai dari lokasi SMPN 1 Wolowae dan berarak menuju gereja.

Tablo selesai dipentaskan pukul 14.45 Wita sehingga langsung dilanjutkan dengan perayaan Jumad Agung.

Ketua OMK Paroki ST. Hubertus Wekaseko , Yosef Mondo mengatakan bahwa proses latihan dilakukan setiap hari selama 1 bulan.

Bupati Kamelus Lihat Lagi Kebun Hortikultura Kodim Manggarai

Penumpang yang Paksa Pramugari EVA Air Bersihkan Bokong, Begini Kondisinya Saat Ini

Partai Golkar Manggarai Optimis Dapat 5 Kursi

"Selama latihan ada begitu banyak tantangan, berkaitan dengan tingkat kehadiran, ketepatan waktu latihan, dan kekurangan personel. Seiring berjalannya waktu, teman-teman OMK memiliki motivasi dan komitmen yang sama sehingga tablo dapat dipentaskan dengan maksimal. Tablo ini disutradarai oleh kakak Yohanes Bhani yang selalu setia mendampingi proses latihan," ungkap Yos Mondo, kepada POS KUPANG.COM, Sabtu (20/4/2019).

Moderator OMK, Fr. Yohanes C. Taku, merasa bangga terhadap OMK yang telah sukses mementaskan Tablo.

Fr. Aris berharap dengan kegiatan ini rasa persaudaraan, semangat, dan kekompakan terus bertumbuh untuk menjadi bekal kegiatan OMK kedepan.

Pastor Paroki, RD. Anderson Demon Lulu, mengingatkan pemeran bahwa tablo ini ada media pewartaan iman.

Menurutnya Tablo harus bisa menggugah hati umat dan mewartakan betapa besar kasih Tuhan terhadap manusia sehingga rela mati di kayu salib.

"Karena itu pentaskan dengan serius, sembari mohon kekuatan dan kelancaran pentas sekaligus berkat pengutusan," ujarnya.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved